Berita Pengabdian

Penerapan Strategi Pembelajaran Orang Dewasa Dalam Workshop "Development Project: Learning And Having Fun At Gyk Bengkulu"

Selasa, 11 April 2023, telah dilaksanakan kegiatan workshop dengan tema “Development Project: Learning and Having Fun at GYK Bengkulu” yang diadakan di Gedung Youth Center (GYK) Bengkulu, acara berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB. Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari fasilitator yaitu Ibu Lenni Mantili Hutahuruk, S.Pd., M.Ed.  yang memperkenalkan tujuan workshop dan memberikan pengantar tentang materi yang akan dibahas. Kemudian dilakukan pemaparan materi mengenai strategi pembelajaran orang dewasa yang disampaikan dengan menggunakan pendekatan interaktif dan menarik perhatian peserta. 

Setelah penyampaian materi, diadakan diskusi dan danya jawab peserta diajak untuk berdiskusi mengenai penerapan strategi pembelajaran yang relevan dengan konteks mereka masing-masing. Lalu peserta peserta diberikan studi kasus dan dilakukan simulasi penerapan strategi pembelajaran orang dewasa dalam konteks proyek pembelajaran yang disesuaikan dengan lingkungan GYK Bengkulu. Kegiatan diakhiri dengan evaluasi terhadap pemahaman peserta mengenai materi yang telah disampaikan adapun harapann yang dkemukakan oleh fasilitator yaitu peserta dapat mengaplikasikan strategi pembelajaran yang telah dipelajari dalam kegiatan sehari-hari.

KELAS DIGITAL PARENTING EDUCATION

POSKO MITRA KELUARGA RESPONSIF GENDER

Selamat datang di Website Kelas Pendidikan Orangtua Responsif Gender: Tema Perlindungan Anak!

Perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama dalam memastikan setiap anak dapat tumbuh dan berkembang dengan aman, bahagia, dan sejahtera. Namun, dalam prosesnya, sering kali peran gender dalam pemahaman dan implementasi perlindungan anak kurang mendapat perhatian yang memadai.

Kita hidup dalam zaman di mana perubahan sosial terjadi dengan cepat, dan dalam konteks ini, penting bagi kita untuk memahami bagaimana gender memainkan peran krusial dalam aspek perlindungan anak. Ketika kita berbicara tentang “Responsif Gender” dalam perlindungan anak, artinya kita mengakui pentingnya memperlakukan setiap anak secara adil, tanpa memandang perbedaan gender, dan memahami bagaimana aspek gender mempengaruhi pengalaman dan risiko yang dihadapi oleh anak-anak.

Website Kelas Pendidikan Orangtua Responsif Gender dengan tema Perlindungan Anak hadir sebagai upaya nyata untuk memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana orangtua dapat berperan aktif dalam memastikan perlindungan anak yang responsif gender. Melalui berbagai konten dan sumber daya yang kami sajikan, kami berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada orangtua dalam menghadapi tantangan dan menjalankan peran mereka sebagai pelindung bagi anak-anak, dengan perspektif yang inklusif dan berlandaskan pada keadilan gender.

Apa yang ada di Website Kelas Pendidikan Orangtua Responsif Gender: Seri Perlindungan Anak?

  1. Pengetahuan Mendalam tentang Responsif Gender dalam Perlindungan Anak: Kajian yang mendalam dan informatif tentang pentingnya memahami isu-isu gender dalam konteks perlindungan anak. Mulai dari mendefinisikan apa itu responsif gender, hingga bagaimana hal ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

  2. Panduan Praktis untuk Orangtua: Tersedianya panduan praktis yang memberikan wawasan tentang cara berbicara dengan anak-anak tentang perlindungan, mendeteksi tanda-tanda pelecehan atau kekerasan berbasis gender, serta strategi untuk melibatkan anak-anak dalam mengembangkan kesadaran dan keterampilan mereka dalam melindungi diri.

  3. Studi Kasus dan Inspirasi: Kami berbagi kisah-kisah nyata dan inspiratif tentang orangtua yang telah berhasil menerapkan pendekatan responsif gender dalam melindungi anak-anak mereka. Ini memberikan contoh konkret tentang bagaimana tindakan sekecil apapun dapat memiliki dampak besar dalam kehidupan anak.

  4. Diskusi dan Forum Komunitas: Di sini, Anda dapat bergabung dalam diskusi dengan orangtua lainnya yang juga berminat dalam melindungi anak secara responsif gender. Berbagi pengalaman, pertanyaan, dan pemikiran akan membantu kita tumbuh bersama sebagai orangtua yang lebih peka terhadap isu-isu perlindungan anak.

