Category: Berita
Profil Mahasiswa S1 Pendidikan Nonformal
PROFIL MAHASISWA S-1 PENDIDIKAN NONFORMAL FKIP UNIVERSITAS BENGKULU
Penerimaan mahasiswa baru mengacu pada Permendikbud No. 6 Tahun 2020 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana Pada Perguruan Tinggi Negeri. Sistem seleksi mahasiswa baru dilakukan melalui tiga jalur. Jalur tersebut meliputi (1) Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), (2) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan (3) Mandiri.
Sistem rekrutmen dan seleksi calon mahasiswa baru mengacu kepada Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 2 Tahun 2015 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri, sistem rekrutmen dan seleksi mahasiswa baru menganut prinsip adil, akuntabel serta transparan . berikut ini diagram daya tamping prodi PNF. Diagram daya tampung S-1 Pendidikan Nonformal. (Telampir)
Universitas Bengkulu memberikan kuota sebesar 35% untuk SNMPTN, 50% untuk SBMPTN, dan 15% untuk SMMPTN. Sejak tahun 2019, Program Studi Pendidikan Nonformal memiliki daya tampung sebanyak 80 orang. Jumlah ini disesuaikan dengan ratio dosen dan mahasiswa yaitu 1:18,5. Berdasarkan grafik di atas terlihat bahwa telah terjadi penurunan jumlah peminat yang memilih Program Studi Pendidikan Non Formal. Secara menyeluruh, kondisi ini juga berlaku bagi prodi lain selingkung Universitas Bengkulu.Profil mahasiswa Program Studi Pendidikan Nonformal dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 1 Profil Mahasiswa
Indikator | Sub Indikator | Jumlah |
Jenis kelamin | Laki-laki | 22,1% |
Perempuan | 77,9% | |
Agama | Islam | 92,79% |
Protestan | 5,41% | |
Katolik | 1,35% | |
Hindu | 0,45% | |
Budha | 0% | |
Asal Daerah | Provinsi Bengkulu | 86,94% |
Luar Provinsi Bengkulu | 13,06% |
Setiap mahasiswa yang dinyatakan lulus program sarjana, berhak mendapatkan gelar akademik Sarjana Pendidikan (S.Pd.) dan ijazah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Data prestasi non akademik mahasiswa Program Studi Pendidikan Nonformal adalah juara 3 solo song dangdut pada diesnatalis UNIVERSITAS BENGKULU yang ke 40, duta BKKBN finalis duta Kabupaten Musi Rawas.
Diagram di atas menunjukkan adanya trend positif yang terjadi pada jumlah prestasi mahasiswa dalam kategori non akademik di mana pada tahun 2021 terjadi peningkatan jumlah prestasi. Akan tetapi, untuk prestasi akademik, terjadi tren penurunan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Berikut ini tabel laporan dan target Program Studi PNF.
Tabel 2. Laporan Kemajuan dan Target Program Studi Pendidikan Non Formal
Indikator kemajuan | Capaian | Target | |||
2019 | 2020 | 2021 | 2022 | 2024 | |
Masa studi | 4 tahun | 4 tahun | 4 tahun | 3 tahun 8 bulan | 3 tahun 6 bulan |
Mahasiswa lulus tepat waktu (%) | 58,97%% | 33,33% | 42,25% | 60% | 61% |
Jumlah lulusan (orang/tahun) | 46 orang | 19 orang | 30 orang | 48 orang | 50 orang |
Lulusan predikat dengan pujian (%) | 9 orang | 6 orang | 4 orang | 9 orang | 10 orang |
Masa penyelesaian skripsi (bulan) | 4 bulan | 4 bulan | 4 bulan | 4 bulan | 4 bulan |
IPK minimum | 3,06 | 2,92 | 3,42 | 3,43 | 3,45 |
IPK rata-rata | 3,47 | 3,63 | 3,65 | 3,67 | 3,70 |
IPK maksimum | 3,95 | 3,92 | 3,81 | 3,82 | 3,83 |
Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa mahasiswa S-1 Program Studi PNF dapat menyelesaikan studi tidak lebih dari 4 tahun atau 8 Semester.
