Jakarta, 15-16 September 2025 – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Seminar Nasional dan Temu Kolegial Ikatan Akademisi Pendidikan Nonformal Indonesia (IKAPENFI) yang menghadirkan akademisi dan praktisi dari program studi Pendidikan Nonformal/Pendidikan Masyarakat (PNF/Penmas) seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia.
Mengusung tema “Revitalisasi Pendidikan Nonformal dan Informal dalam RPJMN 2025–2029: Kontribusi Akademisi PNF/Penmas untuk Pendidikan Berkualitas secara Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi komunitas akademik PNF untuk memberikan rekomendasi konkret dalam pembangunan pendidikan Indonesia lima tahun ke depan.
Pembicara pada seminar nasional ini , di antaranya:
- Dr. Baharudin, S.Pd., M.Pd. – Direktur Direktorat Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal
- Prof. Dr. Komarudin, M.Si. – Rektor UNJ
- Prof. Dr. Anan Surtina, M.Pd. – Guru Besar Pendidikan Masyarakat UNJ
- Dr. Aip Badrujaman, M.Pd. – Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ
- Karta Sasmita, M.Si., Ph.D. – Dosen Pendidikan Masyarakat UNJ
- Jean B. Bilala – Community Empowerment Activist, Afrika Selanatn
Selain itu, seminar juga diikuti oleh perwakilan program studi PNF dari berbagai universitas di seluruh Indonesia, baik negeri maupun swasta. Universitas Bengkulu turut ambil bagian melalui delegasi Dr. Ari Putra, M.Pd. dan Nia Ulfasari, M.Pd., yang aktif dalam diskusi akademik maupun forum temu kolegial.
Positioning Paper IKAPENFI
Salah satu agenda penting adalah penyampaian Positioning Paper oleh Prof. Dr. Dra. Gunarti Dwi Lestari, M.Si., M.Pd., Ketua IKAPENFI sekaligus akademisi dari Universitas Surabaya. Dalam paparannya berjudul “Kontribusi Akademisi PNF/Penmas untuk Pendidikan Berkualitas secara Berkelanjutan”, Prof. Gunarti menekankan bahwa PNFI bukan sekadar pelengkap pendidikan formal, melainkan pilar strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing di era perubahan cepat