Author: Adm-pnf
Profil Program Studi S-1 Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu
Program Studi Pendidikan Nonformal sudah ada sejak tahun 2002. Awalnya bernama Program Studi Pendidikan Luar Sekolah yang ditandai dengan izin operasional nomor 775/D/T/2002 tertanggal 23 April 2002. Maka, pada tahun yang sama, program studi ini menerima mahasiswa angkatan pertama. Tahun 2014, berdasarkan surat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 2300/E3/2014. Sehubungan dengan Surat Keputusan Rektor Universitas Bengkulu Nomor 1944/UN30/HK/2017 tentang Penamaan Program Stdui dan penulisan Gelar Lulusan Program Studi Pendidikan Vokasi, Pendidikan Akademik, dan Pendidikan Profesi Selingkung Universitas Bengkulu dan Surat dari Direktur Pengembangan Kelembagaan Perguruan Tinggi No 4666/L4/KL/2018 maka nama program studi pendidikan luar sekolah mengalami penyesuaian nama menjadi program studi pendidikan nonformal tertanggal 17 Desember 2018.
VISI PROGRAM STUDI S-1 PENDIDIKAN
“Menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan pendidik dan tenaga kependidikan, peneliti pemula/asisten peneliti, praktisi pendidikan nonformal, dan edupreneur di bidang pendidikan nonformal yang unggul, berbudaya dan berdaya saing internasional pada tahun 2032
TUJUAN PROGRAM STUDI S-1 PENDIDIKAN NONFORMAL
- Terselenggaranya pendidikan calon pendidik dan tenaga kependidikan, peneliti pemula/asisten peneliti, praktisi pendidikan nonformal, dan edupreneur Pendidikan Nonformal yang unggul dan kompeten
- Terselenggaranya penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkualitas untuk pendidikan nonformal, informal, dan pengembangan masyarakat
- Terselenggaranya pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas berbasis penelitian sesuai potensi lokal kewirausahaan sosial dan pengembangan masyarakat
- Terselenggaranya jejaring kemitraan dan kerjasama dengan lembaga pemerintahan dan non pemerintahan untuk pengembangan masyarakat;
- Terselenggaranya tata kelola Program Studi PNF berdasarkan pola dan sistem kepemimpinan transformasional dan berintergritas.
STRATEGI PROGRAM S-1 STUDI PENDIDIKAN NONFORMAL
- Meningkatkan kualitas pembelajaran dengan mendesain kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan stakeholder, mengintegrasikan metode pembelajaran inovatif, penggunaan teknologi, pemanfaatan sumber daya lokal serta meningkatkan kemampuan tenaga pengajar dalam merancang, mengimplementasikan strategi pembelajaran yang efektif dan berorientasi pada hasil;
- Memberikan pembinaan karir dan pelatihan tambahan bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan khusus yang dibutuhkan dalam bidang pendidikan nonformal;
- Memfasilitasi kesempatan magang dan kerja sama dengan industri serta lembaga pemerintah dan non-pemerintah untuk memperluas pengalaman praktis mahasiswa.
- Melaksanakan kolaborasi strategis dengan stakeholder untuk meningkatkan akses lulusan agar memiliki peluang kerja dan pengembangan kompetensi.
Struktur Organisasi Program Studi S-1 Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu
Struktur Organisasi Program Studi S-1 Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu
Pimpinan Program Studi S1 Pendidikan Nonformal FKIP UNIB
KOORDINATOR PROGRAM STUDI S-1 PENDIDIKAN NONFORMAL FKIP UNIVERSITAS BENGKULU
Nama | : | ARI PUTRA |
Perguruan Tinggi | : | |
Program Studi | : | |
Jenis Kelamin | : | Laki-Laki |
Pendidikan Tertinggi | : | S3 |
Status Ikatan Kerja | : | Dosen Tetap |
Status Aktivitas | : | Aktif |
KOORDINATOR GUGUS KENDALI MUTU PROGRAM STUDI S-1 PENDIDIKAN NONFORMAL FKIP UNIVERSITAS BENGKULU
Nama | : | NIA ULFASARI |
Perguruan Tinggi | : | |
Program Studi | : | |
Jenis Kelamin | : | Perempuan |
Pendidikan Tertinggi | : | S2 |
Status Ikatan Kerja | : | Dosen Tetap |
Status Aktivitas | : | Aktif |
KEPALA LABORATORIUM PROGRAM STUDI S-1 PENDIDIKAN NONFORMAL FKIP UNIVERSITAS BENGKULU
Nama | : | SOFINO |
Perguruan Tinggi | : | |
Program Studi | : | |
Jenis Kelamin | : | Laki-laki |
Pendidikan Tertinggi | : | S3 |
Status Ikatan Kerja | : | Dosen Tetap |
Status Aktivitas | : | Aktif |
Learning Outcomes Program Studi S-1 Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu
Program Studi Pendidikan Nonformal telah menyusun LO yang terdiri atas aspek Knowledge and understanding, Skills, dan Autonomy and Responsibility. LO Program Studi Pendidikan Nonformal ini memiliki keterkaitan terhadap capaian European Qualification Framework (EQF) pada level 6 dan Indonesia Qualification Framework (IQF) pada level 7. Salah satu aspek skills mahasiswa Program Studi Pendidikan Nonformal adalah mampu melakukan pembinaan masyarakat dalam bentuk pendidikan non formal.
