Berita Pengabdian

Penerapan Aplikasi Sistem Peningkatan Mutu Program Studi Berbasis Standar Akreditasi Nasional

Kegiatan penerapan ini dilaksanakan pada 5 Desember 2022. Kegiatan penerapan ini berjudul “ Penerapan Aplikasi Sistem Peningkatan Mutu Program Studi Berbasis Standar Akreditasi Nasional “ Rangkaian dari acara tersebut sebagai berikut.

     1.      Pembukaan

     2.      Penyampaian materi

     3.      Diskusi dan tanya jawab

     4.      Foto Bersama

    5.      Penutup

Kegiatan berlangsung selama kurang lebih dari 3 jam dan tanpa ada kendala dalam kegiatan penerapan ini, lalu dengan diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab dengan tujuan untuk menambah pemahaman Penerapan Aplikasi Sistem sehingga hasil dari dampak kegiatan penerapan ini bisa baik bagi program studi.

Pengabdian Kepada Masyarakat

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Bahasa Inggris: Pendampingan Penyusunan Kurikulum Operasional Sekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Bengkulu Selatan

Implementasi program pembelajaran di Satuan Pendidikan tidak terlepas dari kurikulum pembelajaran. Kurikulum yang sifatnya dinamis menuntut adanya perbaikan kurikulum sehingga pembelajaran bisa maksimal. Kurikulum operasional di unit pengajaran berisi semua gagasan proses belajar yang diadakan di unit pengajaran, sebagai dasar semua penyelenggaraan evaluasi. Untuk menjadikan proses memiliki makna, kurikulum operasional unit pengajaran dikembangkan sesuai kerangka dan keperluan peserta didik dan unit pengajaran. Agar bermakna, kurikulum operasional satuan pendidikan dikembangkan sesuai dengan konteks dan kebutuhan peserta didik dan satuan pendidikan.

Dosen Pendidikan nonformal dan bahasa inggris FKIP UNIB berkolaborasi dalam mendampingi sekolah penggerak untuk dapat mengembangkan kurikulum operasional sekolah (29 Oktober 2022). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari FKIP UNIB yaitu Ari Putra, M.Pd. (Dosen Pendidikan Nonformal) dan Lia Haryana, M.Pd. (Dosen Pendidikan Bahasa Inggris).

Kegiatan ini berlangsung selama 3 jam pembelajaran. Dengan tahapan peserta diminta untuk melakukan diskusi kelompok membuat analisis karakteristik satuan pendidikan di SLB Negeri 1 Bengkulu Selatan. Selanjutnya, peserta melakukan analisis  dengan mengobservasi potensi bentang alam yang dominan di sekitar sekolah; karakteristik masyarakat di sekitar sekolah; kekhasan/tradisi yang cukup kuat di sekolah/daerah; peta profil guru, siswa, dan orangtua di sekolah, dan kemitraan/kerjasama sekolah dengan pihak lain. Lalu, peserta juga diminta untuk menurunkan hasil analisis karakteristik satuan pendidikan yang telah dibuat menjadi visi, misi dan tujuan satuan pendidikan jangka pendek (untuk satuan pendidikan secara umum) atau visi, misi, dan tujuan program keahlian jangka pendek (untuk kecakapan siswa). Viisi, misi, dan tujuan satuan pendidikan yang dibuat bersifat kontekstual dan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan satuan pendidikan masing-masing, serta berpusat pada peserta didik.
 
Kegiatan ini di dukung sepenuhnya oleh SLB Negeri 1 Bengkulu Selatan dengan hadirnya Guru-guru dan Kepala Sekolah untuk mengembangkan kurikulum operasional sekolah. Bapak Gunawan selaku Kepala Sekolah SLB Negeri 1 Bengkulu Selatan mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat berdampak untuk sekolah karena guru yang terlibat dapat bertanya langsung dalam mengembangkan kurikulum operasional sesuai dengan acuan kurikulum merdeka.

Pemberdayaan Masyarakat- Penguatan Digitalisasi Desa

Pelatihan Penguatan Digitalisasi Bagi Pemuda Desa Tangsi Duren Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang



Istilah Pelatihan (training) dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah proses, cara, perbuatan melatih; pekerjaan melatih. Pelatihan menjadi suatu upaya pengembangan sumber daya manusia dalam sebuah organisasi atau masyarakat (Syihabuddin, dkk 2007). Kegiatan pelatihan dimaksudkan untuk memperbaiki dan mengembangkan keterampilan serta kemampuan teknis. Melalui pelatihan mereka akan mampu menguasai spesialisasi ilmu atau keahlian dan keterampilan yang tinggi, ahli dan terampil dalam mengoperasikan atau mengembangkan teknologi yang sedang berkembang saat ini.

 

Digitasi adalah rangkaian aktivitas atau proses mengubah informasi atau data nondigital menjadi data atau informasi dalam bentuk digital. Suatu entitas atau organisasi yang menggunakan informasi atau data digital guna mengembangkan atau meningkatkan skala bisnisnya untuk menyederhanakan berbagai aktivitas dan proses dalam entitas tersebut atau untuk memperoleh laba yang semakin besar, hal tersebut dikatakan sebagai proses digitalisasi. Sedangkan hasil yang diperoleh dari proses digitasi dan digitalisasi dikenal dengan istilah trnasformasi digital (Wahyuningsih, 2022).