Kami percaya bahwa setiap orangtua ingin memberikan perlindungan terbaik bagi anak-anak mereka. Dengan memahami responsif gender dan penerapannya dalam perlindungan anak, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan adil bagi masa depan generasi penerus bangsa.

Terima kasih telah bergabung bersama kami.

Salam hangat,

Tim Posko Mitra Keluarga Responsif Gender

Belajar Kapanpun dan Dimanapun Bersama Kami

Hotline Pengaduan Sahabat Perempuan dan Anak

SAPA 129

 

Hotline kami adalah tempat di mana Anda dapat berbicara dengan orang-orang yang peduli, penuh empati, dan profesional yang siap mendengarkan cerita Anda. Melalui telepon atau pesan teks, Anda dapat menjelaskan apa yang Anda alami, dan kami akan memberikan dukungan, nasihat, dan informasi tentang langkah-langkah selanjutnya.

BANTU KAMI MEMPROMOMSIKAN DAN MEMBERIKAN PERLINDUNGAN PADA ANAK RESPONSIF GENDER

GALERI KEGIATAN POSKO MITRA KELUARGA RESPONSIF GENDER DI SPNF- SKB BENGKULU TENGAH

KUNJUNGI POSKO MITRA KELUARGA RESPONSIF GENDER

Penerima Hibah Pengabdian

Dosen Program Studi Pendidikan Nonformal FKIP UNIB dan TIM Penerima PNBP Tahun Anggaran 2023

Sivitas akademika Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu mengucapkan selamat kepada tim pengabdian Skim Riset:

1. Ari Putra, S.Pd. Ketua Pengusul (Pendidikan Nonformal)

2. Elwan Stiadi, M.Pd. Anggota Pengusul (Pendidikan Matematika)

Sebagai penerima pendanaan program pengabdian PNBP Universitas Bengkulu Tahun Anggaran 2023 Judul:

Pendampingan Keluarga Melalui Pengembangan Posko Mitra Keluarga Responsif Gender Sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Perlindungan Anak di Satuan Pendidikan Nonformal – SKB Kabupaten Bengkulu Tengah


Semoga kegiatan pengabdian pada masyarakat tersebut dapat berdampak dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Pengabdian Kepada Masyarakat

Pendampingan Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SLB Negeri 1 Bengkulu Selatan

Berpartisipasinya provinsi Bengkulu dalam melaksanakan sekolah penggerak ini membuat semua jenjang satuan pendidikan terlibat dalam kegiatan ini. Setiap sekolah memperoleh kesempatan untuk mengimplementasikan kurikulum merdeka. Dalam hal ini setiap jenjang pendidikan memiliki gayanya sendiri dalam merealisasikan kurikulum tersebut, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, dan SLB. Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Bengkulu Selatan sudah mulai bergerak menerapkan kurikulum tersebut. Namun beberapa kendala seperti pemusatan pembelajaran pada siswa masih memerlukan pendampingan dari berbagai pihak khususnya penguatan projek profil pelajar pancasila.
 

Pada tanggal 07 Maret 2023, Dosen Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu (Ari Putra, S.Pd., M.Pd) dan Dosen Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu (Elwan Stiadi, M.Pd.) diundang menjadi narasumber dalam melaksanakan pendampingan kepada guru dan kepala sekolah di SLB Negeri 1 Bengkulu Selatan dalam rangka penguatan profil pelajar pancasila.  Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dengan antusias yang tinggi dari guru dan kepala sekolah. Adapun materi kegiatan ini adalah 1) Memahami konsep Penguatan Proyek Profil Pelajar Pancasila’ 20 Memahami gambaran Penguatan Proyek Profil Pelajar Pancasila; 3)Menemukenali prinsip Penguatan Proyek Profil Pelajar Pancasila

Kegiatan pendampingan ini dilakukan atas izin yang diberikan oleh LPPM Universitas Bengkulu dan kerjasama antara Program Studi Pendidikan Nonformal, Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu dengan SLB N 1 Bengkulu Selatan. Harapannya, kegiatan ini semakin berdampak dan menguatkan kemampuan warga sekolah dalam implementasi kurikulum merdeka.

