Dosen Prodi Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu Menjadi Narasumber Visiting Lecturer di Pendidikan Masyarakat Universitas Ibn Khaldun Bogor

Bengkulu – Program Studi Pendidikan Nonformal (PNF), Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas jejaring dan kontribusi akademik melalui kegiatan Visiting Lecturer di Program Studi Pendidikan Masyarakat, Universitas Ibn Khaldun Bogor.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Ari Putra, S.Pd., M.Pd., Dosen Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu, hadir sebagai narasumber dan menyampaikan materi bertajuk “Analisis Gender dalam Pendidikan Keluarga: Perspektif Kritis, Teoritis, dan Kontekstual serta Pendekatan Akademik & Kritis: Harvard Framework, Moser Framework, Longwe Framework & Path Analysis.”

Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 01 April 2026, pukul 10.00 s.d. 12.00 WIB, melalui Zoom Meeting, dan merupakan bagian dari penguatan pembelajaran pada mata kuliah Gender dalam Pendidikan.

Melalui materi yang disampaikan, mahasiswa diajak untuk memahami isu gender dalam pendidikan keluarga secara lebih komprehensif, baik dari perspektif kritis, teoritis, maupun kontekstual. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai pendekatan dan kerangka analisis gender, seperti Harvard Framework, Moser Framework, Longwe Framework, serta Path Analysis, yang dapat digunakan sebagai instrumen akademik dalam menganalisis berbagai persoalan gender di tengah masyarakat.

Kegiatan Visiting Lecturer ini menjadi ruang kolaborasi akademik yang penting antara Program Studi Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu dan Program Studi Pendidikan Masyarakat Universitas Ibn Khaldun Bogor. Selain memperkuat hubungan kelembagaan antarperguruan tinggi, kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi pengetahuan, pengalaman, dan perspektif ilmiah dalam pengembangan kajian pendidikan masyarakat.

Partisipasi dosen Prodi Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu sebagai narasumber dalam forum akademik lintas kampus menunjukkan bahwa kontribusi keilmuan dosen tidak hanya berdampak di lingkungan internal kampus, tetapi juga memberi manfaat yang lebih luas bagi penguatan kapasitas akademik di perguruan tinggi lain.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi akademik antarperguruan tinggi dapat terus ditingkatkan, sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih luas dalam bidang pendidikan nonformal, pendidikan masyarakat, penelitian, pengabdian, serta pengembangan keilmuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan Visiting Lecturer ini juga menjadi wujud nyata semangat Kampus Berdampak, di mana dosen dan institusi pendidikan tinggi terus berkontribusi aktif dalam membangun ekosistem pembelajaran yang terbuka, kolaboratif, dan berorientasi pada perubahan sosial yang positif.