Hima Pendidikan NonFormal MAKRAB (Malam Keakraban) di Tahun 2022

MAKRAB (Malam Keakraban) merupakan salah satu proker Kaderisasi yang bersifat wajib di HIMA PNF. Kegiatan MAKRAB ini dilaksanakan setiap tahun, namun dikarenakan kondisi tahun lalu sangat tidak memungkinkan yang disebabkan oleh adanya virus Covid19 maka kegiatan MAKRAB tahun 2021 yang dikhususkan untuk angkatan 2020 ditunda. Sehingga pada MAKRAB tahun 2022 ini dilangsungkan untuk 2 angkatan yaitu angkatan 2020 dan 2021. Kegiatan MAKRAB tahun ini diadakan di Desa Srikaton Kec. Pondok Kelapa Kab. Bengkulu Tengah Prov. Bengkulu pada tanggal 19 – 20 Maret 2022 dengan tema “Ciptakan Kebersamaan, tumbuhkan persatuan, dan hasilkan persaudaraan dalam MAKRAB HIMA PNF 2022”.

Sebelum kegiatan makrab dimulai maka dilaksanakan upacara pembukaan yang dihadiri oleh Kaprodi PNF Drs. Sofino M.Pd, dosen Prodi PNF Bayu Pradikto M.Pd, Kepala Desa Srikaton Muhammad Sarjoni, serta dampingan langsung dari Ketua Umum Hima PNF Ilham Bakti dan Ketua Panitia MAKRAB Tahun 2022 Rizky Darwanto Sihombing. Pembukaan berlangsung dengan kata sambutan yang disampaikan oleh Kaprodi PNF, dan juga kata sambutan dari kepala desa Srikaton yang sekaligus membuka acara MAKRAB HIMA PNF 2022.

Setelah Acara pembukaan  malam hari nya di MAKRAB juga mengadakan satu agenda yaitu PENSI (pentas kesenian). Setiap kelompok harus menampilkan pentas nya,tapi sebelum itu setiap kelompok harus menampilkan yel-yel dari masing masing-masing kelompok.dan juga akan diberi Penilaian Kelompok yang memiliki yel-yel dan Pensi terbaik.Setelah kegiatan Pensi tibalah puncak acara puncak MAKRAB yaitu api unggun, setelah acara api unggun selesai para peserta dan panitia kembali ke tenda untuk istirahat.

Hari kedua MAKRAB yaitu senam di pagi hari lalu disusul dengan makan bersama, setelah makan bersama ada satu  agenda  lagi yaitu tukar kado. Dan tibalah di penghujung acara yaitu upacara penutupan MAKRAB yang di pimpin sekaligus di tutup oleh Ketua Acara Risky Darwanto S., dan Ketua HIMA PNF Ilham Bakti dan Kegiatan MAKRAB 2022 pun resmi di tutup. Tujuan diadakan kegiatan MAKRAB ini untuk mengakrabkan sesama mahasiswa baru (MABA) dan juga para senior atau kakak tingkat di jurusan PNF

Selamat Datang Dosen Baru Program Studi Pendidikan Nonformal FKIP UNIB 2022

Berdasarkan hasil penerimaan rekrutmen CPNS penempatan Dosen Program Studi Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu tahun 2021, maka dosen Prodi PNF bertambah menjadi 3 orang terdiri dari satu orang laki-laki dua orang perempuan. Hasil ini tentu saja sesuai dengan ajuan kebutuhan dosen yang Prodi PNF. Setelah melalui proses pemberkasan yang cukup, pada tanggal 7 Juni 2022 ketiga dosen CPNS tersebut secara simbolis resmi diserahkan dari pihak Fakultas KIP ke Program Studi Penempatan masing-masing. Untuk lebih dekat dengan para dosen baru, berikut sedikit profilnya:

  1. Ari Putra, S.Pd., M.Pd merupakan lulusan dari Pascasarjana (Magister) Program Studi Pendidikan Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI Bandung). Beliau juga merupakan alumni sarjana (S1) Pendidikan Luar Sekolah FKIP Universitas Bengkulu.
  2. Lenni Mantili Hutauruk, S.Pd., M.Ed merupakan lulusan dari Magister Jurusan Adult and Continuing Education di National Chung Cheng University Taiwan. Beliau juga merupakan alumni Sajana (S1) Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Medan (UNIMED).
  3. Dwi Ismawati, S.Pd., M.Pd merupakan lulusan dari Magister Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Beliau juga lulusan sarjana (S1) Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya (UNSRI).

