Yudisium Ke-110 Mahasiswa Pendidikan Nonformal FKIP UNIB: Awal Baru Menuju Masa Depan Gemilang

Bengkulu, 2025 – Program Studi Pendidikan Nonformal (PNF) FKIP Universitas Bengkulu kembali mengukir momen berharga melalui penyelenggaraan Yudisium ke-110. Acara ini menjadi tonggak penting bagi mahasiswa yang telah menuntaskan perjalanan akademiknya dan bersiap menapaki gerbang kehidupan baru.

Yudisium bukan hanya sekadar seremonial kelulusan, melainkan sebuah momentum refleksi atas perjuangan, kerja keras, serta dedikasi mahasiswa selama menempuh pendidikan. Dengan penuh haru dan kebanggaan, civitas akademika PNF FKIP UNIB memberikan apresiasi kepada para yudisiawan yang berhasil menyelesaikan studi dengan baik.

Koordinator Program Studi Pendidikan Nonformal, Dr. Ari Putra, S.Pd., M.Pd., menyampaikan ucapan selamat dan harapannya kepada para yudisiawan:

“Yudisium adalah awal dari babak baru perjalanan hidup. Ilmu yang telah diperoleh hendaknya tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat. Kami berharap para lulusan PNF UNIB menjadi pribadi yang tangguh, adaptif, dan siap memberikan kontribusi nyata untuk bangsa melalui bidang pendidikan nonformal maupun peran sosial lainnya.”

Dengan mengusung semangat Conveying Better Future, Program Studi Pendidikan Nonformal FKIP UNIB percaya bahwa para lulusan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, menghadirkan inovasi, serta mencetak generasi yang lebih baik.

Selamat kepada seluruh mahasiswa yang telah resmi menjadi bagian dari Yudisium ke-110 PNF FKIP UNIB. Semoga kesuksesan senantiasa menyertai langkah ke depan dalam meniti masa depan yang gemilang.

Terpilihnya Koordinator Baru Prodi Pendidikan Nonformal FKIP UNIB Periode 2025–2029

Jumat, 13 Juni 2025 – Program Studi Pendidikan Nonformal, Jurusan Ilmu Pendidikan, FKIP Universitas Bengkulu mengumumkan terpilihnya Dr. Ari Putra, M.Pd. sebagai Koordinator Program Studi Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu untuk periode 2025–2029. Momentum ini menjadi langkah strategis dalam menguatkan arah pengembangan Prodi Pendidikan Nonformal di masa yang akan datang.

Terpilihnya Dr. Ari Putra, M.Pd. diharapkan membawa semangat baru dalam memperkuat visi dan misi Prodi, khususnya dalam menciptakan pendidikan alternatif yang inklusif, inovatif, dan berkeadilan. Kepemimpinan beliau juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sebagai kontribusi nyata Prodi dalam pembangunan pendidikan nasional.

Program Studi Pendidikan Nonformal menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas amanah yang telah dipercayakan kepada beliau. Semoga dengan kepemimpinan yang baru, kolaborasi antar sivitas akademika semakin solid, inovasi akademik terus berkembang, dan kiprah Prodi semakin berdampak di tengah masyarakat.

Dengan mengusung semangat “Conveying Better Future”, seluruh elemen di lingkungan Prodi Pendidikan Nonformal berkomitmen untuk terus bergerak maju, menjawab tantangan zaman, dan menghadirkan solusi pendidikan yang relevan dan berkelanjutan.

 

Mari bersama-sama mewujudkan masa depan pendidikan yang lebih baik, bermakna, dan memberdayakan.

GEBRAK 2025: Semarak Bazar PNF UNIB yang Penuh Kreativitas dan Inovasi

GEBRAK 2025: Semarak Bazar PNF UNIB yang Penuh Kreativitas dan Inovasi!

Bengkulu, 20 Mei 2025 – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Nonformal (PNF) FKIP Universitas Bengkulu kembali menunjukkan semangat wirausaha dan kreativitasnya melalui Gelar Proyek Kewirausahaan: Bazzar Pendidikan Nonformal 2025, yang tahun ini mengusung tema “GEBRAK!! – Gebyar Ekonomi, Bakat, dan Kreativitas”.

