Seminar Nasional & Temu Kolegial IKAPENFI 2025: Revitalisasi Pendidikan Nonformal dan Informal dalam RPJMN 2025–2029

Jakarta, 15-16 September 2025 – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Seminar Nasional dan Temu Kolegial Ikatan Akademisi Pendidikan Nonformal Indonesia (IKAPENFI) yang menghadirkan akademisi dan praktisi dari program studi Pendidikan Nonformal/Pendidikan Masyarakat (PNF/Penmas) seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia.

Mengusung tema “Revitalisasi Pendidikan Nonformal dan Informal dalam RPJMN 2025–2029: Kontribusi Akademisi PNF/Penmas untuk Pendidikan Berkualitas secara Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi komunitas akademik PNF untuk memberikan rekomendasi konkret dalam pembangunan pendidikan Indonesia lima tahun ke depan.

Pembicara pada seminar nasional ini , di antaranya:

  1. Dr. Baharudin, S.Pd., M.Pd. – Direktur Direktorat Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal
  2. Prof. Dr. Komarudin, M.Si. – Rektor UNJ
  3. Prof. Dr. Anan Surtina, M.Pd. – Guru Besar Pendidikan Masyarakat UNJ
  4. Dr. Aip Badrujaman, M.Pd. – Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ
  5. Karta Sasmita, M.Si., Ph.D. – Dosen Pendidikan Masyarakat UNJ
  6. Jean B. Bilala – Community Empowerment Activist, Afrika Selanatn

Selain itu, seminar juga diikuti oleh perwakilan program studi PNF dari berbagai universitas di seluruh Indonesia, baik negeri maupun swasta. Universitas Bengkulu turut ambil bagian melalui delegasi Dr. Ari Putra, M.Pd. dan Nia Ulfasari, M.Pd., yang aktif dalam diskusi akademik maupun forum temu kolegial.

Positioning Paper IKAPENFI

Salah satu agenda penting adalah penyampaian Positioning Paper oleh Prof. Dr. Dra. Gunarti Dwi Lestari, M.Si., M.Pd., Ketua IKAPENFI sekaligus akademisi dari Universitas Surabaya. Dalam paparannya berjudul “Kontribusi Akademisi PNF/Penmas untuk Pendidikan Berkualitas secara Berkelanjutan”, Prof. Gunarti menekankan bahwa PNFI bukan sekadar pelengkap pendidikan formal, melainkan pilar strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing di era perubahan cepat

 

Selamat dan Sukses atas Kelulusan Sertifikasi Dosen (Serdos) Tahun 2025

Program Studi Pendidikan Nonformal, Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu mengucapkan selamat dan sukses kepada para dosen yang berhasil lulus dalam Sertifikasi Dosen (Serdos) Tahun 2025, yaitu:

  • Dr. Ari Putra, S.Pd., M.Pd.

  • Dr. Dwi Ismawati, S.Pd., M.Pd.

  • Citra Dwi Palenti, S.Pd., M.Pd.

Capaian ini menjadi bukti nyata dedikasi dan profesionalisme para dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sertifikasi dosen merupakan pengakuan atas kompetensi, integritas, serta kualitas pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tenaga pendidik di perguruan tinggi.

Dengan kelulusan ini, diharapkan para dosen dapat semakin meningkatkan kontribusinya dalam mengembangkan pendidikan nonformal, memperkuat kualitas akademik, serta memberikan inspirasi bagi mahasiswa dan civitas akademika Universitas Bengkulu.

FKIP Universitas Bengkulu akan terus mendukung dan mendorong prestasi dosen-dosen terbaiknya dalam upaya mewujudkan visi universitas, yaitu “Conveying Better Future”.

Pelaksanaan Ujian Komprehensif Mahasiswa Pendidikan Nonformal FKIP UNIB

Bengkulu – Program Studi Pendidikan Nonformal, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu melaksanakan Ujian Komprehensif pada Sabtu, 13 September 2025. Ujian ini diikuti oleh 46 mahasiswa yang telah memenuhi syarat akademik untuk menempuh tahapan akhir sebelum melanjutkan ke tahap penyusunan tugas akhir.

Kegiatan berlangsung di Laboratorium Komputer FKIP UNIB dengan tertib dan lancar. Ujian komprehensif ini menjadi salah satu tolok ukur capaian kompetensi mahasiswa, baik dalam penguasaan teori maupun penerapan ilmu Pendidikan Nonformal di masyarakat.