Kurikulum S-1 Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu
Kurikulum Program Studi Pendidikan Nonformal memberikan peluang yang luas kepada mahasiswa dan mendorong mereka untuk memperoleh wawasan teoritik konseptual yang luas dan mendalam, sikap yang positif dan memadai terhadap pendidikan luar sekolah, serta keterampilan yang diperlukan untuk mampu mengkaji dan memecahkan masalah-masalah pendidikan nonformal dan pengembangan masyarakat dalam konteks pendidikan dalam masyarakat yang terus berkembang. Kurikulum disusun dengan berpegang pada hasil-hasil analisis kebutuhan, perubahan kondisi masyarakat, kebijakan pendidikan, perkembangan tantangan dan kebutuhan akan pendidikan yang lebih bermutu, kebutuhan akan tenaga-tenaga pendidik dan pengelola pendidikan nonformal, dan tenaga pengembangan masyarakat yang lebih profesional.
Dalam rangka memenuhi tuntutan, arus perubahan dan kebutuhan akan link and match dengan dunia usaha dan dunia industri (DU/DI), dan untuk menyiapkan mahasiswadalam dunia kerja, Perguruan Tinggi dituntut agar dapat merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal. Kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka diharapkan dapat menjadi jawaban atas tuntutan tersebut. Kampus Merdeka merupakan wujud pembelajaran di perguruan tinggi yang otonom dan fleksibel sehingga tercipya kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka meliputi empat kebijakan utama yaitu: kemudahan pembukaan program studi baru, perubahan sistem akreditasi perguruan tinggi, kemudahan perguruan tinggi menjadi badan hukum, dan hak belajar tiga semester di luar program studi. Mahasiswa diberikan kebebasan mengambil SKS di luar program studi, tiga semester yang di maksud dapat diambil untuk pembelajaran di luar prodi dalam PT dan atau pembelajaran di Luar PT. Pengembangan kurikulum prodi PNF FKIP Universitas Bengkulu dimulai dari proses perumusan luaran capaian yang akan dikuasai oleh peserta didik sebagai calon pendidik dan tenaga kependidikan Pendidikan nonformal. Selain itu, lulusan juga dibekali dengan keterampilan-keterampilan yang berguna dalam pengembangan diri sebagai penyuluh Pendidikan di masyarakat, pendamping masyarakat dan kompetensi pendukung lainnya, seperti IT yang mumpuni. Tidak hanya itu, kurikulum prodi PNF juga harus mampu mempersiapkan lulusannya untuk siap bersaing malanjutkan studi magister di kampus-kampus terbaik di Indonesia khususnya dalam bidang Pendidikan nonformal.
HIMA PENDIDIKAN NON FORMAL MENYELENGGARAKAN PKKMB 2022
PKKMB PRODI PNF merupalan salah satu kegiatan wajib tahunan yang dilakukan untuk menyambut kedatangan mahasiswa baru dan sekaligus memperkenalkan bagaimana kehidupan kampus serta mengenal apa saja seluk beluk yang ada di dalam prodi PNF ini. Pada tahun 2022 ini kegiatan yang dilakukan berlangsung normal , tidak seperti dua tahun sebelumnya dikarenakan adanya Covid-19 PKKMB dilaksanakan melalui sistem online. Sebelum dilaksanakannya PKKMB PRODI para mahasiswa baru sudah terlebih dahulu mengikuti PKKMB UNIVERSITAS dan FAKULTAS kegiatan tersebut berlangsung beberapa hari hingga pada saat hari ke empat pada tanggal 11 Agustus 2022 panitia PKKMB FAKULTAS melakukan penyerahan mahasiswa baru ke panitia PKKMB PRODI untuk mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Profil Program Studi S-1 Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu
Program Studi Pendidikan Nonformal sudah ada sejak tahun 2002. Awalnya bernama Program Studi Pendidikan Luar Sekolah yang ditandai dengan izin operasional nomor 775/D/T/2002 tertanggal 23 April 2002. Maka, pada tahun yang sama, program studi ini menerima mahasiswa angkatan pertama. Tahun 2014, berdasarkan surat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 2300/E3/2014. Sehubungan dengan Surat Keputusan Rektor Universitas Bengkulu Nomor 1944/UN30/HK/2017 tentang Penamaan Program Stdui dan penulisan Gelar Lulusan Program Studi Pendidikan Vokasi, Pendidikan Akademik, dan Pendidikan Profesi Selingkung Universitas Bengkulu dan Surat dari Direktur Pengembangan Kelembagaan Perguruan Tinggi No 4666/L4/KL/2018 maka nama program studi pendidikan luar sekolah mengalami penyesuaian nama menjadi program studi pendidikan nonformal tertanggal 17 Desember 2018.