Acara yang digelar di Parkiran PPG FKIP UNIB ini berlangsung meriah sejak pagi hari, Selasa (20/5), dan terbuka untuk umum. Bazar yang dimulai pukul 08.00 WIB ini menghadirkan beragam produk hasil karya mahasiswa, mulai dari kerajinan tangan, produk inovatif, jajanan street food khas, hingga penampilan bakat seni yang memukau pengunjung.

Tak hanya sebagai ajang jual beli, GEBRAK 2025 menjadi ruang aktualisasi bagi mahasiswa untuk menampilkan kemampuan kewirausahaan, kerja tim, dan komunikasi, sekaligus memperkenalkan potensi bidang Pendidikan Nonformal kepada masyarakat luas.

“Kami sangat bangga dengan antusiasme mahasiswa dan pengunjung. GEBRAK bukan sekadar bazar, tapi juga wadah ekspresi dan pembelajaran nyata dalam dunia kewirausahaan,” ungkap salah satu dosen pembimbing kegiatan.

Dengan antusiasme tinggi dari ratusan pengunjung, suasana bazar pun kian semarak. Stand-stand mahasiswa terlihat ramai disambangi, dan setiap sudut lokasi dipenuhi semangat kreativitas yang luar biasa.

GEBRAK 2025 membuktikan bahwa mahasiswa PNF UNIB tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa enterpreneur, inovatif, dan siap bersaing di dunia nyata.

Sampai jumpa di GEBRAK berikutnya dengan ide-ide yang lebih kreatif dan inspiratif! 🎪

Koperasi PNF: Wadah Pemberdayaan Mahasiswa Pendidikan Nonformal UNIB

Bengkulu, Jumat, 16 Mei 2025– Mahasiswa Program Studi Pendidikan Nonformal (PNF), FKIP Universitas Bengkulu, kini memiliki wadah pemberdayaan ekonomi berbasis solidaritas mahasiswa melalui Koperasi PNF. Koperasi ini dibentuk sebagai bentuk inisiatif kolektif untuk mendorong kemandirian finansial dan pengelolaan ekonomi mahasiswa.

Koperasi PNF memiliki dua jenis layanan utama, yaitu koperasi simpan pinjam dan koperasi konsumsi. Tujuan utamanya adalah:

     

      • Menyediakan layanan simpan pinjam dengan syarat mudah dan bunga rendah;

      • Menjual kebutuhan pokok mahasiswa dengan harga terjangkau;

      • Membantu mahasiswa dalam mengelola keuangan secara mandiri.

    Untuk menjadi anggota, mahasiswa cukup memenuhi beberapa persyaratan seperti mengisi formulir, melampirkan fotokopi KTM, dan membayar simpanan pokok sebesar Rp 50.000. Selain itu, anggota wajib membayar simpanan bulanan sebesar Rp 5.000 sebagai modal operasional koperasi.

    Koperasi ini juga memiliki struktur organisasi yang solid, dengan pengurus yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, kominfo, tim sosialisasi, tim pengembangan produk, serta penanggung jawab simpan-pinjam. Pengurus ini bertugas mengelola kegiatan operasional koperasi dan melakukan edukasi serta sosialisasi ke mahasiswa.

    Mekanisme peminjaman diatur dengan jelas, di mana anggota yang telah aktif selama 4 hingga 6 bulan dapat mengajukan pinjaman dengan jumlah tertentu dan bunga rendah sebesar 2,5%, serta tenor angsuran selama 6 minggu.

    Tidak hanya bergerak di bidang ekonomi, Koperasi PNF juga memperkuat nilai solidaritas, transparansi, dan kepedulian sosial antaranggota. Logo koperasi pun sarat akan makna, menggambarkan semangat kebersamaan, kesejahteraan, dan pertumbuhan berkelanjutan dalam semangat pendidikan nonformal.

    Melalui Koperasi PNF, mahasiswa diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang mandiri secara ekonomi serta aktif dalam membangun ekosistem saling dukung antaranggota di lingkungan kampus.

    Pelatihan Olahan Ikan Selenggek Menjadi Cemilan “MORING” Tingkatkan Ekonomi Keluarga di Desa Pasar Pedati

    Bengkulu Tengah, 16 Mei 2025 – Bertempat di Desa Pasar Pedati, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, telah sukses dilaksanakan kegiatan Pelatihan Olahan Produk Makanan dari Ikan Selenggek menjadi Cemilan “MORING” sebagai upaya peningkatan kecakapan hidup rumah tangga dan pemberdayaan ekonomi keluarga.

