TESTIMONI ALUMNI KAMI

"Prodi PNF Universitas Bengkulu memberikan pengalaman berharga yang sangat mendukung perjalanan karir saya. Ilmu dan pembelajaran di sana menjadi fondasi penting bagi saya saat ini. Terima kasih atas dedikasinya. Semoga Prodi PNF Universitas Bengkulu terus maju dan sukses di masa depan."
Alfin Julianto, M.P.d
Dosen-STIT Al-Quraniyah Manna
"Sebagai alumni Pendidikan Nonformal Universitas Bengkulu, saya bersyukur atas pendidikan bermakna yang membekali saya dengan pengetahuan mendalam dan keterampilan praktis. Didukung dosen kompeten dan suasana belajar inspiratif, pengalaman ini memungkinkan saya berkontribusi di pendidikan nonformal dan menghadapi tantangan lapangan dengan percaya diri"
Wiwik Kurniati, S.Pd.
SPNF-SKB Kabupaten Kaur
"Sebagai alumni Pendidikan Nonformal Universitas Bengkulu, saya bangga mendapat pendidikan yang membentuk saya menjadi pendidik profesional. Dengan bimbingan dosen berkompeten dan suasana belajar mendukung, saya dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mendidik siswa berkarakter dan berkontribusi positif bagi masyarakat, meski di luar pendidikan nonformal"
Bheti Fitriani, S.Pd., Gr.
Guru- SMA Negeri 3 Seluma
"Belajar di Prodi PNF sangat seru dan penuh pengalaman berharga, terutama saat terjun langsung ke masyarakat. Banyak ilmu dan keterampilan yang saya peroleh, termasuk motivasi untuk memulai usaha sendiri. Prodi ini benar-benar mendukung pengembangan diri dan membuka peluang nyata untuk sukses di berbagai bidang"
Apri Novita sari, S.Pd.
Wirausaha-Novi Collection
"Alhamdulillah, saya bangga menjadi alumni Prodi PNF FKIP UNIB yang membekali saya menjadi Pamong Belajar. Dosen-dosen yang mumpuni memberikan ilmu dan keterampilan relevan dengan dunia kerja. Pengalaman belajar di prodi ini menjadi fondasi kuat dalam mendukung peran saya di pendidikan nonformal dengan profesional."
Dina Dayanti, M.Pd
SPNF-SKB Bengkulu Tengah
Terima kasih Prodi PNF atas arahan, bimbingan, dan motivasinya selama perkuliahan. Bekal yang diberikan sangat bermanfaat di dunia kerja. Semangat untuk mahasiswa PNF, karena pendidikan tidak hanya formal; PNF hadir melengkapi dunia pendidikan dan membuka peluang lebih luas
Dica Ardita, S.Pd.
SPNF-SKB Bengkulu Tengah

Hima Pendidikan NonFormal Menyelenggarakan PMO (Pelatihan Manajemen Organisasi di Tahun 2022)

PMO (Pelatihan Manajemen Organisasi) yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidkan NonFormal Universitas Bengkulu yang merupakan salah satu proker Kaderisasi wajib di HIMA PNF yang dilaksanakan setiap tahunnya. PMO merupakan suatu wahana pengenalan dan penanaman nilai-nilai ataupun prinsip-prinsip dalam keorganisasian serta ajang pelatihan manajemen mahasiswa baik manajemen diri maupun kelompok. Bentuk kegiatan ini dikemas dengan nama ”PELATIHAN MANAJEMEN ORGANISASI TINGKAT SATU (PMO 1)” yang diselenggarakan untuk angkatan 2021. Kegiatan PMO tahun ini diadakan di GB 3 Ruang 9 FKIP UNIB dan lapangan Grand Korpri RT 14 Bentiring pada tanggal 21-22 Mei 2022  dengan mengangkat tema “Membentuk Jiwa Pemimpin yang CEKAT (Cerdas,Kreatif,Aktif, dan Inovatif) Dalam Organisasi Melalui PMO 1 PNF 2O22”.

Rangkaian kegiatan PMO dimulai dari pembukaan yang dihadiri oleh Wakil dekan lll Dr. Dian Pujianto, S.Pd Jas., M.Or. kaprodi PNF Drs. Sofino M, Pd, dosen Prodi PNF Ari putra M.Pd, dan Lenni mantili H, M.Ed, serta didampingi langsung oleh ketua Umum Hima PNF Ilham Bakti dan Ketua Panitia PMO Tahun 2022 Andika Julian Erza Pratama. Pembukaan berlangsung dengan kata sambutan yang disampaikan oleh Kaprodi PNF dan juga kata sambutan dari Wakil dekan lll yang sekaligus membuka acara PMO HIMA PNF 2022. Dilanjutkan dengan penyampaian materi, yang terdapat 4 materi yaitu materi pertama tentang kepemimpinan yang disampaikan oleh M. Alriansyah Idris sebagai Presiden Mahasiswa Universitas Bengkulu 2022, Materi kedua tentang manajemen organisasi yang disampaikan oleh Ilham Bakti sebagai Ketua Umum HIMA PNF, materi ketiga tentang teknik sidang yang disampaikan oleh Lanai damkuba sebagai Gubernur Hukum 2022 dan  materi keempat tentang manajemen konflik  yang disampaikan oleh Dimas Haryadi Mentri polkastrat 2022 BEM Universitas Bengkulu. Dan panitia juga memberikan waktu peserta untuk bertanya kepada pemateri dan memberikan post tes untuk setiap materi, acara selanjutnya yaitu Quis yang dilakukan oleh panitia kepada peserta untuk mengetahui sebatas mana pemahaman mereka terhadap semua materi yang telah disampaikan.