Koordinator Program Studi Pendidikan Nonformal menyampaikan harapan agar melalui ujian ini, mahasiswa semakin siap menghadapi tantangan akademik maupun profesional. “Kami berharap ujian komprehensif ini tidak hanya menjadi evaluasi akademik, tetapi juga menjadi sarana untuk memantapkan pemahaman mahasiswa dalam bidang Pendidikan Nonformal. Semoga seluruh mahasiswa dapat lulus dengan hasil terbaik dan mampu memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Dengan terlaksananya ujian ini, Prodi Pendidikan Nonformal FKIP UNIB terus berkomitmen mencetak lulusan yang berkualitas, berintegritas, dan siap mengabdi sesuai bidang keahliannya.

Lab Class: Pelatihan Menulis Karya Ilmiah untuk Mahasiswa Pendidikan Nonformal

Pada Selasa, 9 September 2025, Program Studi Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu menggelar kegiatan Lab Class Pelatihan Menulis Karya Ilmiah: Teknik Penulisan dalam Bahasa Indonesia secara daring melalui Zoom Meeting.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber Lazfihma, S.S., M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNIB, yang menyampaikan materi tentang teknik penulisan karya ilmiah yang baik, benar, dan sesuai kaidah Bahasa Indonesia akademik.

Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 70 mahasiswa Pendidikan Nonformal, yang dengan antusias mengikuti jalannya pelatihan. Peserta mendapatkan wawasan praktis mengenai penyusunan karya ilmiah, mulai dari struktur penulisan, penggunaan bahasa ilmiah, hingga tips menghindari kesalahan umum dalam menulis.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan akademik mereka, khususnya dalam menulis karya ilmiah sebagai bagian penting dari proses perkuliahan dan pengembangan keilmuan. Selain itu, pelatihan ini juga menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi tugas akhir maupun publikasi ilmiah di masa mendatang.

Program Studi Pendidikan Nonformal berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan pengembangan kapasitas mahasiswa, guna mendukung terciptanya lulusan yang unggul, kritis, dan berdaya saing tinggi.

 

DOSEN FKIP UNIB SUKSES DIGITALKAN WARISAN BUDAYA BESUREK MELALUI PROGRAM ECOPRINT UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

BENGKULU – Tim dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu berhasil melaksanakan program inovatif ““Pendampingan Digitalisasi Ecoprint Besurek untuk Anak Berkebutuhan Khusus sebagai Pewarisan Budaya dan Optimalisasi Media Digital sebagai Sarana Edukasi.”” di SLB Negeri 3 Kota Bengkulu pada Juli-Agustus 2025. Program ini menggabungkan pelestarian budaya lokal dengan teknologi digital untuk memberdayakan anak berkebutuhan khusus (ABK).

Ketua tim pengabdian, Dr. Ari Putra, S.Pd., M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Nonformal, bersama Elwan Stiadi, M.Pd. (Pendidikan Matematika) dan Dr. Nafri Yanti, M.Pd. (Pendidikan Bahasa Indonesia), memimpin program yang melibatkan 40 peserta terdiri dari guru dan siswa berkebutuhan khusus.

Kami ingin membuktikan bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki potensi luar biasa dalam berkarya dan melestarikan budaya lokal melalui pendekatan teknologi yang adaptif,” ungkap Dr. Ari Putra.

Salah satu keunggulan program ini adalah pengembangan aplikasi Android yang dirancang khusus untuk kebutuhan ABK. Aplikasi “Ecoprint Besurek” memiliki fitur:

  1. Arsip digital motif ecoprint dengan uraian filosofis
  1. Modul pembelajaran interaktif berbasis prinsip Universal Design for Learning (UDL)
  2. Ruang penelitian inovatif untuk pengembangan teknik ecoprint
  3. Katalog digital produk beserta kisah di balik setiap motif

Motif Besurek yang merupakan warisan budaya khas Bengkulu dengan perpaduan aksara Arab-Melayu, kini terdokumentasi secara digital melalui karya-karya siswa berkebutuhan khusus. Produk yang dihasilkan meliputi tunik, jilbab, gelas ecoprint, dan  taplak meja.

Setiap motif memiliki filosofi mendalam. Misalnya, pola ungu yang menyerupai kaligrafi Besurek melambangkan ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan, sementara unsur bunga jingga mencerminkan semangat dan harapan baru,” jelas salah satu siswa peserta program.

Program ini menerapkan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan sistematis meliputi sosialisasi, pelatihan ecoprint dan literasi digital, penerapan teknologi, pendampingan berkelanjutan, hingga evaluasi komprehensif.

Tim juga melibatkan dua mahasiswa, Tata Octavia dan Ebta Aulia, dalam aktivitas promosi digital dan digitalisasi konten edukatif.