EQF | KKNI | Pendidikan Non Formal |
Knowledge and understanding | ||
Advanced knowledge of a field of work or study, involving a critical understanding of theories and principles | Menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan tertentu secara umum dan konsep teoritis bagian khusus dalam bidang pengetahuan tersebut secara mendalam, serta mampu memformulasikan penyelesaian masalah prosedural.
|
|
Skills | ||
Advanced skills, demonstrating mastery and innovation, required to solve complex and unpredictable problems in a specialised field of work or study |
|
|
Autonomy and responsibility | ||
| Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab atas pencapaian hasil kerja organisasi.
| Bertanggung jawab dalam bidang penyuluhan, pelatihan, pemberdayaan masyarakat, dan pendidikan nonformal dan informal atas pencapaian hasil kerja secara profes |
Prestasi Dosen
Dosen Program Studi Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu Penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia
Dosen Muda program Studi Pendidikan Nonformal Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu dinyatakan lulus seleksi Program Beasiswa S3 Pendidikan Indonesia.
Beliau bernama Bayu Pradikto, S.Pd., M.Pd. dinyatakan lulus pada Prodi S3 Pendidikan Masyarakat di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung,
Bayu Pradikto mengungkapkan dirinya sangat bersyukur bisa menjadi salah satu penerima beasiswa Pendidikan Indonesia Kemendikbudristek, karena memiliki kesempatan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
“Terima kasih kepada semua pihak atas dukungannya. Mohon doanya, semoga saya dapat menyelesaikan studi dengan baik dan kembali untuk berkontribusi dalam upaya memajukan institusi,”
Dukungan dari Pimpinan secara maksimal membuat saya semangat dalam mempersiapkan persyaratan yang dibutuhkan, butuh kerja keras dan harus bisa melihat peluang atas ketersediaan beasiswa Ujar Bayu.
Koordinator Program Studi Drs. Sofino, M.Pd mengaku turut bangga atas prestasi yang ditorehkan oleh dosen Program Sudi Pendidikan Nonformal. “Ini sebuah prestasi dan kita patut bangga dosen” terangnya.
Drs, Sofino, M. Pd. berharap agar dosen-dosen yang belum S3 bisa menyiapkan diri untuk melanjutkan studi khususnya yang sudah memenuhi syarat baik melalui beasiswa BI maupun beasiswa lainnya, selaku pimpinan akan mendukung penuh dosen-dosen untuk meraih pendidikan S3, dan semoga ini menjadi pemacu semangat dan dorongan bagi dosen dosen lain untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi. “Semoga diberikan kemudahan, kelancaran, dan keberkahan selama menjalani perkuliahan S-3 hingga meraih gelar doktor tepat waktu,”
#WY
Berita Pengabdian
Pelatihan Pengembangan Potensi Objek Wisata di Desa Tanggo Raso Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan
Kegiatan Pelatihan Pengembangan Potensi Objek Wisata di Desa Tanggo Raso, Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan. ini dilaksanakan pada Juli 2022 di Kabupaten Bengkulu Selatan Sasaran kegiatan pada pelatihan ini adalah warga Desa Tanggo Raso, Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan.Kegiatan pelatihan ini berjudul Pelatihan Pengembangan Potensi Objek Wisata di Desa Tanggo Raso, Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan.
Rangkaian acara sebagai berikut.