    Kegiatan ini diprakarsai oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu Angkatan 2023, yaitu Dona Rahmadhani, Dhea Aprifa, Kartika Arrulia Kautsar, Meiszka Aulia Deszirafilla, Puan Tri Cahyani, dan Kezia Kasandravati. Sebanyak 29 ibu-ibu dengan latar belakang profesi sebagai petani, nelayan, ibu rumah tangga, dan pedagang turut berpartisipasi aktif dalam pelatihan ini.

    Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan ibu-ibu rumah tangga dalam mengolah ikan selenggek—ikan lokal yang melimpah namun kurang dimanfaatkan—menjadi produk makanan ringan bernilai ekonomi tinggi bernama “MORING” (Makanan Olahan Ringan dari Ikan Selenggek). Harapannya, produk ini dapat menjadi peluang usaha rumahan yang mendukung peningkatan ekonomi keluarga di desa.

    Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Desa Pasar Pedati, Bapak Nugroho Purwantoro. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi inisiatif para mahasiswa dan menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan.

    Pelatihan dipandu oleh narasumber Ibu Juniati (Uni JN), seorang pelaku UMKM dan pemilik brand Selengek Crispy, yang berbagi pengalaman langsung dalam mengolah ikan lokal menjadi produk siap jual.

    Sebelum pelatihan, peserta mengisi angket pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal mereka tentang pengolahan ikan. Setelah kegiatan, angket post-test dilakukan untuk mengukur peningkatan keterampilan peserta. Hasil observasi sebelumnya menunjukkan potensi besar hasil tangkapan ikan selenggek di desa yang selama ini belum dimaksimalkan.

    Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para ibu-ibu rumah tangga di Desa Pasar Pedati dapat mulai memproduksi “MORING” secara mandiri, membuka peluang usaha baru, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

    Manik-Manik Jadi Berkah: Ibu-Ibu PKK Harapan Makmur Dapat Pelatihan Bracelet untuk Life Skill

    Bengkulu, 10 Mei 2025 — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Nonformal Universitas Bengkulu sukses menyelenggarakan pelatihan pembuatan kerajinan dari manik-manik menjadi gelang (bracelet) pada Sabtu, 10 Mei 2025, bertempat di Pantai Batu Tahu, Kota Bengkulu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pelatihan insidentil/mandiri yang ditujukan untuk meningkatkan keterampilan praktis dan semangat kewirausahaan ibu-ibu PKK di Desa Harapan Makmur.

    Dipimpin oleh ketua pelaksana Riski Maulana Putra dan dibimbing oleh Ibu Nia Ulfasari, M.Pd serta Ibu Dr. Ririn Gusti, M.Pd.I, kegiatan ini mengusung konsep pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Pelatihan dimulai pukul 09.30 WIB dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang langsung terlibat aktif dalam setiap sesi.

    Materi pelatihan mencakup pengenalan jenis manik-manik, alat pendukung, teknik merangkai, serta dasar-dasar pemilihan warna dan pola desain. Peserta juga dibekali pengetahuan kewirausahaan seperti cara menghitung harga pokok produksi, menentukan harga jual, dan strategi pemasaran sederhana, termasuk pemanfaatan media sosial.

    Melalui pendekatan interaktif dan partisipatif, peserta mampu menghasilkan karya bracelet bernilai jual serta menunjukkan peningkatan keterampilan, kepercayaan diri, dan motivasi berwirausaha. Kegiatan ini juga mempererat hubungan antar anggota PKK dan mendorong lahirnya potensi unit usaha kecil di tingkat desa.

    Dokumentasi kegiatan berupa foto, hasil produk, dan sertifikat telah disiapkan sebagai bentuk pertanggungjawaban tim pelaksana. Diharapkan pelatihan ini menjadi langkah awal tumbuhnya industri kreatif rumahan yang dapat direplikasi di wilayah lain.

    Mahasiswa PNF FKIP Universitas Bengkulu Gelar Pelatihan Produksi Abon Ikan Tongkol di Kampung Sejahtera Pulai Baai

    Bengkulu, 13 Mei 2025 – Dalam rangka mengoptimalkan potensi perikanan lokal sekaligus mendorong peningkatan ekonomi keluarga, mahasiswa Program Studi Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu angkatan 2023 menggelar Pelatihan Produksi Abon Ikan Tongkol Berkualitas di Kampung Sejahtera, Pulai Baai, Kota Bengkulu.