 

Digitasi maupun digitalisasi merupakan tahapan dari suatu proses menuju suatu perubahan yang adaptif yaitu transformasi digital. Transformasi digital meliputi seluruh aktivitas dalam bisnis, dan implementasinya tidak hanya sekedar pemanfaatan teknologi, tetapi juga menyangkut hal-hal yang terkait berbagai komponen yang terlibat dalam bisnis, antara lain sumberdaya manusia, finansial dan sumberdaya lainnya (Heriady, 2021).

 

Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 22 Oktober 2022 di desa Tangsi Duren Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang. Sasaran pelatihan pada pemberdayaan masyarakat ini adalah Pemuda di Desa Tangsi Duren, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini berjudul “Pelatihan Penguatan Digitalisasi Bagi Pemuda di Desa Tangsi Duren, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang ”. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai desa Tangsi Duren pada pukul 14.00 – 16.00 WIB, dengan rangkaian acara sebagai berikut:

1.    Pembukaan

2.    Penyampaian materi

3.    Ice breaking dan peregangan

4.    Praktik langsung

5.    Foto bersama

6.    Penutup

 

Peserta yang datang pada acara ini adalah 24 orang. Kegiatan berjalan dengan sangat baik karena antusiasisme dari masyarakat desa Tangsi Duren khususnya para pemuda desa Tangsi duren. Karena kegiatan pelatihan yang diberikan merupakan pelatihan yang sangat mereka butuhkan. Diketahui bahwasanya Kecamatan Kabawetan merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Kepahiang dengan destinasi wisata alam yang cukup banyak dan potensial untuk dikembangkan. Wisata alam yang indah apabila tidak dikelola dengan tepat maka akan menjadi sia-sia.  Kegiatan berlangsung selama 1 jam 45 menit tanpa ada kendala yang berarti, diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab untuk menambah pemahan para karang taruna, sehingga hasil dari kegiatan pelatihan ini bisa langsung mereka aplikasikan untuk mengembangkan beberapa wisata yang ada diDesa Tangsi Duren Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang.

 

Pengabdian Masyarakat- Pembuatan Jagung Herbal

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE Pelatihan Pembuatan Jagung Herbal di Desa Tangsi Duren Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang

Pelatihan Pembuatan Jagung Herbal di Desa Tangsi Duren Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang bertujuan untuk memberikan motivasi, pengetahuan dan ketrampilan/keahlian dasar dengan pengelolaan jagung menjadi jagung herbal sehingga dapat memiliki harga jual yang tinggi. Pada akhirnya hasil pelatihan ini dapat menjadikan ibu-ibu masyarakat desa Tangsi Duren mengelola jagung menjadi jagung herbal dan dapat meningkatkan penghasilan keluarga

Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 22 Oktober 2022 di desa Tangsi Duren Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang. Sasaran pelatihan pada pemberdayaan masyarakat ini adalah ibu-ibu Desa Tangsi Duren, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini berjudul “Pelatihan Pembuatan Jagung Herbal Bagi Masyarakat khususnya ibu-ibu di Desa Tangsi Duren, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang ”. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai desa Tangsi Duren pada pukul 16.00 – 18.00 WIB, dengan rangkaian acara sebagai berikut:

1.    Pembukaan

2.    Penyampaian materi

3.    Ice breaking dan peregangan

4.    Praktik langsung

5.    Foto bersama

6.    Penutup

Peserta yang datang pada acara ini adalah 15 orang. Kegiatan berjalan dengan sangat baik karena antusiasisme dari masyarakat desa Tangsi Duren khususnya para ibu-ibu desa Tangsi duren. Karena kegiatan pelatihan yang diberikan merupakan pelatihan yang sangat mereka butuhkan. Diketahui bahwasanya Kecamatan Kabawetan merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Kepahiang dengan destinasi wisata alam yang cukup banyak dan potensial untuk dikembangkan di perkenalakan kepada masyarakat luas. Salah satu media yang dapat digunakan untuk memperkenalkan potensi wisata yang ada dengan cepat adalah melalui digitalisasi. Kegiatan berlangsung selama kurang lebih 2 jam tanpa ada kendala yang berarti, diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab untuk menambah pemahan para ibu-ibu, sehingga hasil dari kegiatan pelatihan ini bisa langsung mereka aplikasikan untuk dapat meningkat perekonomian keluarga.