Berita Pengabdian

Pendampingan Guru SD Dalam Pembuatan Media Pembelajaran Pop Up Book Berbasis Saintifik

Rabu, 22 Februari 2023 telah dilaksanakan kegiatan pendampingan guru SD dalam pembuatan Media Pembelajaran Pop Up Book Berbasis Saintifik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang menarik dan berbasis saintifik untuk mendukung proses pembelajaran di Sekolah Dasar. Kegiatan ini dimulai pada pukul 08.00 dan berakhir pada pukul 16.00. Acara ini dihadiri oleh Prof. Endang Widi Winarni, M.Pd., Dr. Irwan Koto, M.A., Ph.D., serta para peserta pendampingan guru yang terdiri dari Yusnia, M.Pd., Ita Mulyati (A2G021027) dan Laila Sofoatun Jana (A2G02032).

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan ialah:

1.  Pembukaan Kegiatan Acara dibuka oleh Prof. Endang Widi Winarni, M.Pd., sebagai pembina kegiatan. Beliau memberikan arahan mengenai pentingnya pengembangan media pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan perkembangan pendidikan saat ini.

2.  Pemaparan Materi Dr. Irwan Koto, M.A., Ph.D., memberikan materi tentang konsep dan langkah-langkah dalam pembuatan media pembelajaran berbasis pop up book yang berorientasi saintifik. Materi disampaikan secara interaktif dan memberikan pemahaman yang mendalam kepada para peserta.

3.  Workshop Pembuatan Pop Up Book Para peserta dibimbing untuk melakukan praktik pembuatan pop up book berbasis saintifik dengan panduan dari instruktur. Mereka diberikan kesempatan untuk bereksperimen dan mendesain pop up book sesuai dengan materi pelajaran yang mereka ajarkan di sekolah.

4.  Presentasi Hasil Karya Setelah workshop selesai, setiap peserta mempresentasikan hasil karyanya kepada para pembimbing dan peserta lainnya. Mereka menjelaskan konsep, desain, serta aplikasi saintifik yang terdapat dalam pop up book yang telah mereka buat.

 

            Berdasarkan hasil penilaian dari para pembimbing dan diskusi yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pendampingan guru ini telah memberikan kontribusi yang positif dalam meningkatkan kemampuan guru dalam pembuatan media pembelajaran pop up book berbasis saintifik.

Berita Pengabdian

Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas Untuk Pengembangan Era Kurikulum Merdeka Bagi Guru SMK Negeri 3 Kota Lubuk Linggau

             Telah dilaksanakan pelatihan penelitian tindakan kelas untuk pengembangan era Kurikulum Merdeka bagi guru-guru SMK Negeri 3 Kota Lubuk linggau tepatnya pada 28 Januari 2023, pukul 08.00 WIB acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada para guru tentang implementasi penelitian tindakan kelas dalam konteks kurikulum yang baru. Acara dibuka oleh Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Kota Lubuklinggau, yang menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran semua guru dalam acara tersebut. Beliau juga menekankan pentingnya penelitian tindakan kelas sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan mutu pembelajaran di era Kurikulum Merdeka.

            Selanjutnya, Bapak Pembina Penelitian dan Pengembangan SMK Negeri 3 Kota Lubuk linggau, memberikan penjelasan tentang tujuan serta manfaat pelatihan ini. Beliau juga memberikan pengantar mengenai konsep dasar penelitian tindakan kelas dan bagaimana penerapannya dapat membantu dalam pengembangan pembelajaran di sekolah. Materi pelatihan kemudian disampaikan oleh Bapak seorang ahli dalam bidang penelitian tindakan kelas. Materi tersebut mencakup langkah-langkah praktis dalam melakukan penelitian tindakan kelas, serta strategi untuk menerapkannya dalam konteks Kurikulum Merdeka. Sesi diskusi dan tanya jawab juga dilaksanakan setelah presentasi materi, di mana para guru dapat berbagi pengalaman, bertanya, serta memberikan masukan terkait implementasi penelitian tindakan kelas di lingkungan sekolah masing-masing. 

           Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada para peserta sebagai penghargaan atas partisipasi mereka dalam pelatihan ini. Kepala Sekolah juga menyampaikan harapannya agar pengetahuan yang didapat dapat segera diimplementasikan dalam pembelajaran di SMK Negeri 3 Kota Lubuklinggau.

Berita Pengabdian

Penerapan Aplikasi Sistem Peningkatan Mutu Program Studi Berbasis Standar Akreditasi Nasional

Kegiatan penerapan ini dilaksanakan pada 5 Desember 2022. Kegiatan penerapan ini berjudul “ Penerapan Aplikasi Sistem Peningkatan Mutu Program Studi Berbasis Standar Akreditasi Nasional “ Rangkaian dari acara tersebut sebagai berikut.