    Kegiatan ini dilaksanakan oleh lima mahasiswa, yakni M. Fajri Hidayah, Zahra Faudillah Alvie, Foirel Agustin, Apri Marsandi, dan Nesti. Pelatihan berlangsung di PAUD Bina Bersama dan diikuti oleh 15 ibu rumah tangga dari lingkungan sekitar.

    Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan praktis dalam mengolah ikan tongkol—salah satu hasil laut unggulan lokal—menjadi abon berkualitas yang memiliki daya simpan lebih lama dan nilai jual lebih tinggi. Peserta mendapatkan pengetahuan lengkap mulai dari pemilihan bahan baku segar, teknik pemasakan yang higienis, proses pengemasan yang tepat, hingga strategi pemasaran produk.

    Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan hasil tangkapan laut secara lebih maksimal dan kreatif, serta menjadikan produk abon sebagai peluang usaha rumahan yang berkelanjutan.

    Selain meningkatkan keterampilan individu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberi kontribusi terhadap inovasi dalam industri perikanan lokal dan membantu penguatan ekonomi masyarakat Kampung Sejahtera.

    Dengan pelatihan semacam ini, pemanfaatan ikan tongkol lokal diharapkan tidak hanya berhenti pada konsumsi rumah tangga, tetapi berkembang menjadi produk olahan bernilai tinggi yang mampu bersaing di pasaran.

    Ari Putra, Dosen Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu Menjadi Pembahas di Dinas Perpustakaan Kabupaten Bengkulu Selatan​ dalam Rangka Bedah Buku: Literasi 4.0: Teori dan Praktik

    Bengkulu Selatan — Dinas Perpustakaan Kabupaten Bengkulu Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan budaya literasi masyarakat melalui kegiatan Bedah Buku bertajuk “Literasi untuk Mencerdaskan Bangsa”, Kamis (15/5/2025). Bertempat di Aula Lantai 3 Dinas Perpustakaan, kegiatan ini berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dan dihadiri oleh akademisi, pegiat literasi, mahasiswa, serta masyarakat umum.

    Hadir sebagai pembedah utama yakni Dr. Agus Trianto, M.Pd, yang membedah buku “Literasi 4.0: Teori dan Program” karya Dr. Agus Trianto, M.Pd dan Dr. Rina Herlina, M.Pd. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya literasi sebagai pondasi kecakapan abad 21, terutama dalam menghadapi tantangan era disrupsi teknologi. Menurutnya, pembangunan literasi bukan hanya terkait kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup literasi digital, finansial, budaya, dan teknologi yang harus dimiliki masyarakat di era 4.0.

    Kegiatan ini turut menghadirkan dua pembahas, yaitu Dr. Ari Putra, M.Pd dan Dr. Dedi Irama, M.Pd.I, yang memberikan refleksi kritis terhadap isi buku sekaligus mendiskusikan implementasi nyata literasi dalam dunia pendidikan, khususnya di daerah. Keduanya sepakat bahwa akselerasi literasi harus dimulai dari kebijakan lokal, kolaborasi multipihak, hingga pemberdayaan komunitas literasi.

    Jalannya diskusi dipandu oleh moderator Neto Kosboyo, M.Pd yang memastikan proses tukar gagasan berlangsung dinamis serta interaktif. Para peserta juga diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan dan pandangan, sehingga sesi bedah buku menjadi ruang dialog yang konstruktif.

    Plt. Kepala Dinas Perpustakaan Bengkulu Selatan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap kegiatan serupa dapat rutin dilaksanakan sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem literasi di daerah. “Melalui kegiatan bedah buku, kami ingin menghidupkan budaya membaca, berpikir kritis, dan berdiskusi di kalangan masyarakat. Literasi adalah kunci mencerdaskan bangsa,” ujarnya.

    Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan penyerahan cendera mata, dengan harapan hasil diskusi dapat ditindaklanjuti menjadi gerakan nyata dalam meningkatkan literasi masyarakat Bengkulu Selatan.

    Mahasiswa PNF FKIP Universitas Bengkulu Gelar Pelatihan Sabun Herbal di Dusun II Desa Pekik Nyaring

    Bengkulu Tengah, 13 Mei 2025 – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu Angkatan 2023 mengadakan pelatihan bertajuk “Pembuatan Sabun Herbal dengan Memanfaatkan Tanaman TOGA” di Balai Dusun II, Desa Pekik Nyaring, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah.