1. Pembukaan oleh Kepala Desa Tanggo Raso, Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan.
2. Penyampaian materi
3. Diskusi dan tanya jawab
4. Ice breaking dan peregangan
5. Foto bersama
6. Penutup
Kegiatan berlangsung selama kurang lebih 2 jam tanpa ada kendala yang berarti. Kegiatan pelatihan ini berjudul Pelatihan Pengembangan Potensi Objek Wisata di Desa Tanggo Raso, Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan. Kegiatan berjalan dengan baik dan lancar. Dapat disimpulkan kegiatan pelatihan berhasil. Keberhasilan ini ditunjukan dengan peningkatan Pemahaman Warga Mengenai Pengembangan Potensi Objek Wisata di Desa Tanggo Raso, Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pengoperasian Komputer (Microsoft Word) Bagi Perangkat Desa di Desa Sri Kuncoro Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah
Pelatihan merupakan ajang peningkatakan kualitas dan mutu pada diri seseorang dengan diikutsertakan seseorang dalam pelatihan maka dapat menambah kualtas, kemampuan dan keterampilan. Pelatihan beruhsana menjadikan sumber daya manusia menjadi bertambah wawasan dan ilmu pengetahuan dengan pelatihan dihadapakan sumber daya manusia dapat bekerja dengan maksimal yang sesuai pada bidangnya. Pendidikan Nonformal merupakan salah satu jalur khusus Pendidikan yang membuka peluang masyarakat untuk meningkatkan kualitas Pendidikan yang tidak dirasakan pada Pendidikan formal, Sudjana mengajatakan bahwa Pendiidkan Nonformal merupakan penganti, penambah dan pelengkap bagi Pendidikan Formal untuk itulah Progran Studi Pendidikan Nonformal hadir ke masyarakat untuk menjebatani Pendidikan pada kebutuhan masyarakat.
Pelatihan Pengopasian Komputer yang telah dilaksakan oleh Program PNF FKIP UNIB pada tanggal 20 Maret 2022 ini merupakan gagasan dari ide masyarakat Desa Srikunco untuk dapat meningkatkan kulitas para perangkat desa dalam melaksakana pelayanan kepada masyarakat, diharapkan dari luaran pelatihan ini para perangkat desa dapat refleksing dan menambah pengethuan serta pengalaman dalam kegiatan pelatihan pengoprasian computer. Adapun para dosen yang terlibat dalam program pelatihan ini merupakan dosen yang dapat dikatakan sudah ahli deprogram pengoprasiain computer tidak hanya dosen disini juga melibatkan mahasiswa dalam kegiatan, Adapun dosen tersebut Ririn Gusti, M.Pd.I., dan Drs. Agus Zainal,. M.Pd. kegiatan pemberdayaan pelatihan ini dilaksakan 1 hari dengan melibtakan seluruh perangkat desa Srikuncoro. Kegiatan berjalan dengan lancar, para peserta antusias dalam kegiatan dan luaran yang diharapakan terdapat buku panduan agar para perangkat desan dapat mengulang hasil pelatihan secara mandiri.
Perwakilan Prodi PNF FKIP UNIB Menghadiri Munas IV Ikapenfi Di Semarang
Pada tanggal 23-25 Juni 2022, bertempat di Hotel Grand Candi Semarang Jawa Tengah telah berlangsung Musyawarah Nasional IV Ikatan Akademisi Pendidikan Nonformal dan Informal Indonesia (IKAPENFI). Pada Munas IV IKAPENFI kali ini, Universitas Negeri Semarang (UNNES) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Munas. Kegiatan Munas IV IKAPENFI ini dihadiri oleh beberapa universitas yang memiliki Program Studi/Departemen/Jurusan Pendidikan Luar, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Masyarakat yang ada di Indonesia. Adapun perwakilan universitas yang hadir, antara lain: Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Malang (UM), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Bengkulu (UNIB), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA), Universitas Siliwangi (UNSIL), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), Universitas Muhammadiyah Pare-Pare. “Kegiatan Munas IV IKAPENFI ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi akademisi Pendidikan Nonformal, Pendidikan Luar Sekolah dan Pendidikan Masyarakat untuk bersama-sama menyatukan pikiran, tenaga, untuk memajukan organisasi dan mampu memberikan dampak positif bagi pendidikan di Indonesia”, Tegas Bagus Kisworo (Ketua Panitia Munas). Kegiatan munas ini diawali dengan konvensi yang dilakukan pada hari Kamis, 23 Juni 2022 Pukul 19.30 – selesai. Hadir mengisi konvensi adalah Prof. Dr. Yoyon Suryono, MS (Guru Besar PLS UNY), Prof. Dr. Jamaris, M.Pd (Guru Besar PLS UNP), dan Prof. Dr. Supriyono, M.Pd (Guru Besar PLS UM). Pada sesi pertama, Prof. Yoyon Suryono menekankan