Learning Outcomes Program Studi S-1 Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu

Program Studi Pendidikan Nonformal telah menyusun LO yang terdiri atas  aspek Knowledge and understanding, Skills, dan Autonomy and Responsibility.  LO Program Studi Pendidikan Nonformal ini memiliki keterkaitan terhadap capaian European Qualification Framework (EQF) pada level 6 dan Indonesia Qualification Framework (IQF) pada level 7.  Salah satu aspek skills mahasiswa Program Studi Pendidikan Nonformal adalah mampu melakukan pembinaan masyarakat dalam bentuk pendidikan non formal.

EQF

KKNI

Pendidikan Non Formal

Knowledge and understanding

Advanced knowledge of a field of work or study, involving a critical understanding of theories and principles

Menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan tertentu secara umum dan konsep teoritis bagian khusus dalam bidang pengetahuan tersebut secara mendalam, serta mampu memformulasikan penyelesaian masalah prosedural.

 

  1. Menguasai konsep dan prinsip pendidikan nonformal.
  2. Menguasai konsep pendidikan sepanjang hayat.
  3. Menguasai konsep pembelajaran orang dewasa.
  4. Menguasai konsep pembelajaran kesetaraan.
  5. Menguasai teknik pengelolaan (manajemen) lembaga pendidikan.
  6. Menguasi konsep pengembangan dan pembangunan masyarakat.
  7. Menguasai konsep dan teknik kewirausahaan.
  8. Menguasai konsep dan teknik evaluasi dan inovasi pendidikan.

Skills

Advanced skills, demonstrating mastery and innovation, required to solve complex and unpredictable problems in a specialised field of work or study

  1. Mampu mengambil keputusan strategis berdasarkan analisis informasi dan data, dan memberikan petunjuk dalam memilih berbagai alternatif solusi.
  2. Mampu memanfaatkan IPTEKS dalam bidang keahliannya, dan mampu beradaptasi terhadap situasi yang dihadapi dalam penyelesaian masalah.

 

  1. Mampu menunjukkan kinerja mandiri, terukur dan bermutu dalam PNF.
  2. Mampu menerepkan pemikiran logis, sistematis dan kritis serta inovatif sebagai pengelola lembaga PNF.
  3. Mampu menerapkan IPTEK sesuai dengan kaidah, norma dan etika dalam PNF.
  4. Mampu melakukan penelitian dan pengembangan dalam PNF.
  5. Mampu mengelola lembaga PNF dengan baik.
  6. Mampu melaksanakan dan mengembangkan kegiatan kewirausahaan dimasyarakat.
  7. Mampu bekerjasama dalam lembaga PNF dan jaringan eksternal kelembagaan PNF.
  8. Paparkan Ketepatan struktur kurikulum dalam pembentukan capaian pembelajaran.
  9. Paparkan Ketersediaan dokumen pemetaan capaian pembelajaran, bahan kajian dan matakuliah (atau dokumen sejenis lainnya).

Autonomy and responsibility

  1. Manage complex technical or professional activities or projects, taking responsibility for decision‐making in unpredictable work or study contexts
  2. Take responsibility for managing professional development of individuals and groups

Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab atas pencapaian hasil kerja organisasi.

 

Bertanggung jawab dalam bidang penyuluhan, pelatihan, pemberdayaan masyarakat, dan pendidikan nonformal dan informal atas pencapaian hasil kerja secara profes

Prestasi Dosen

Dosen Program Studi Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu Penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia

Dosen Muda program Studi Pendidikan Nonformal Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu dinyatakan lulus seleksi Program Beasiswa S3 Pendidikan Indonesia.

Beliau bernama Bayu Pradikto, S.Pd., M.Pd. dinyatakan lulus pada Prodi S3 Pendidikan Masyarakat di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung,

Bayu Pradikto mengungkapkan dirinya sangat bersyukur bisa menjadi salah satu penerima beasiswa Pendidikan Indonesia Kemendikbudristek, karena memiliki kesempatan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

“Terima kasih kepada semua pihak atas dukungannya. Mohon doanya, semoga saya dapat menyelesaikan studi dengan baik dan kembali untuk berkontribusi dalam upaya memajukan institusi,”

Dukungan dari Pimpinan secara maksimal membuat saya semangat dalam mempersiapkan persyaratan yang dibutuhkan, butuh kerja keras dan harus bisa melihat peluang atas ketersediaan beasiswa Ujar Bayu.

Koordinator Program Studi Drs. Sofino, M.Pd  mengaku turut bangga atas prestasi yang ditorehkan oleh dosen Program Sudi Pendidikan Nonformal. “Ini sebuah prestasi dan kita patut bangga dosen” terangnya.