VISI PROGRAM STUDI S-1 PENDIDIKAN
“Menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan pendidik dan tenaga kependidikan, peneliti pemula/asisten peneliti, praktisi pendidikan nonformal, dan edupreneur di bidang pendidikan nonformal yang unggul, berbudaya dan berdaya saing internasional pada tahun 2032
TUJUAN PROGRAM STUDI S-1 PENDIDIKAN NONFORMAL
- Terselenggaranya pendidikan calon pendidik dan tenaga kependidikan, peneliti pemula/asisten peneliti, praktisi pendidikan nonformal, dan edupreneur Pendidikan Nonformal yang unggul dan kompeten
- Terselenggaranya penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkualitas untuk pendidikan nonformal, informal, dan pengembangan masyarakat
- Terselenggaranya pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas berbasis penelitian sesuai potensi lokal kewirausahaan sosial dan pengembangan masyarakat
- Terselenggaranya jejaring kemitraan dan kerjasama dengan lembaga pemerintahan dan non pemerintahan untuk pengembangan masyarakat;
- Terselenggaranya tata kelola Program Studi PNF berdasarkan pola dan sistem kepemimpinan transformasional dan berintergritas.
STRATEGI PROGRAM S-1 STUDI PENDIDIKAN NONFORMAL
- Meningkatkan kualitas pembelajaran dengan mendesain kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan stakeholder, mengintegrasikan metode pembelajaran inovatif, penggunaan teknologi, pemanfaatan sumber daya lokal serta meningkatkan kemampuan tenaga pengajar dalam merancang, mengimplementasikan strategi pembelajaran yang efektif dan berorientasi pada hasil;
- Memberikan pembinaan karir dan pelatihan tambahan bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan khusus yang dibutuhkan dalam bidang pendidikan nonformal;
- Memfasilitasi kesempatan magang dan kerja sama dengan industri serta lembaga pemerintah dan non-pemerintah untuk memperluas pengalaman praktis mahasiswa.
- Melaksanakan kolaborasi strategis dengan stakeholder untuk meningkatkan akses lulusan agar memiliki peluang kerja dan pengembangan kompetensi.
Learning Outcomes Program Studi S-1 Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu
Program Studi Pendidikan Nonformal telah menyusun LO yang terdiri atas aspek Knowledge and understanding, Skills, dan Autonomy and Responsibility. LO Program Studi Pendidikan Nonformal ini memiliki keterkaitan terhadap capaian European Qualification Framework (EQF) pada level 6 dan Indonesia Qualification Framework (IQF) pada level 7. Salah satu aspek skills mahasiswa Program Studi Pendidikan Nonformal adalah mampu melakukan pembinaan masyarakat dalam bentuk pendidikan non formal.