Pemberdayaan Masyarakat- Penguatan Kelompok Masyarakat Sadar Wisata

Pelatihan Penguatan Kelompok Masyarakat Sadar Wisata (POKDARWIS) Desa Tangsi Duren Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang

Pembentukan kelompok sadar wisata, sebagai wujud dari konsep pengembangan potensi pariwisata berbasis masyarakat mulai dilakukan pemerintah daerah.Pembentukan pokdarwis ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat disekitar lokasi pariwisata mengenai pentingnya keterlibatan warga secara langsung dalam menjaga serta mengembangkan objek wisata yang ada di masing-masing wilayah. Pembentukan 1kelompok sadar wisata mempunyai maksud mengembangkan kelompok masyarakat yang dapat berperan sebagai motivator,penggerak serta komunikator dalam upaya meningkatkan kesiapan dan kepedulian masyarakat disekitar destinasi pariwisata atau lokasi daya tarik wisata agar dapat berperan sebagai tuan rumah yang baik bagi berkembangnya kepariwisataan, serta memiliki kesadaran akan peluang dan nilai manfaat yang dapat dikembangkan dari kegiatan pariwisata untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Dimana tujuan pembentukan POKDARWIS adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatkan posisi dan peran masyarakat sebagai subjek atau pelaku penting dalampembangunan kepariwisataan,serta dapat bersinergi dan bermitra dengan pemangkukepentingan terkait dalam meningkatkan 1kualitas perkembagan kepariwisataan
  2. Membangun dan menumbuhkan sikap dan 1dukungan positif masyarakat sebagai tuanrumah melalui perwujudan nilai-nilai Sapta Pesona bagi tumbuh dan berkembangnyakepariwisatan didaerah dan manfaatnya bagi pembangunan daerah maupunkesejahteraan masyarakat.
  3. Memperkenalkan,melestarikan dan memanfaatkan potensi daya tarik wisata yangada dimasing-masing daerah (Tengah, 2020).

Pelatihan dilaksanakan tatap muka (nonvirtual) langsung dan mematuhi protokol kesehatan, dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2022. Sasaran pelatihan ini adalah pemuda karang taruna desa perangkat desa Tangsi Duren Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang, yang dihadiri 21 peserta. Tempat pertemuan di balai desa pukul 16:00 sampai 17:45 WIB. Bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pelatihan adalah gedung, meja, kursi, materi pemberdayaan, laptop, infokus, speaker, dan presensi. 

Peserta yang datang pada acara ini adalah 21 orang. Kegiatan berjalan dengan sangat baik karena antusiasisme dari masyarakat desa Tangsi Duren khususnya para Karang Taruna. Karena kegiatan pelatihan yang diberikan merupakan pelatihan yang sangat mereka butuhkan. Diketahui bahwasanya Kecamatan Kabawetan merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Kepahiang dengan destinasi wisata alam yang cukup banyak dan potensial untuk dikembangkan. Wisata alam yang indah apabila tidak dikelola dengan tepat maka akan menjadi sia-sia.  Kegiatan berlangsung selama 1 jam 45 menit tanpa ada kendala yang berarti, diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab untuk menambah pemahan para karang taruna, sehingga hasil dari kegiatan pelatihan ini bisa langsung mereka aplikasikan untuk mengembangkan beberapa wisata yang ada diDesa Tangsi Duren Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang.

Pemberdayaan Pokdarwis Dalam Mengembangkan Desa Wisata Di Desa Tanggo Raso, Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan

Sabtu, 17 September 2022 telah dilakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat Di Desa Tanggo Raso, Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan. Sasaran pada pemberdayaan masyarakat ini adalah warga Desa Tanggo Raso, Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini berjudul “Pemberdayaan Pokdarwis Dalam Mengembangkan Desa Wisata Di Desa Tanggo Raso, Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan”.

Adapun rangkaian kegiatan sebagai berikut.

1.      Pembukaan

2.       Penyampaian materi

3.       Ice breaking dan peregangan

4.       Foto bersama

5.       Penutup

Kegiatan berlangsung selama kurang lebih 3 jam tanpa ada kendala yang berarti, diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab untuk menambah pemahaman warga belajar mengenai Pengembangan Program Wisata bersama dengan anggota Pokdarwis, masyarakat lokal, dan stakeholder terkait untuk mengembangkan program-program wisata yang menarik dan sesuai dengan potensi serta kebutuhan pasar.

Teaching Material Learning

Modul as a Teaching Material: Ethno-Andragogy


The non-formal education study program uses learning companion supplements developed by each lecturer who teaches courses in the non-formal education study program. One example is the Ethno-andragogy module developed by a lecturer in the Adult Education/Andragogy course. This module is a learning companion to teach adults based on local wisdom.
Short description of the Ethno-andragogy module:
Ethno-andragogy is a teaching material that complements learning tools for the Adult Education Non-Formal Education study program. Several studies in this module explain andragogy as a learning approach and the people of the Lembak tribe as learning objects. Not only that, there are cultural values closely related to learning, so these values become an approach for adult learning, especially for the people of the Lembak tribe, Bengkulu province. This module consists of 6 learning activities.
Learning Activity 1: Philosophy of Adult Education
Learning Activity 2: Lembak Tribe Society
Learning Activity 3: Local Wisdom Values of Lembak-Tribal Communities
Learning Activity 4: Facilitation: Teaching and Learning Process in the Lembak Tribe society
Learning Activity 5: Learning Principles of Adult Education in Society Lembak Tribe
Learning Activities. 6: Evaluation of Adult Education at the Lembak Tribe Society

The following is a display of the Ethno-Andragogy module.