     1.      Pembukaan

     2.      Penyampaian materi

     3.      Diskusi dan tanya jawab

     4.      Foto Bersama

    5.      Penutup

Kegiatan berlangsung selama kurang lebih dari 3 jam dan tanpa ada kendala dalam kegiatan penerapan ini, lalu dengan diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab dengan tujuan untuk menambah pemahaman Penerapan Aplikasi Sistem sehingga hasil dari dampak kegiatan penerapan ini bisa baik bagi program studi.

Pengabdian Kepada Masyarakat

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Bahasa Inggris: Pendampingan Penyusunan Kurikulum Operasional Sekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Bengkulu Selatan

Implementasi program pembelajaran di Satuan Pendidikan tidak terlepas dari kurikulum pembelajaran. Kurikulum yang sifatnya dinamis menuntut adanya perbaikan kurikulum sehingga pembelajaran bisa maksimal. Kurikulum operasional di unit pengajaran berisi semua gagasan proses belajar yang diadakan di unit pengajaran, sebagai dasar semua penyelenggaraan evaluasi. Untuk menjadikan proses memiliki makna, kurikulum operasional unit pengajaran dikembangkan sesuai kerangka dan keperluan peserta didik dan unit pengajaran. Agar bermakna, kurikulum operasional satuan pendidikan dikembangkan sesuai dengan konteks dan kebutuhan peserta didik dan satuan pendidikan.

Dosen Pendidikan nonformal dan bahasa inggris FKIP UNIB berkolaborasi dalam mendampingi sekolah penggerak untuk dapat mengembangkan kurikulum operasional sekolah (29 Oktober 2022). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari FKIP UNIB yaitu Ari Putra, M.Pd. (Dosen Pendidikan Nonformal) dan Lia Haryana, M.Pd. (Dosen Pendidikan Bahasa Inggris).

Kegiatan ini berlangsung selama 3 jam pembelajaran. Dengan tahapan peserta diminta untuk melakukan diskusi kelompok membuat analisis karakteristik satuan pendidikan di SLB Negeri 1 Bengkulu Selatan. Selanjutnya, peserta melakukan analisis  dengan mengobservasi potensi bentang alam yang dominan di sekitar sekolah; karakteristik masyarakat di sekitar sekolah; kekhasan/tradisi yang cukup kuat di sekolah/daerah; peta profil guru, siswa, dan orangtua di sekolah, dan kemitraan/kerjasama sekolah dengan pihak lain. Lalu, peserta juga diminta untuk menurunkan hasil analisis karakteristik satuan pendidikan yang telah dibuat menjadi visi, misi dan tujuan satuan pendidikan jangka pendek (untuk satuan pendidikan secara umum) atau visi, misi, dan tujuan program keahlian jangka pendek (untuk kecakapan siswa). Viisi, misi, dan tujuan satuan pendidikan yang dibuat bersifat kontekstual dan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan satuan pendidikan masing-masing, serta berpusat pada peserta didik.
 
Kegiatan ini di dukung sepenuhnya oleh SLB Negeri 1 Bengkulu Selatan dengan hadirnya Guru-guru dan Kepala Sekolah untuk mengembangkan kurikulum operasional sekolah. Bapak Gunawan selaku Kepala Sekolah SLB Negeri 1 Bengkulu Selatan mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat berdampak untuk sekolah karena guru yang terlibat dapat bertanya langsung dalam mengembangkan kurikulum operasional sesuai dengan acuan kurikulum merdeka.

Pemberdayaan Masyarakat- Penguatan Digitalisasi Desa

Pelatihan Penguatan Digitalisasi Bagi Pemuda Desa Tangsi Duren Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang



Istilah Pelatihan (training) dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah proses, cara, perbuatan melatih; pekerjaan melatih. Pelatihan menjadi suatu upaya pengembangan sumber daya manusia dalam sebuah organisasi atau masyarakat (Syihabuddin, dkk 2007). Kegiatan pelatihan dimaksudkan untuk memperbaiki dan mengembangkan keterampilan serta kemampuan teknis. Melalui pelatihan mereka akan mampu menguasai spesialisasi ilmu atau keahlian dan keterampilan yang tinggi, ahli dan terampil dalam mengoperasikan atau mengembangkan teknologi yang sedang berkembang saat ini.

 

Digitasi adalah rangkaian aktivitas atau proses mengubah informasi atau data nondigital menjadi data atau informasi dalam bentuk digital. Suatu entitas atau organisasi yang menggunakan informasi atau data digital guna mengembangkan atau meningkatkan skala bisnisnya untuk menyederhanakan berbagai aktivitas dan proses dalam entitas tersebut atau untuk memperoleh laba yang semakin besar, hal tersebut dikatakan sebagai proses digitalisasi. Sedangkan hasil yang diperoleh dari proses digitasi dan digitalisasi dikenal dengan istilah trnasformasi digital (Wahyuningsih, 2022).