Elwan Stiadi, M.Pd., yang menangani aspek digitalisasi, menekankan dampak positif program bagi masyarakat luas. “Program ini bukan hanya meningkatkan keterampilan ABK, tetapi juga menciptakan ekosistem kreativitas berbasis budaya lokal yang dapat menjadi sumber pendapatan alternatif.

Dr. Nafri Yanti, M.Pd. menjelaskan bahwa program ini akan dilanjutkan melalui pembentukan komunitas praktik antara guru dan orang tua, serta integrasi dalam kurikulum operasional sekolah.

Kami berharap model ini dapat direplikasi di SLB lain di Indonesia dengan adaptasi budaya lokal masing-masing daerah,” tambahnya.

Program yang didanai oleh Direktorat Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Inovasi (DPPM) Kemendikbudristek melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM)

Kepala SLB Negeri 3 Kota Bengkulu Adela Veranti,M.Pd. mengapresiasi program ini sebagai terobosan penting dalam pendidikan inklusif berbasis teknologi dan budaya lokal.

Program ini membuktikan bahwa integrasi teknologi digital dengan pembelajaran berbasis budaya lokal dapat menciptakan pembelajaran yang bermakna dan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus,” pungkasnya.

DOSEN PNF FKIP UNIB LATIH GURU PAUD LESTARIKAN BUDAYA LOKAL MELALUI HAND PUPPET “BUJANG DAN BETERI”

Bengkulu – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu (FKIP UNIB) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pembuatan media bermain berbantuan hand puppet melalui karakter anak Bengkulu “Bujang dan Beteri” di PAUD Haqiqi, Kelurahan Pematang Gubernur, Kota Bengkulu.

Kegiatan yang berlangsung dengan baik ini diikuti oleh 20 guru PAUD Gugus Anyelir dan bertujuan untuk memperkenalkan budaya lokal Bengkulu kepada anak usia dini melalui media pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan.

Acara dibuka langsung oleh Pengelola PAUD Haqiqi sekaligus Ketua IGRA (Ikatan Guru Raudhatul Athfal) Provinsi Bengkulu, Ibu Lirwana, M.TPd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal kepada anak sejak usia dini.

Karakter Bujang dan Beteri merupakan representasi nilai-nilai luhur masyarakat Bengkulu seperti kejujuran, keberanian, kerja keras, dan kesetiaan yang perlu ditanamkan kepada generasi muda,” ujar Ibu Lirwana.

Tim pengabdi yang dipimpin oleh Dr. Ari Putra, M.Pd. sebagai ketua, bersama Dr. Ririn Gusti, M.Pd.I dan mahasiswa Pendidikan Nonformal Putri Ramadani Dewi, memberikan pelatihan komprehensif kepada para peserta.

Kegiatan pelatihan meliputi dua sesi utama:

  1. Para guru dilatih cara membuat boneka tangan dengan karakter “Bujang dan Beteri” menggunakan bahan-bahan sederhana. Karakter ini dirancang khusus untuk menggambarkan ciri khas budaya masyarakat pesisir Bengkulu dengan nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya.
  2. Teknik mendongeng interaktif untuk melengkapi keterampilan para guru, kegiatan ini juga menghadirkan fasilitator dongeng nasional, Dr. Nesna Agustriana, M.Pd., yang memberikan pelatihan teknik mendongeng yang menarik dan interaktif menggunakan media hand puppet.

Dr. Ari Putra menjelaskan bahwa program ini merupakan upaya nyata dalam mengintegrasikan kearifan lokal dengan metode pembelajaran modern. “Melalui media hand puppet ini, anak-anak tidak hanya terhibur, tetapi juga dapat mempelajari nilai-nilai karakter dan budaya lokal dengan cara yang menyenangkan,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga sejalan dengan misi UNIB dalam mengembangkan potensi masyarakat sekitar kampus, khususnya dalam bidang pendidikan anak usia dini yang berbasis budaya lokal.

Para guru PAUD yang mengikuti pelatihan menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka dapat langsung mempraktikkan pembuatan hand puppet dan teknik mendongeng yang telah dipelajari.

Pelatihan ini sangat bermanfaat. Kami jadi memiliki media pembelajaran baru yang menarik dan sarat makna untuk anak-anak didik kami,” kata salah satu peserta pelatihan.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan pendidikan anak usia dini di wilayah pesisir Bengkulu. Para guru yang telah dilatih diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam melestarikan budaya lokal melalui pendidikan. Dengan keberhasilan kegiatan ini, FKIP UNIB membuktikan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga tetap menjaga dan melestarikan kearifan lokal untuk generasi mendatang.