Kurikukum

Lokakarya Kurikulum OBE Program Studi Pendidikan Nonformal FKIP UNIB

Kurikulum adalah Core Bussiness dalam institusi pendidikan disetiap jenjangnya, termasuk pada pendidikan tinggi . Hal ini sesuai dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 ayat 2 yang menegaskan bahwa kurikulum Pendidikan tinggi dikembangkan oleh setiap perguruan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) untuk setiap program studi yang mencangkup kecerdasan intelektual, akhlak mulia, dan keterampilan.

Langkah pertama program studi Pendidikan Nonformal (PNF) Universitas Bengkulu dalam mengambangkan kurikulum adalah dengan menddeskripsikan rasional pengembangan kurikulum. Kondisi rasional ini mencangkup kajian atau analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan ini berorientasi pada visi dan misi PNF, pengkajian kebutuhan kualifikasi kerja nasional dan internasional, karakteristik mahasiswa, kebutuhan masyarakat, stakeholder, dan perkembangan IPTEK.  Hasil analisis kebutuhan tersebut menjadi dasar dalam merumuskan profil lulusan program studi PNF. Analisis kebutuhan dilakukan melalui tracer study terhadap alumni, focus group discussion (FGD) dengan stakeholders, mengkaji berbagai perkembangan kebijakan dan IPTEK yang mendorong perlunya program studi melakukan perubahan, penyelarasan dan penetapan kurikulu, baru.

Beberapa masukan dari alumni dan mahasiswa PNF terhadap pengembangan kurikulum adalah:

1.      kurikulum mampu memfasilitasi pemahaman ilmu pendidikan nonformal, mendukung proses pembelajaran pada satuan Pendidikan Nonformal meliputi PAUD, PKBM, SKB, dan lain-lain. Serta mampu mendukung pekerjaan kepamongan dan mampu memperkenalkan dunia kerja sejak dini.

2.      Penyelenggaraan kurikulum sesuai kebutuhan Dunia Kerja. Jurusan Pendidikan Nonformal menghasilkan tenaga kependidikan akademik-profesional yang memiliki kemampuan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi di dalam pengelolaan lembaga dan program pendidikan, serta memberdayakan masyarakat di luar sistem pendidikan persekolahan, baik dalam kualitas maupun relevansinya dengan kebutuhan pembangunan.

3.      Pengelola Program pendidikan nonformal (PNF): merencanakan Program PNF, melaksanakan program PNF, mengevaluasi program PNF, menguasai substansi keilmuan yang terkait PNF, menguasai pengelolaan lembaga pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

4.      Pendidik PNF: memahami karakteristik dan kebutuhan warga belajar dalam menyelenggarakan program pembelajaran pada PNF, memahami model-model merancang pembelajaran PNF dan menerapkan strategi pembelajaran yang mendidik pada PNF

5.      Alumni PNF membutuhkan pekerjaan mengenai bidang Pendidikan

6.      Kurikulum yang digunakan baik sesuai dengan jurusan dan pengetahuan yang dibutuhkan di dunia pekerjaan.

SIEPEL

Sistem Evaluasi Pembelajaran (SIEPEL) Program Studi pendidikan Nonformal

Demi tetap menjaga mutu layanan pembelajaran di Program Studi Pendidikan Nonformal Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas bengkulu, Kami rutin melalukan evaluasi pembelajaran pada setiap semester. laporan evaluasi pembelajaran ini disusun dengan tujuan untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai berbagai aspek pembelajaran yang dijalani selama semester.  Melalui laporan ini, kami berharap dapat mengevaluasi efektifitas metode pembelajaran, responsif terhadapa kebutuhan mahasiswa, serta menyusun rekomendasi untuk meningkatkan mutu pembelajaran di masa mendatang. 

Untuk mengakses laporan evaluasi pembelajaran Program studi pendidikan Nonformal, silakan klik Tautan berikut

Pemahaman Visi Keilmuan Prodi PNF

Pemahaman Visi Keilmuan dan Tujuan Prodi Pendidikan Nonformal

Bengkulu, 11 Oktober 2020 — Gugus Kendali Mutu Program Studi Pendidikan Nonformal (PSPNF) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu (Unib), di bawah koordinasi Unit Penjaminan Mutu (UPPS), terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi rutin. Salah satu aspek yang dievaluasi adalah pemahaman sivitas akademika terhadap visi keilmuan dan tujuan program studi.