EQF | KKNI | Pendidikan Non Formal |
Knowledge and understanding | ||
Advanced knowledge of a field of work or study, involving a critical understanding of theories and principles | Menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan tertentu secara umum dan konsep teoritis bagian khusus dalam bidang pengetahuan tersebut secara mendalam, serta mampu memformulasikan penyelesaian masalah prosedural.
|
|
Skills | ||
Advanced skills, demonstrating mastery and innovation, required to solve complex and unpredictable problems in a specialised field of work or study |
|
|
Autonomy and responsibility | ||
| Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab atas pencapaian hasil kerja organisasi.
| Bertanggung jawab dalam bidang penyuluhan, pelatihan, pemberdayaan masyarakat, dan pendidikan nonformal dan informal atas pencapaian hasil kerja secara profes |
Prestasi Dosen
Dosen Program Studi Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu Penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia
Dosen Muda program Studi Pendidikan Nonformal Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu dinyatakan lulus seleksi Program Beasiswa S3 Pendidikan Indonesia.
Beliau bernama Bayu Pradikto, S.Pd., M.Pd. dinyatakan lulus pada Prodi S3 Pendidikan Masyarakat di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung,
Bayu Pradikto mengungkapkan dirinya sangat bersyukur bisa menjadi salah satu penerima beasiswa Pendidikan Indonesia Kemendikbudristek, karena memiliki kesempatan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
“Terima kasih kepada semua pihak atas dukungannya. Mohon doanya, semoga saya dapat menyelesaikan studi dengan baik dan kembali untuk berkontribusi dalam upaya memajukan institusi,”
Dukungan dari Pimpinan secara maksimal membuat saya semangat dalam mempersiapkan persyaratan yang dibutuhkan, butuh kerja keras dan harus bisa melihat peluang atas ketersediaan beasiswa Ujar Bayu.
Koordinator Program Studi Drs. Sofino, M.Pd mengaku turut bangga atas prestasi yang ditorehkan oleh dosen Program Sudi Pendidikan Nonformal. “Ini sebuah prestasi dan kita patut bangga dosen” terangnya.
Drs, Sofino, M. Pd. berharap agar dosen-dosen yang belum S3 bisa menyiapkan diri untuk melanjutkan studi khususnya yang sudah memenuhi syarat baik melalui beasiswa BI maupun beasiswa lainnya, selaku pimpinan akan mendukung penuh dosen-dosen untuk meraih pendidikan S3, dan semoga ini menjadi pemacu semangat dan dorongan bagi dosen dosen lain untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi. “Semoga diberikan kemudahan, kelancaran, dan keberkahan selama menjalani perkuliahan S-3 hingga meraih gelar doktor tepat waktu,”
#WY
Perwakilan Prodi PNF FKIP UNIB Menghadiri Munas IV Ikapenfi Di Semarang
Pada tanggal 23-25 Juni 2022, bertempat di Hotel Grand Candi Semarang Jawa Tengah telah berlangsung Musyawarah Nasional IV Ikatan Akademisi Pendidikan Nonformal dan Informal Indonesia (IKAPENFI). Pada Munas IV IKAPENFI kali ini, Universitas Negeri Semarang (UNNES) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Munas. Kegiatan Munas IV IKAPENFI ini dihadiri oleh beberapa universitas yang memiliki Program Studi/Departemen/Jurusan Pendidikan Luar, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Masyarakat yang ada di Indonesia. Adapun perwakilan universitas yang hadir, antara lain: Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Malang (UM), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Bengkulu (UNIB), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA), Universitas Siliwangi (UNSIL), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), Universitas Muhammadiyah Pare-Pare. “Kegiatan Munas IV IKAPENFI ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi akademisi Pendidikan Nonformal, Pendidikan Luar Sekolah dan Pendidikan Masyarakat untuk bersama-sama menyatukan pikiran, tenaga, untuk memajukan organisasi dan mampu memberikan dampak positif bagi pendidikan di Indonesia”, Tegas Bagus Kisworo (Ketua Panitia Munas). Kegiatan munas ini diawali dengan konvensi yang dilakukan pada hari Kamis, 23 Juni 2022 Pukul 19.30 – selesai. Hadir mengisi konvensi adalah Prof. Dr. Yoyon Suryono, MS (Guru Besar PLS UNY), Prof. Dr. Jamaris, M.Pd (Guru Besar PLS UNP), dan Prof. Dr. Supriyono, M.Pd (Guru Besar PLS UM). Pada sesi pertama, Prof. Yoyon Suryono menekankan pada transformasi sosial yang terjadi di masyarakat yang berkaitan pula dengan perkembangan PLS/PNF; ekosistem PLS/PNF; konteks PLS/PNF dan Fragsis PLS/PNF. Keempat hal tersebut harus berfokus pada solusi yang dapat diberikan bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. Pada sesi kedua, Prof. Jamaris, M.Pd menyampaikan materi tentang “Pendidikan tanpa sekat” seperti yang terjadi pada saat ini (masa pandemic covid-19). Pendidikan menjadi tidak terbatas oleh pemisah antara pendidikan formal, nonformal dan informal, semua seakan menjadi bisa terlaksana bersamaan dan agak sulit mengatakan apakah pola pembelajaran yang digunakan menganut jalur yang dikatakan pendidikan formal, nonformal atau informal. Maka kita sebagai akademisi bidang Pendidikan Luar Sekolah harus melihat fenomena ini sebagai peluang dalam mengembangkan pendidikan nonformal, pendidikan luar sekolah dan pendidikan masyarakat agar memberikan kontribusi bagi pendidikan di Indonesia. Pada sesi ketiga, Prof. Supriyono, M.Pd menyampaikan materi tentang pentingnya peran akademisi pendidikan nonformal dalam ambil bagian memberi masukan bagi RUU Sisdiknas yang saat ini masih menjadi perbincangan public. Harapannya bahwa pendidikan di Indonesia memiliki paying Undang-Undang yang benar-benar dapat membawa pendidikan menjadi lebih baik. Pada hari Jumat 24 Juni 2022 dilakukan kegiatan puncak munas IV IKAPENFI yang memilih kepengurusan baru untuk masa bakti 2022-2026. Maka terpilihlah ketua umum IKAPENFI perempuan pertama, yaitu Prof. Dr. Gunarti Dwi Lestari, M.Si dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Dalam kesempatan ini pula disepakati terdapat beberapa departeman yang akan mendukung kinerja pengurus IKAPENFI yang baru, antara lain: Bidang Organisasi, Bidang Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Bidang Pendidikan dan Pelatihan, Bidang Sistem Informasi dan TIK, Bidang Pengembangan Profesi, Bidang Hubungan Luar Negeri dan Bidang Kemitraan. Selain menyepakati adanya departemen, disepakti pula terdapat coordinator wilayah IKAPENFI, yang terbagi menjadi 6 wilayah: Sumatera, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten, Jawa Timur, Sulawasi, Bali dan Nusa Tenggara. Program Studi Pendidikan Nonformal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu dalam kegiatan ini diwakili oleh Koordinator Prodi PNF (Drs. Sofino, M.Pd) dan Ketua Lab. PNF (Bayu Pradikto, M.Pd). “Kegiatan Munas ini sangat bermanfaat bagi kita sebagai akademisi pendidikan nonformal untuk mengembangkan jaringan kemitraan Prodi PNF, mendapat masukan ilmu pengetahuan terbaru tentang kebijakan-kebijakan dan isu-isu strategis tentang pendidikan nonformal dan informal. Tak kalah pentingnya adalah dapat memberikan dampak besar bagi kemajuan Program Studi PNF khususnya bagi mahasiswa dan lulusan yang nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa dalam bidang yang mereka geluti. Seperti kita ketahui banyak hasil yang kita dapat dalam kegiatan ini, selain kepengurusan IKAPENFI yang baru (masa bakti 2022-2026) juga ada kesepakatan kerjasama antar perguruan tinggi,” ungkap Sofino.