Pelatihan Manajemen Organisasi (PMO) 2025 HIMA PNF Sukses Digelar

Bengkulu, 29 Agustus 2025 – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Nonformal (HIMA PNF) Universitas Bengkulu sukses melaksanakan Pelatihan Manajemen Organisasi (PMO) 2025 dengan tema “Membangun Regenerasi yang Memiliki Kualitas Moral, Jiwa Kepemimpinan, dan Rasa Tanggung Jawab dalam Berorganisasi Melalui PMO HIMA PNF 2025.”

Acara ini berlangsung di Wings Kiri Lab FKIP dan dihadiri oleh 62 peserta yang merupakan mahasiswa Pendidikan Nonformal. Pembukaan kegiatan dihadiri oleh para dosen Program Studi Pendidikan Nonformal dan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FKIP, Dr. Rio Kurniawan, M.Pd.

Dalam sambutannya, Dr. Rio Kurniawan, M.Pd. menyampaikan:
“Organisasi mahasiswa adalah tempat belajar yang luar biasa. Melalui PMO ini, kami berharap mahasiswa mampu membangun jiwa kepemimpinan, menanamkan nilai moral yang baik, serta memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi agar siap menjadi pemimpin masa depan.”

Pelatihan ini menghadirkan pemateri-pemateri hebat, yaitu: Teo Ramadhan Z. (Kepemimpinan), Ilham Bakti, S.Pd.(Manajemen Waktu), Harun Nurhadi (Manajemen Konflik), Eka Bintang Pramana (Teknik Sidang), Tengku Abdul Zikri M. (Manajemen Organisasi).

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai dengan rangkaian materi yang bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, serta kualitas moral dalam organisasi mahasiswa.

 

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan dapat mencetak generasi HIMA PNF yang berkarakter, berintegritas, dan siap berkontribusi dalam pengembangan organisasi mahasiswa di Universitas Bengkulu.

Kuliah Umum: Kebutuhan dan Peluang Jurusan Pendidikan Nonformal Bersama Mahasiswa FIP UNP

Padang, 22 Agustus 2025 – Dalam rangka penguatan wawasan akademik dan profesionalisme mahasiswa, Departemen Pendidikan Nonformal Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang (FIP UNP) menyelenggarakan Kuliah Umum yang menghadirkan dosen tamu dari Program Studi Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu.

Kuliah umum ini mengusung tema “Kebutuhan dan Peluang Jurusan Pendidikan Nonformal”, membahas secara komprehensif mengenai kebutuhan dunia kerja di bidang pendidikan nonformal, peluang kerja baik di dalam maupun luar negeri, serta tantangan yang dihadapi mahasiswa pendidikan nonformal dalam era globalisasi.

Materi disampaikan oleh Lenni Mantili Hutauruk, M.Ed., Dosen Pendidikan Nonformal FKIP UNIB, dan dipandu secara interaktif oleh moderator Dr. Alim Harun Pamungkas, S.Pd., M.Pd., Dosen Departemen Pendidikan Nonformal FIP UNP.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 50 mahasiswa baru Departemen Pendidikan Nonformal FIP UNP yang mengikuti kegiatan dengan antusias. Hal ini terlihat dari enam pertanyaan mendalam yang diajukan oleh peserta, mulai dari persoalan mendasar terkait profil lulusan hingga pandangan kebijakan pemerintah mengenai pengembangan pendidikan nonformal.

Pelaksanaan kuliah umum berlangsung interaktif dengan dukungan moderator yang responsif, mampu mengarahkan diskusi dan memberikan umpan balik yang konstruktif, sehingga mahasiswa dapat memahami materi secara lebih mendalam. “Materi yang disampaikan sangat membuka wawasan kami tentang prospek pendidikan nonformal ke depan. Kami jadi lebih percaya diri menapaki dunia kerja,” ungkap salah satu peserta.

Kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi mahasiswa baru untuk mengembangkan kompetensi diri, memahami peluang karir, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan di dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan adanya kuliah umum ini, terjalin sinergi antara Universitas Bengkulu dan Universitas Negeri Padang dalam upaya memajukan bidang pendidikan nonformal serta mencetak lulusan yang adaptif dan berdaya saing.

Mahasiswa PNF FKIP UNIB Laksanakan Uji Kompetensi di LSP UNP dengan Dua Skema Profesi

Padang, 22 Agustus 2025 – Sebanyak 40 mahasiswa Program Studi Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu mengikuti Uji Kompetensi yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Negeri Padang (UNP). Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan kompetensi profesional mahasiswa agar siap bersaing di dunia kerja.