Dalam rangka evaluasi tersebut, survei disebarkan kepada 13 dosen, tenaga kependidikan (tendik), dan 85 mahasiswa. Survei ini dilakukan secara online melalui Google Form dan terdiri dari 15 item pertanyaan yang dapat diakses melalui tautan berikut: https://bit.ly/KuisionerPemahamanVMTSPSPNF.

Hasil survei menunjukkan tingkat pemahaman dosen, tendik, dan mahasiswa terhadap visi, tujuan, dan strategi program studi. Berikut adalah ringkasan hasil survei yang disajikan dalam bentuk diagram:

1. Pemahaman dosen terhadap visi keilmuan dan tujuan program studi

Semua dosen Program Studi Pendidikan Nonformal (PSPNF) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu (Unib) memiliki pemahaman mengenai visi keilmuan, tujuan, dan strategi program studi sebanyak 100%. Pemahaman dosen yang holistik dan mendalam mengenai visi keilmuan, tujuan, dan strategi PSPNF FKIP Unib menjadi fondasi penting dalam menunjang keberhasilan dan menjaga kualitas program studi.

Pemahaman ini tidak hanya sekedar pengetahuan, tetapi juga merupakan panduan yang strategis dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan akademik maupun non-akademik. Dengan pemahaman yang kuat, para dosen dapat menyelaraskan kegiatan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan visi dan tujuan program studi.

Pemahaman mendalam ini juga berfungsi sebagai kunci utama dalam memastikan bahwa program studi mampu mencapai standar keunggulan akademik yang telah ditetapkan. Lebih dari itu, pemahaman ini memungkinkan para dosen untuk berkontribusi secara signifikan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang kajian pendidikan nonformal.

2. Pemahaman tenaga kependidikan terhadap visi keilmuan dan tujuan PSPNF FKIP Unib 


Tenaga Kependidikan Program Studi Pendidikan Nonformal (PSPNF) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu (Unib) memiliki pemahaman yang sangat baik mengenai visi keilmuan, tujuan, dan strategi program studi sebanyak 100%. Pemahaman yang mendalam dan komprehensif dari tenaga kependidikan ini memungkinkan mereka untuk memberikan pelayanan yang maksimal dalam berbagai aspek urusan akademis.

Dengan pemahaman yang kuat, tenaga kependidikan dapat menjalankan tugas administratif dengan efisiensi dan ketepatan, serta memberikan dukungan yang optimal kepada dosen dan mahasiswa. Selain itu, mereka juga berperan penting dalam melakukan sosialisasi yang efektif kepada masyarakat mengenai program studi, sehingga dapat meningkatkan citra dan reputasi PSPNF di mata publik.

Pemahaman yang baik dari tenaga kependidikan tidak hanya berdampak pada kualitas pelayanan akademis internal, tetapi juga memperkuat hubungan antara program studi dengan masyarakat luas. Melalui interaksi yang positif dan informatif, tenaga kependidikan dapat membantu menjembatani komunikasi antara program studi dan berbagai pihak eksternal, termasuk calon mahasiswa, orang tua, dan stakeholder lainnya.

Dengan demikian, pemahaman yang baik dari tenaga kependidikan merupakan salah satu faktor kunci dalam mendukung keberhasilan dan pengembangan PSPNF FKIP Unib, serta memastikan bahwa program studi ini mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam dunia pendidikan nonformal.

3. Pemahaman mahasiswa terhadapa visi keilmuan dan tujuan Program Studi 


Sebagian besar mahasiswa Program Studi Pendidikan Nonformal (PSPNF) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu (Unib) memiliki pemahaman yang sangat baik mengenai visi keilmuan, tujuan, dan strategi program studi. Sebanyak 93% mahasiswa menunjukkan pemahaman yang sangat baik, sementara 7% lainnya menunjukkan pemahaman yang baik. Hal ini mengindikasikan bahwa mahasiswa memiliki kesadaran yang tinggi terhadap arah dan tujuan program studi, yang dapat membantu mereka dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan akademik serta mengoptimalkan proses pembelajaran.

Dengan pemahaman yang baik ini, mahasiswa diharapkan dapat lebih mudah beradaptasi dengan berbagai kegiatan akademik dan non-akademik yang dirancang untuk mendukung pencapaian visi, misi, dan strategi PSPNF FKIP Unib. Pemahaman yang mendalam mengenai tujuan program studi juga dapat memberikan kerangka kerja yang jelas bagi mahasiswa dalam mengikuti kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler, sehingga mereka dapat mencapai hasil yang optimal dalam studi mereka.