Berbicara tentang pemberdayaan masyarakat tidak aka nada habisnya, semua elemen harusnya bertanggung jawab terhadap program pemberdayaan yang ada bukan hanya dilaksakan oleh pemertintan tetapi pada akademisi sebagai pengaplikasian ilmu pengetahuan yang sudah didapatkan di perguruan tinggi. Pemberdayaan masyarakat dengan tujuan menjadikan masyarakat menjadi mandiri terampilan dalam bidangnya agar masyarakat dapat meningkatkan kualitas taraf hidup sudah menjadi tugas Bersama untuk memberikan bimbingan kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhan. Pemberdayaan masyarakat bisa dilaksakan dengan program Pelatihan salah satunya yang sudah dilaksakan oleh Progam Studi Pendidikan Nonformal FKIP UNIB yakni memberikan Pelatihan Pemanfaatan Biji Nangka menjadi Keripik di Desa Srikuncoro. Mengapa Biji Nangka dijadikan objek penelitian dikarenakan Nangka menjadi tumbuhan yang banyak dijumpai di desa Srikuncoro ini menjadikan peluang Nangka yang selama ini hanya dikosumsi begitu saja untuk diinovasi agar memiliki nilia ekonomi yang dapat diberdayakan oleh penduduk setempat untuk dijadikan program UMKM.

Pelatihan yang diselenggarakan pada tanggal 21 Maret 2022 bertempatakan di balai desan dengan Dosen yang bertugas yakni Citra Dwi Palenti,. M.Pd, Drs. Rufran Zulkarnain,. M.Pd., dan Dr. Ilham Abdullah,.M.Pd serta melibatkan mahasiswa PNF untuk turut serta dalam kegiatan pemberdayaan. Tujuan dari kegiatan ini tidak lain dan bukan untuk memberikan informasi, wawasan dan pengetahuan kepada masyarakat agar dapat menginovasi sumber daya yang ada di desa. Selama kegiatan masyarakat terutama para ibu-ibu PKK sangat antusias karena selama ini belum terpikirkan bahwa biji Nangka yang selama ini menjadi limbah dapat diberdayakan dan menjadi nilai ekonomi bagi kelompok PKK desa Srikuncoro. Dengan pelatihan ini menjadikan masyarakat lebih kreatif dan inovatif dalam pengelolaan sumber daya yang ada.

Dokumentasi Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat

Hima Pendidikan NonFormal MenyelenggarakanMAKRAB (Malam Keakraban) di Tahun 2022

MAKRAB (Malam Keakraban) merupakan salah satu proker Kaderisasi yang bersifat wajib di HIMA PNF. Kegiatan MAKRAB ini dilaksanakan setiap tahun, namun dikarenakan kondisi tahun lalu sangat tidak memungkinkan yang disebabkan oleh adanya virus Covid19 maka kegiatan MAKRAB tahun 2021 yang dikhususkan untuk angkatan 2020 ditunda. Sehingga pada MAKRAB tahun 2022 ini dilangsungkan untuk 2 angkatan yaitu angkatan 2020 dan 2021. Kegiatan MAKRAB tahun ini diadakan di Desa Srikaton Kec. Pondok Kelapa Kab. Bengkulu Tengah Prov. Bengkulu pada tanggal 19 – 20 Maret 2022 dengan tema “Ciptakan Kebersamaan, tumbuhkan persatuan, dan hasilkan persaudaraan dalam MAKRAB HIMA PNF 2022”.

Kurikukum

Lokakarya Kurikulum OBE Program Studi Pendidikan Nonformal FKIP UNIB

Kurikulum adalah Core Bussiness dalam institusi pendidikan disetiap jenjangnya, termasuk pada pendidikan tinggi . Hal ini sesuai dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 ayat 2 yang menegaskan bahwa kurikulum Pendidikan tinggi dikembangkan oleh setiap perguruan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) untuk setiap program studi yang mencangkup kecerdasan intelektual, akhlak mulia, dan keterampilan.

Langkah pertama program studi Pendidikan Nonformal (PNF) Universitas Bengkulu dalam mengambangkan kurikulum adalah dengan menddeskripsikan rasional pengembangan kurikulum. Kondisi rasional ini mencangkup kajian atau analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan ini berorientasi pada visi dan misi PNF, pengkajian kebutuhan kualifikasi kerja nasional dan internasional, karakteristik mahasiswa, kebutuhan masyarakat, stakeholder, dan perkembangan IPTEK.  Hasil analisis kebutuhan tersebut menjadi dasar dalam merumuskan profil lulusan program studi PNF. Analisis kebutuhan dilakukan melalui tracer study terhadap alumni, focus group discussion (FGD) dengan stakeholders, mengkaji berbagai perkembangan kebijakan dan IPTEK yang mendorong perlunya program studi melakukan perubahan, penyelarasan dan penetapan kurikulu, baru.