pada transformasi sosial yang terjadi di masyarakat yang berkaitan pula dengan perkembangan PLS/PNF; ekosistem PLS/PNF; konteks PLS/PNF dan Fragsis PLS/PNF. Keempat hal tersebut harus berfokus pada solusi yang dapat diberikan bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. Pada sesi kedua, Prof. Jamaris, M.Pd menyampaikan materi tentang “Pendidikan tanpa sekat” seperti yang terjadi pada saat ini (masa pandemic covid-19). Pendidikan menjadi tidak terbatas oleh pemisah antara pendidikan formal, nonformal dan informal, semua seakan menjadi bisa terlaksana bersamaan dan agak sulit mengatakan apakah pola pembelajaran yang digunakan menganut jalur yang dikatakan pendidikan formal, nonformal atau informal. Maka kita sebagai akademisi bidang Pendidikan Luar Sekolah harus melihat fenomena ini sebagai peluang dalam mengembangkan pendidikan nonformal, pendidikan luar sekolah dan pendidikan masyarakat agar memberikan kontribusi bagi pendidikan di Indonesia. Pada sesi ketiga, Prof. Supriyono, M.Pd menyampaikan materi tentang pentingnya peran akademisi pendidikan nonformal dalam ambil bagian memberi masukan bagi RUU Sisdiknas yang saat ini masih menjadi perbincangan public. Harapannya bahwa pendidikan di Indonesia memiliki paying Undang-Undang yang benar-benar dapat membawa pendidikan menjadi lebih baik. Pada hari Jumat 24 Juni 2022 dilakukan kegiatan puncak munas IV IKAPENFI yang memilih kepengurusan baru untuk masa bakti 2022-2026. Maka terpilihlah ketua umum IKAPENFI perempuan pertama, yaitu Prof. Dr. Gunarti Dwi Lestari, M.Si dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Dalam kesempatan ini pula disepakati terdapat beberapa departeman yang akan mendukung kinerja pengurus IKAPENFI yang baru, antara lain: Bidang Organisasi, Bidang Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Bidang Pendidikan dan Pelatihan, Bidang Sistem Informasi dan TIK, Bidang Pengembangan Profesi, Bidang Hubungan Luar Negeri dan Bidang Kemitraan. Selain menyepakati adanya departemen, disepakti pula terdapat coordinator wilayah IKAPENFI, yang terbagi menjadi 6 wilayah: Sumatera, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten, Jawa Timur, Sulawasi, Bali dan Nusa Tenggara. Program Studi Pendidikan Nonformal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu dalam kegiatan ini diwakili oleh Koordinator Prodi PNF (Drs. Sofino, M.Pd) dan Ketua Lab. PNF (Bayu Pradikto, M.Pd). “Kegiatan Munas ini sangat bermanfaat bagi kita sebagai akademisi pendidikan nonformal untuk mengembangkan jaringan kemitraan Prodi PNF, mendapat masukan ilmu pengetahuan terbaru tentang kebijakan-kebijakan dan isu-isu strategis tentang pendidikan nonformal dan informal. Tak kalah pentingnya adalah dapat memberikan dampak besar bagi kemajuan Program Studi PNF khususnya bagi mahasiswa dan lulusan yang nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa dalam bidang yang mereka geluti. Seperti kita ketahui banyak hasil yang kita dapat dalam kegiatan ini, selain kepengurusan IKAPENFI yang baru (masa bakti 2022-2026) juga ada kesepakatan kerjasama antar perguruan tinggi,” ungkap Sofino.
Berita Pengabdian
Workshop Literasi Digital di Desa Tanggo Raso Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan
Kegiatan Workshop Literasi Digital di Desa Tanggo Raso, Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan dilaksanakan pada Juni 2022 di Kabupaten Bengkulu Selatan Sasaran kegiatan pada Workshop ini adalah warga Desa Tanggo Raso, Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan.Kegiatan Workshop ini berjudul Workshop Literasi Digital di Desa Tanggo Raso, Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan.
Rangkaian acara sebagai berikut.
1. Pembukaan oleh Kepala Desa Desa Tanggo Raso, Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan
2. Penyampaian materi
3. Diskusi dan tanya jawab
4. Ice breaking dan peregangan
5. Foto bersama
6. Penutup
Kegiatan berlangsung selama kurang lebih 2 jam tanpa ada kendala yang berarti. Kegiatan Workshop ini berjudul Workshop Literasi Digital di Desa Tanggo Raso, Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan. Pada Juni 2022 dapat berjalan dengan baik dan lancar. Dapat disimpulkan kegiatan Workshop berhasil.Keberhasilan ini ditunjukan dengan peningkatan Pemahan Literasi Digital Warga Desa Tonggo Raso Bengkulu Selatan