 

Digitasi maupun digitalisasi merupakan tahapan dari suatu proses menuju suatu perubahan yang adaptif yaitu transformasi digital. Transformasi digital meliputi seluruh aktivitas dalam bisnis, dan implementasinya tidak hanya sekedar pemanfaatan teknologi, tetapi juga menyangkut hal-hal yang terkait berbagai komponen yang terlibat dalam bisnis, antara lain sumberdaya manusia, finansial dan sumberdaya lainnya (Heriady, 2021).

 

Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 22 Oktober 2022 di desa Tangsi Duren Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang. Sasaran pelatihan pada pemberdayaan masyarakat ini adalah Pemuda di Desa Tangsi Duren, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini berjudul “Pelatihan Penguatan Digitalisasi Bagi Pemuda di Desa Tangsi Duren, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang ”. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai desa Tangsi Duren pada pukul 14.00 – 16.00 WIB, dengan rangkaian acara sebagai berikut:

1.    Pembukaan

2.    Penyampaian materi

3.    Ice breaking dan peregangan

4.    Praktik langsung

5.    Foto bersama

6.    Penutup

 

Peserta yang datang pada acara ini adalah 24 orang. Kegiatan berjalan dengan sangat baik karena antusiasisme dari masyarakat desa Tangsi Duren khususnya para pemuda desa Tangsi duren. Karena kegiatan pelatihan yang diberikan merupakan pelatihan yang sangat mereka butuhkan. Diketahui bahwasanya Kecamatan Kabawetan merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Kepahiang dengan destinasi wisata alam yang cukup banyak dan potensial untuk dikembangkan. Wisata alam yang indah apabila tidak dikelola dengan tepat maka akan menjadi sia-sia.  Kegiatan berlangsung selama 1 jam 45 menit tanpa ada kendala yang berarti, diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab untuk menambah pemahan para karang taruna, sehingga hasil dari kegiatan pelatihan ini bisa langsung mereka aplikasikan untuk mengembangkan beberapa wisata yang ada diDesa Tangsi Duren Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang.

 

Pengabdian Masyarakat- Pembuatan Jagung Herbal

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE Pelatihan Pembuatan Jagung Herbal di Desa Tangsi Duren Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang

Pelatihan Pembuatan Jagung Herbal di Desa Tangsi Duren Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang bertujuan untuk memberikan motivasi, pengetahuan dan ketrampilan/keahlian dasar dengan pengelolaan jagung menjadi jagung herbal sehingga dapat memiliki harga jual yang tinggi. Pada akhirnya hasil pelatihan ini dapat menjadikan ibu-ibu masyarakat desa Tangsi Duren mengelola jagung menjadi jagung herbal dan dapat meningkatkan penghasilan keluarga

Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 22 Oktober 2022 di desa Tangsi Duren Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang. Sasaran pelatihan pada pemberdayaan masyarakat ini adalah ibu-ibu Desa Tangsi Duren, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini berjudul “Pelatihan Pembuatan Jagung Herbal Bagi Masyarakat khususnya ibu-ibu di Desa Tangsi Duren, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang ”. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai desa Tangsi Duren pada pukul 16.00 – 18.00 WIB, dengan rangkaian acara sebagai berikut:

1.    Pembukaan

2.    Penyampaian materi

3.    Ice breaking dan peregangan

4.    Praktik langsung

5.    Foto bersama

6.    Penutup

Peserta yang datang pada acara ini adalah 15 orang. Kegiatan berjalan dengan sangat baik karena antusiasisme dari masyarakat desa Tangsi Duren khususnya para ibu-ibu desa Tangsi duren. Karena kegiatan pelatihan yang diberikan merupakan pelatihan yang sangat mereka butuhkan. Diketahui bahwasanya Kecamatan Kabawetan merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Kepahiang dengan destinasi wisata alam yang cukup banyak dan potensial untuk dikembangkan di perkenalakan kepada masyarakat luas. Salah satu media yang dapat digunakan untuk memperkenalkan potensi wisata yang ada dengan cepat adalah melalui digitalisasi. Kegiatan berlangsung selama kurang lebih 2 jam tanpa ada kendala yang berarti, diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab untuk menambah pemahan para ibu-ibu, sehingga hasil dari kegiatan pelatihan ini bisa langsung mereka aplikasikan untuk dapat meningkat perekonomian keluarga.