Drs, Sofino, M. Pd.  berharap agar dosen-dosen yang belum S3 bisa menyiapkan diri untuk melanjutkan studi khususnya yang sudah memenuhi syarat baik melalui beasiswa BI maupun beasiswa lainnya, selaku pimpinan akan mendukung penuh dosen-dosen untuk meraih pendidikan S3, dan semoga ini menjadi pemacu semangat dan dorongan bagi dosen dosen lain untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi. “Semoga diberikan kemudahan, kelancaran, dan keberkahan selama menjalani perkuliahan S-3 hingga meraih gelar doktor tepat waktu,”

#WY

Perwakilan Prodi PNF FKIP UNIB Menghadiri Munas IV Ikapenfi Di Semarang

Pada tanggal 23-25 Juni 2022, bertempat di Hotel Grand Candi Semarang Jawa Tengah telah berlangsung Musyawarah Nasional IV Ikatan Akademisi Pendidikan Nonformal dan Informal Indonesia (IKAPENFI). Pada Munas IV IKAPENFI kali ini, Universitas Negeri Semarang (UNNES) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Munas. Kegiatan Munas IV IKAPENFI ini dihadiri oleh beberapa universitas yang memiliki Program Studi/Departemen/Jurusan Pendidikan Luar, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Masyarakat yang ada di Indonesia. Adapun perwakilan universitas yang hadir, antara lain: Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Malang (UM), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Bengkulu (UNIB), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA), Universitas Siliwangi (UNSIL), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), Universitas Muhammadiyah Pare-Pare. “Kegiatan Munas IV IKAPENFI ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi akademisi Pendidikan Nonformal, Pendidikan Luar Sekolah dan Pendidikan Masyarakat untuk bersama-sama menyatukan pikiran, tenaga, untuk memajukan organisasi dan mampu memberikan dampak positif bagi pendidikan di Indonesia”, Tegas Bagus Kisworo (Ketua Panitia Munas). Kegiatan munas ini diawali dengan konvensi yang dilakukan pada hari Kamis, 23 Juni 2022 Pukul 19.30 – selesai. Hadir mengisi konvensi adalah Prof. Dr. Yoyon Suryono, MS (Guru Besar PLS UNY), Prof. Dr. Jamaris, M.Pd (Guru Besar PLS UNP), dan Prof. Dr. Supriyono, M.Pd (Guru Besar PLS UM). Pada sesi pertama, Prof. Yoyon Suryono menekankan pada transformasi sosial yang terjadi di masyarakat yang berkaitan pula dengan perkembangan PLS/PNF; ekosistem PLS/PNF; konteks PLS/PNF dan Fragsis PLS/PNF. Keempat hal tersebut harus berfokus pada solusi yang dapat diberikan bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. Pada sesi kedua, Prof. Jamaris, M.Pd menyampaikan materi tentang “Pendidikan tanpa sekat” seperti yang terjadi pada saat ini (masa pandemic covid-19). Pendidikan menjadi tidak terbatas oleh pemisah antara pendidikan formal, nonformal dan informal, semua seakan menjadi bisa terlaksana bersamaan dan agak sulit mengatakan apakah pola pembelajaran yang digunakan menganut jalur yang dikatakan pendidikan formal, nonformal atau informal. Maka kita sebagai akademisi bidang Pendidikan Luar Sekolah harus melihat fenomena ini sebagai peluang dalam mengembangkan pendidikan nonformal, pendidikan luar sekolah dan pendidikan masyarakat agar memberikan kontribusi bagi pendidikan di Indonesia. Pada sesi ketiga, Prof. Supriyono, M.Pd menyampaikan materi tentang pentingnya peran akademisi pendidikan nonformal dalam ambil bagian memberi masukan bagi RUU Sisdiknas yang saat ini masih menjadi perbincangan public. Harapannya bahwa pendidikan di Indonesia memiliki paying Undang-Undang yang benar-benar dapat membawa pendidikan menjadi lebih baik. Pada hari Jumat 24 Juni 2022 dilakukan kegiatan puncak munas IV IKAPENFI yang memilih kepengurusan baru untuk masa bakti 2022-2026. Maka terpilihlah ketua umum IKAPENFI perempuan pertama, yaitu Prof. Dr. Gunarti Dwi Lestari, M.Si dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Dalam kesempatan ini pula disepakati terdapat beberapa departeman yang akan mendukung kinerja pengurus IKAPENFI yang baru, antara lain: Bidang Organisasi, Bidang Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Bidang Pendidikan dan Pelatihan, Bidang Sistem Informasi dan TIK, Bidang Pengembangan Profesi, Bidang Hubungan Luar Negeri dan Bidang Kemitraan. Selain menyepakati adanya departemen, disepakti pula terdapat coordinator wilayah IKAPENFI, yang terbagi menjadi 6 wilayah: Sumatera, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten, Jawa Timur, Sulawasi, Bali dan Nusa Tenggara. Program Studi Pendidikan Nonformal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu dalam kegiatan ini diwakili oleh Koordinator Prodi PNF (Drs. Sofino, M.Pd) dan Ketua Lab. PNF (Bayu Pradikto, M.Pd). “Kegiatan Munas ini sangat bermanfaat bagi kita sebagai akademisi pendidikan nonformal untuk mengembangkan jaringan kemitraan Prodi PNF, mendapat masukan ilmu pengetahuan terbaru tentang kebijakan-kebijakan dan isu-isu strategis tentang pendidikan nonformal dan informal. Tak kalah pentingnya adalah dapat memberikan dampak besar bagi kemajuan Program Studi PNF khususnya bagi mahasiswa dan lulusan yang nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa dalam bidang yang mereka geluti. Seperti kita ketahui banyak hasil yang kita dapat dalam kegiatan ini, selain kepengurusan IKAPENFI yang baru (masa bakti 2022-2026) juga ada kesepakatan kerjasama antar perguruan tinggi,” ungkap Sofino.