Hima Pendidikan NonFormal MAKRAB (Malam Keakraban) di Tahun 2022
MAKRAB (Malam Keakraban) merupakan salah satu proker Kaderisasi yang bersifat wajib di HIMA PNF. Kegiatan MAKRAB ini dilaksanakan setiap tahun, namun dikarenakan kondisi tahun lalu sangat tidak memungkinkan yang disebabkan oleh adanya virus Covid19 maka kegiatan MAKRAB tahun 2021 yang dikhususkan untuk angkatan 2020 ditunda. Sehingga pada MAKRAB tahun 2022 ini dilangsungkan untuk 2 angkatan yaitu angkatan 2020 dan 2021. Kegiatan MAKRAB tahun ini diadakan di Desa Srikaton Kec. Pondok Kelapa Kab. Bengkulu Tengah Prov. Bengkulu pada tanggal 19 – 20 Maret 2022 dengan tema “Ciptakan Kebersamaan, tumbuhkan persatuan, dan hasilkan persaudaraan dalam MAKRAB HIMA PNF 2022”.
Sebelum kegiatan makrab dimulai maka dilaksanakan upacara pembukaan yang dihadiri oleh Kaprodi PNF Drs. Sofino M.Pd, dosen Prodi PNF Bayu Pradikto M.Pd, Kepala Desa Srikaton Muhammad Sarjoni, serta dampingan langsung dari Ketua Umum Hima PNF Ilham Bakti dan Ketua Panitia MAKRAB Tahun 2022 Rizky Darwanto Sihombing. Pembukaan berlangsung dengan kata sambutan yang disampaikan oleh Kaprodi PNF, dan juga kata sambutan dari kepala desa Srikaton yang sekaligus membuka acara MAKRAB HIMA PNF 2022.
Setelah Acara pembukaan malam hari nya di MAKRAB juga mengadakan satu agenda yaitu PENSI (pentas kesenian). Setiap kelompok harus menampilkan pentas nya,tapi sebelum itu setiap kelompok harus menampilkan yel-yel dari masing masing-masing kelompok.dan juga akan diberi Penilaian Kelompok yang memiliki yel-yel dan Pensi terbaik.Setelah kegiatan Pensi tibalah puncak acara puncak MAKRAB yaitu api unggun, setelah acara api unggun selesai para peserta dan panitia kembali ke tenda untuk istirahat.
Hari kedua MAKRAB yaitu senam di pagi hari lalu disusul dengan makan bersama, setelah makan bersama ada satu agenda lagi yaitu tukar kado. Dan tibalah di penghujung acara yaitu upacara penutupan MAKRAB yang di pimpin sekaligus di tutup oleh Ketua Acara Risky Darwanto S., dan Ketua HIMA PNF Ilham Bakti dan Kegiatan MAKRAB 2022 pun resmi di tutup. Tujuan diadakan kegiatan MAKRAB ini untuk mengakrabkan sesama mahasiswa baru (MABA) dan juga para senior atau kakak tingkat di jurusan PNF
Selamat Datang Dosen Baru Program Studi Pendidikan Nonformal FKIP UNIB 2022
Berdasarkan hasil penerimaan rekrutmen CPNS penempatan Dosen Program Studi Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu tahun 2021, maka dosen Prodi PNF bertambah menjadi 3 orang terdiri dari satu orang laki-laki dua orang perempuan. Hasil ini tentu saja sesuai dengan ajuan kebutuhan dosen yang Prodi PNF. Setelah melalui proses pemberkasan yang cukup, pada tanggal 7 Juni 2022 ketiga dosen CPNS tersebut secara simbolis resmi diserahkan dari pihak Fakultas KIP ke Program Studi Penempatan masing-masing. Untuk lebih dekat dengan para dosen baru, berikut sedikit profilnya:
- Ari Putra, S.Pd., M.Pd merupakan lulusan dari Pascasarjana (Magister) Program Studi Pendidikan Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI Bandung). Beliau juga merupakan alumni sarjana (S1) Pendidikan Luar Sekolah FKIP Universitas Bengkulu.
- Lenni Mantili Hutauruk, S.Pd., M.Ed merupakan lulusan dari Magister Jurusan Adult and Continuing Education di National Chung Cheng University Taiwan. Beliau juga merupakan alumni Sajana (S1) Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Medan (UNIMED).
- Dwi Ismawati, S.Pd., M.Pd merupakan lulusan dari Magister Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Beliau juga lulusan sarjana (S1) Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya (UNSRI).