    Kegiatan ini diinisiasi oleh mahasiswa kelas 4A kelompok 4, yakni Zahra Fatin Tanzola, Arsita Helma Siska, Ebta Aulia, Aprilia Anjani, dan Rindiani Nata Enjeli. Pelatihan ini diikuti oleh 19 peserta yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga, dengan latar belakang sebagai petani dan pekebun.

    Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan kecakapan hidup para ibu rumah tangga dalam memanfaatkan tanaman obat keluarga (TOGA) yang selama ini hanya digunakan sebagai bahan masakan atau ramuan tradisional. Inovasi yang diusung adalah menjadikan tanaman seperti kunyit, kencur, dan serai sebagai bahan baku sabun herbal alami yang tidak hanya bermanfaat untuk pemakaian pribadi, tetapi juga memiliki potensi ekonomi tinggi.

    Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Dusun II Desa Pekik Nyaring, Bapak Ahmad Santoso. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa atas kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat dalam mendukung pemberdayaan ekonomi keluarga serta memperluas wawasan warga terkait manfaat TOGA.

    Acara turut dihadiri oleh Koordinator Program Studi Pendidikan Nonformal, Dr. Ari Putra, S.Pd., M.Pd., serta dosen pembimbing kelompok 4, Dr. Ririn Gusti, S.Pd.I., M.Pd.I.

    Pelatihan ini dipandu oleh narasumber Mba Aulia Wulandari, A.Md.Kep., seorang praktisi pengolahan herbal dan pemilik toko jamu “Jamu Kito” di Kota Bengkulu. Beliau membagikan pengetahuan mengenai cara pengolahan tanaman herbal menjadi produk sabun, serta memperkenalkan tanaman-tanaman herbal lain yang jarang dikenal masyarakat seperti sawi langit, vatikan kebo, dan sambiroto yang memiliki khasiat untuk kesehatan.

    Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan ibu-ibu rumah tangga di Dusun II Desa Pekik Nyaring dapat memproduksi sabun herbal secara mandiri dan menjadikannya sebagai peluang usaha rumahan yang dapat menunjang perekonomian keluarga.

    Mahasiswa PNF FKIP Universitas Bengkulu Gelar Pelatihan Aromatherapy Recycling di Desa Sidorejo

    Bengkulu Tengah, 12 Mei 2025 – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu Angkatan 2023 kembali menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan Pelatihan Aromatherapy Recycling: Memanfaatkan Bahan Dapur sebagai Sarana Meningkatkan Kepedulian Lingkungan, yang dilaksanakan di Desa Sidorejo, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah.

    Kegiatan ini diinisiasi oleh Tata Octavia, Intan Suraningsih, Niken Irelga, dan Kurnia Zofhei Eka Putri, dengan bimbingan dari dosen pendamping Ibu Wiwin Yunita, M.Pd. Pelatihan diikuti oleh 20 ibu rumah tangga dengan antusiasme tinggi.

    Materi pelatihan mencakup cara memanfaatkan limbah dapur seperti kulit jeruk, ampas teh, ampas kopi, dan rempah-rempah sebagai bahan dasar pembuatan produk aromaterapi ramah lingkungan. Salah satu fokus utama adalah mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang tidak hanya berguna untuk relaksasi, tetapi juga memiliki potensi ekonomi sebagai produk rumahan.

    “Melalui pelatihan ini, kami ingin menyampaikan bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal kecil yang ada di dapur kita. Selain mengurangi limbah, produk seperti lilin aromaterapi ini juga bisa menjadi peluang usaha tambahan,” ujar salah satu mahasiswa peserta kegiatan.

    Selain praktik pembuatan, pelatihan juga memberikan edukasi tentang pentingnya daur ulang, pengurangan penggunaan bahan kimia, serta mendorong gaya hidup yang lebih ramah lingkungan di kalangan masyarakat desa.

    Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat Desa Sidorejo terhadap pentingnya keberlanjutan dan pelestarian lingkungan melalui cara-cara yang kreatif, sederhana, dan aplikatif.

    Inisiatif ini menjadi contoh nyata bahwa solusi lingkungan dapat dimulai dari rumah, dan kreativitas masyarakat dapat menjadi kunci untuk menciptakan perubahan positif secara berkelanjutan.