Selain itu, pemahaman yang baik mengenai visi dan tujuan program studi akan membantu mahasiswa dalam mengambil keputusan yang tepat terkait dengan pilihan karir dan pengembangan diri di masa depan. Dengan mengetahui arah dan tujuan yang diinginkan oleh program studi, mahasiswa dapat merencanakan langkah-langkah strategis yang sesuai dengan minat dan bakat mereka, serta mempersiapkan diri untuk berkontribusi secara signifikan di bidang pendidikan nonformal.

Kesadaran dan pemahaman yang tinggi ini diharapkan dapat menciptakan lulusan yang tidak hanya kompeten dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki visi yang jelas dan tujuan yang terarah, sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan yang positif di masyarakat.

PKKMB PRODI 2020

Hima Pendidikan Nonformal Menyelenggarakan

PKKMB PRODI (Pengenalan Kehidupan kampus Bagi Mahasiswa Baru ) DI TAHUN 2020

 

PKKMB (Pengenalan Kehidupan kampus Bagi Mahasiswa Baru) merupakan salah satu kegiatan wajib yang di lakukan setiap Prodi di Universitas Bengkulu Pertahunnya  Termasuk Prodi Pendidikan Nonformal .kegiatan ini Bersifat wajib untuk seluruh mahasiswa baru ,Kegiatan Pkkm prodi ini di laksanakan melalui Zoom metting di karenakan kondisi tahun lalu sangat tidak memungkin kan yang disebabkan adanya virus Covid19 Maka kegiatan PKKMB Prodi pendidikan Nonformal  tahun 2020 di selenggarakan secara online 11 agustus 2020 .

Sebelum kegiatan Kegiatan PKKMB Prodi di mulai dilakukan pembukan acara Yang di buka secara resmi oleh kordinator perodi Pendidikan non formal Drs.Sofino M.Pd, disertai bapak ibu dosen pendidikan Nonformal .pembukaan berlangsung dengan kata sambutan  dari ketua panitia acara PKKM prodi dan juga kata sambutan  yang disampaikan oleh kordinator prodi  PNF  yang sekaligus membuka acara PKKMB PRODI PNF 2020.

Setelah acara pembukaan ada rangkaian acara yang di adakan oleh panitia seperti Penyampaian materi tentang  Pengenalan Hima ( oleh ketua umum hima Pnf  yaitu memed mases )  organisasi /imadiklus ( oleh akbar )  , dan dunia perkuliahan .selanjutnya diadakan gme evaluasi meteri dari setiap materi yang di paparkan.

Selanjutnya setelah acara pemaparan materi selesai tibalah di penghujung acara yaitu penutupan dengan pembagian dorperais atau hadiah  sebagai apresiasi untuk peserta PKKM yang aktif selama kegiatan acara PKKM Prodi 2020 .dengan telah di lakukan PKKM prodi ini maka mahasiswa baru angkatan 2020 sudah sah secara resmi tergabung kedalam hima Pendidikan nonformal dan menjadi bagian keluarga yang baru di dalam jurusan Pendidikan nonformal .acara berlasung secara kondusif sampai akhir acara meski acara PKKMB prodi pada angkatan 2020 hanya di lakukan secara online .

Peta Jalan Penelitian dan PKM

Peta Jalan Penelitian dan PkM Program Studi Pendidikan Nonformal

Pedoman ini menjadi acuan tertulis yang telah disusun sesuai dengan berbagai norma dan perundang-undangan yang berlaku. Peta Jalan ini menjadi pedoman pengembangan semua kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di Program Studi Pendidikan Nonformal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu agar terarah, terfokus, dan terkait dengan karakteristik bidang keilmuan. Peta jalan penelitian dan pengabdian pada masyarakat dalam Program Studi Pendidikan Nonformal mencakup beberapa karakteristik keilmuan dan bidang pengkajian yang relevan. Karakteristik keilmuan Pendidikan Nonformal meliputi:

  1. Andragogi yang dimaksud adalahTeori pembelajaran untuk orang dewasa.
  2. Pedagogi Kritis yang dimaksud adalah pendekatan pembelajaran yang menggali kritisitas dalam pemahaman dan tindakan.
  3. Etnopedagogi yang dimaksud adalah penelitian tentang budaya dan tradisi dalam konteks pembelajaran.
  4. Geragogi yang dimaksud adalah teori pembelajaran untuk orang lanjut usia.
  5. Psikologi sosial yang dimasud adalah studi tentang interaksi sosial dalam pembelajaran.
  6. Learning organization yang dimaksud adalah konsep organisasi yang mempromosikan pembelajaran kontinu.
  7. Trasnformatif learning yang dimaksud adalah proses pembelajaran yang mengubah pemahaman dan tindakan individu.
  8. Adult learning yang dimaksud adalah belajaran khusus untuk orang dewasa.