Beberapa masukan dari alumni dan mahasiswa PNF terhadap pengembangan kurikulum adalah:

1.      kurikulum mampu memfasilitasi pemahaman ilmu pendidikan nonformal, mendukung proses pembelajaran pada satuan Pendidikan Nonformal meliputi PAUD, PKBM, SKB, dan lain-lain. Serta mampu mendukung pekerjaan kepamongan dan mampu memperkenalkan dunia kerja sejak dini.

2.      Penyelenggaraan kurikulum sesuai kebutuhan Dunia Kerja. Jurusan Pendidikan Nonformal menghasilkan tenaga kependidikan akademik-profesional yang memiliki kemampuan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi di dalam pengelolaan lembaga dan program pendidikan, serta memberdayakan masyarakat di luar sistem pendidikan persekolahan, baik dalam kualitas maupun relevansinya dengan kebutuhan pembangunan.

3.      Pengelola Program pendidikan nonformal (PNF): merencanakan Program PNF, melaksanakan program PNF, mengevaluasi program PNF, menguasai substansi keilmuan yang terkait PNF, menguasai pengelolaan lembaga pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

4.      Pendidik PNF: memahami karakteristik dan kebutuhan warga belajar dalam menyelenggarakan program pembelajaran pada PNF, memahami model-model merancang pembelajaran PNF dan menerapkan strategi pembelajaran yang mendidik pada PNF

5.      Alumni PNF membutuhkan pekerjaan mengenai bidang Pendidikan

6.      Kurikulum yang digunakan baik sesuai dengan jurusan dan pengetahuan yang dibutuhkan di dunia pekerjaan.

PENGABDIAN MASYARAKAT DESA (PMD) TAHUN 2019

Pada tanggal 27 Februari – 1 Maret 2020, bertempat di Desa Sumber Urib Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu telah berlangsung kegiatan Pengabdian oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Non Formal (HIMAPNF). Pengabdian Masyarakat Desa ini merupakan Program Kerja Wajib tahunan yang dilaksanankan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Non Formal terutama Departemen Hubungan dan Masyarakat (HUMAS).

Dalam pelaksanaan PMD ini, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Nonformal mengambil tema :”Membangun karakter mahasiswa yang bercendikiawan dan berjiwa sosial demi pembangunan masyarakat PNF PMD 2020”. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat Desa ini bertujuan untuk melatih Jiwa Sosial Masyarakat mahasiswa dan untuk mewujudkan salah satu misi prodi pendidikan nonformal yaitu Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat berbasis penelitian untuk pengembangan kewirausahaan dan pendidikan masyarakat,

Rangkaian kegiatan Pengabdian Masyarakat Desa ini dimulai dari pembukaan yang dilaksanakan dihalaman Dekanat FKIP dan secara resmi dibuka Oleh Dekan FKIP yaitu Prof. Dr. Sudarwan Danim, dilanjutkan dengan dokumentasi dan keberangkatan peserta menuju lokasi PMD dengan  jarak tempuh 3 jam serta menggunakan Transportasi Bus. Adapun jumlah peserta PMD adalah 52 orang, terdiri atas 11 laki-laki dan 41 perempuan, peserta kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok. Dilanjutkan penerimaan Mahasiswa di kantor desa Sumber Urib dihadiri oleh kepala  desa dan perangkat nya dan Koordinator Prodi PNF yaitu Drs. Sofino, M.Pd dan beberapa dosen lainnya serta mendapatkan arahan dari pak kades tentang rumah orang tua asuh yang ditempati oleh kelompok mahasiswa.

Waktu pelaksanaan 4 Hari 3 malam digunakan dengan melakukan berbagai rangkaian kegiatan yaitu :

  1. Diskusi bersama Karang Taruna
  2. Melaksanakan Pelatihan Pembuatan Gorengan Risol isi Sayuran, dengan memanfaatkan Sumberdaya yang ada disekitar
  3. Melaksanakan Lomba-lomba diantaranya : Lomba Adzan, Lomba Hafal Al qur’an, Lomba Membaca Al’quran. Dll
  4. Ikut serta kegiatan Orang Tua Asuh, berkebun dll.
  5. Ikut serta kegiatan Desa, berdiskusi dan bertanya tentang desa. Dsbg.

Pengabdian Masyarakat Desa ini bisa dibilang KKN Versi kecil, menginap dirumah warga, melaksanakan program pengabdian dan menjadi bagian dari warga desa sumber urib. Tentu kedepannya ada banyak sekali harapan, semoga Kegiatan Pengabdian Masyarakat Desa ini semakin menjadi lebih baik untuk kedepannya