Uji kompetensi ini terbagi dalam dua skema profesi, yaitu:

  • Skema Trainer (21 peserta) yang dilaksanakan di Kampus Utama UNP
  • Skema Pelaksana Pendamping Pemberdayaan Masyarakat (19 peserta) yang berlangsung di Laboratory Center Department of Non-formal Education

Acara pembukaan Uji Kompetensi berlangsung hangat dan penuh keakraban, dihadiri oleh sejumlah pimpinan penting, di antaranya:

  • Prof. Dr. Ir. Anni Faridah, M.Si. (Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi Informasi UNP)
  • Dr. Mulya Gusman, ST., MT. (Ketua LSP UNP)
  • Dr. Ismaniar, S.Pd., M.Pd. (Kepala Departemen Pendidikan Nonformal FIP UNP)
  • Dr. Ari Putra, M.Pd. (Koordinator Program Studi Pendidikan Nonformal FKIP UNIB)

Sambutan yang diberikan pada sesi pembukaan terasa istimewa. Diawali dengan pantun yang mencairkan suasana, para pimpinan juga menyampaikan pesan motivasi dan harapan agar mahasiswa dapat memanfaatkan uji kompetensi ini sebagai bekal menghadapi dunia kerja. Kehadiran Wakil Rektor Bidang SDM dan Teknologi Informasi UNP di sela-sela kesibukan beliau memberikan kesan mendalam bagi peserta, menandakan dukungan penuh terhadap program ini.

Pelaksanaan uji kompetensi berlangsung kondusif dengan penguji bersertifikat yang memastikan setiap peserta menunjukkan keterampilan sesuai standar kompetensi kerja nasional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan daya saing, profesionalisme, serta siap terjun ke berbagai bidang pekerjaan yang relevan dengan pendidikan nonformal.

Dengan terselenggaranya uji kompetensi ini, Program Studi Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu terus berkomitmen mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.

 

PNF FKIP Universitas Bengkulu Laksanakan Lecturer Mobility, Student Mobility, Staff Mobility, dan Benchmarking Kurikulum di Universitas Negeri Padang

Padang, 20–24 Agustus 2025 – Program Studi Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu melaksanakan serangkaian kegiatan Lecturer Mobility, Student Mobility, Staff Mobility, serta Benchmarking Kurikulum di Departemen Pendidikan Nonformal Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang (FIP UNP).

Kegiatan ini diikuti oleh 40 mahasiswa semester 7 dan didampingi oleh empat dosen, yaitu:

  • Dr. Ari Putra, S.Pd., M.Pd. (Koordinator Program Studi Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu)
  • Drs. Sofino, M.Pd.
  • Nia Ulfasari, M.Pd.
  • Lenni Mantili Hutauruk, M.Ed.

Program Student Mobility ini dirancang untuk memberikan pengalaman akademik dan pengayaan wawasan bagi mahasiswa, khususnya dalam mengenal sistem pembelajaran serta implementasi kurikulum di perguruan tinggi lain. Para mahasiswa mengikuti kegiatan akademik, diskusi ilmiah, serta pengenalan berbagai inovasi pembelajaran yang telah diterapkan di UNP.

Sementara itu, Lecturer Mobility dan Staff Mobility menjadi sarana bagi dosen dan tenaga kependidikan untuk berbagi pengalaman, bertukar informasi, dan memperkuat jejaring kerja sama antarperguruan tinggi. Kegiatan ini juga mencakup sesi diskusi tentang pengelolaan program studi, pengembangan layanan akademik, serta strategi peningkatan kualitas pembelajaran.

Selain itu, dilaksanakan pula Benchmarking Kurikulum di Departemen Pendidikan Nonformal FIP UNP. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan studi banding dan penyelarasan kurikulum agar relevan dengan kebutuhan zaman, sejalan dengan standar nasional dan internasional. Benchmarking ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan dan daya saing lulusan Program Studi Pendidikan Nonformal FKIP UNIB.

Koordinator Prodi Pendidikan Nonformal, Dr. Ari Putra, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya nyata untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa dan dosen. “Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa dapat memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, serta termotivasi untuk terus belajar. Bagi dosen dan tenaga kependidikan, ini adalah kesempatan berharga untuk memperkuat kolaborasi akademik dan meningkatkan kualitas pengelolaan prodi,” ungkapnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara FKIP Universitas Bengkulu dan FIP Universitas Negeri Padang dalam membangun pendidikan nonformal yang inovatif dan berkualitas. Program ini menjadi wujud komitmen Prodi Pendidikan Nonformal FKIP UNIB dalam mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) serta mendorong terciptanya lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di dunia kerja.