Pendidikan Nonformal (PNF) mengkaji berbagai bidang studi yang mempelajari proses pembelajaran di luar lingkungan pendidikan formal, seperti di komunitas-komunitas. Bidang keilmuan dalam Pendidikan Nonformal meliputi beberapa aspek yang penting untuk pemahaman dan pengembangan pendidikan di luar formalitas. Berikut adalah penjelasan detail dan akademis mengenai bidang keilmuan yang dikaji dalam Pendidikan Nonformal:

1.   Pembelajaran PNF: Proses pembelajaran di komunitas nonformal melibatkan strategi dan metode yang berbeda dengan pendidikan formal. PNF mempertimbangkan karakteristik peserta didik yang beragam, sumber daya yang tersedia, serta tujuan pendidikan yang lebih mengutamakan penerapan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

2.   Komunitas Belajar: Studi tentang berbagai komunitas sebagai tempat pembelajaran nonformal. Fokus pada aspek gender, anak, remaja, dan masyarakat adat memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana pendidikan nonformal dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks sosial masing-masing komunitas.

3.  Pemberdayaan Masyarakat: Upaya untuk memberdayakan masyarakat melalui pendidikan menjadi salah satu fokus utama dalam PNF. Pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan memberikan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran kepada anggota masyarakat agar mereka dapat mengatasi masalah-masalah yang mereka hadapi secara mandiri.

4.   Narapidana, Pekerja Migran, Swasta: Studi tentang pendidikan nonformal untuk kelompok-kelompok khusus seperti narapidana, pekerja migran, dan sektor swasta penting untuk mengidentifikasi tantangan dan kebutuhan pendidikan yang unik bagi kelompok-kelompok tersebut.

5.   Komunitas Masyarakat Marjinal: Penelitian tentang pendidikan nonformal untuk komunitas-komunitas marjinal seperti petani, nelayan, dan penderita HIV/AIDS memperlihatkan bahwa PNF mampu menjadi sarana inklusi sosial yang efektif, menghadirkan pendidikan yang relevan dengan konteks kehidupan mereka.

Melalui studi dan pengkajian bidang-bidang tersebut, Pendidikan Nonformal berusaha untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi semua kalangan masyarakat, terutama yang berada di luar jangkauan pendidikan formal.

Pengkajian bidang keilmuan dalam Pendidikan Nonformal yang mencakup kelembagaan, sistem penjaminan mutu, evaluasi program, dan pemodelan satuan pendidikan nonformal memerlukan pendekatan yang spesifik dan saintifik. Berikut adalah deskripsi yang lebih rinci untuk setiap bidang
tersebut:

1.     Kelembagaan PNF: Studi ini mencakup analisis terhadap institusi dan struktur kelembagaan nonformal, termasuk identifikasi tugas, fungsi, struktur
organisasi, dan interaksi antar bagian dari lembaga pendidikan nonformal.

2.     Sistem Penjaminan Mutu Kelembagaan: Penelitian ini mengeksplorasi upaya yang dilakukan untuk memastikan mutu kelembagaan nonformal. Hal ini meliputi analisis terhadap kebijakan, prosedur, dan praktik yang diterapkan dalam memonitor dan mengevaluasi kualitas pendidikan nonformal. .

3.     Evaluasi Program PNF: Penilaian terhadap efektivitas program pendidikan nonformal melibatkan pengumpulan data tentang tujuan, desain, pelaksanaan, dan hasil program.

4.    Pemodelan Satuan PNF: Pengembangan model satuan pendidikan nonformal yang efektif melibatkan identifikasi prinsip-prinsip dan strategi yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas lembaga pendidikan nonformal. .

Secara keseluruhan, kajian-kajian ini bertujuan untuk membantu individu dan masyarakat agar dapat mandiri melalui pengembangan kecakapan hidup, meningkatkan keberdayaan melalui pendidikan, dan mendorong pembelajaran sepanjang hayat.