Hima Pendidikan NonFormal MAKRAB (Malam Keakraban) di Tahun 2022

MAKRAB (Malam Keakraban) merupakan salah satu proker Kaderisasi yang bersifat wajib di HIMA PNF. Kegiatan MAKRAB ini dilaksanakan setiap tahun, namun dikarenakan kondisi tahun lalu sangat tidak memungkinkan yang disebabkan oleh adanya virus Covid19 maka kegiatan MAKRAB tahun 2021 yang dikhususkan untuk angkatan 2020 ditunda. Sehingga pada MAKRAB tahun 2022 ini dilangsungkan untuk 2 angkatan yaitu angkatan 2020 dan 2021. Kegiatan MAKRAB tahun ini diadakan di Desa Srikaton Kec. Pondok Kelapa Kab. Bengkulu Tengah Prov. Bengkulu pada tanggal 19 – 20 Maret 2022 dengan tema “Ciptakan Kebersamaan, tumbuhkan persatuan, dan hasilkan persaudaraan dalam MAKRAB HIMA PNF 2022”.

Sebelum kegiatan makrab dimulai maka dilaksanakan upacara pembukaan yang dihadiri oleh Kaprodi PNF Drs. Sofino M.Pd, dosen Prodi PNF Bayu Pradikto M.Pd, Kepala Desa Srikaton Muhammad Sarjoni, serta dampingan langsung dari Ketua Umum Hima PNF Ilham Bakti dan Ketua Panitia MAKRAB Tahun 2022 Rizky Darwanto Sihombing. Pembukaan berlangsung dengan kata sambutan yang disampaikan oleh Kaprodi PNF, dan juga kata sambutan dari kepala desa Srikaton yang sekaligus membuka acara MAKRAB HIMA PNF 2022.

Setelah Acara pembukaan  malam hari nya di MAKRAB juga mengadakan satu agenda yaitu PENSI (pentas kesenian). Setiap kelompok harus menampilkan pentas nya,tapi sebelum itu setiap kelompok harus menampilkan yel-yel dari masing masing-masing kelompok.dan juga akan diberi Penilaian Kelompok yang memiliki yel-yel dan Pensi terbaik.Setelah kegiatan Pensi tibalah puncak acara puncak MAKRAB yaitu api unggun, setelah acara api unggun selesai para peserta dan panitia kembali ke tenda untuk istirahat.

Hari kedua MAKRAB yaitu senam di pagi hari lalu disusul dengan makan bersama, setelah makan bersama ada satu  agenda  lagi yaitu tukar kado. Dan tibalah di penghujung acara yaitu upacara penutupan MAKRAB yang di pimpin sekaligus di tutup oleh Ketua Acara Risky Darwanto S., dan Ketua HIMA PNF Ilham Bakti dan Kegiatan MAKRAB 2022 pun resmi di tutup. Tujuan diadakan kegiatan MAKRAB ini untuk mengakrabkan sesama mahasiswa baru (MABA) dan juga para senior atau kakak tingkat di jurusan PNF

Selamat Datang Dosen Baru Program Studi Pendidikan Nonformal FKIP UNIB 2022

Berdasarkan hasil penerimaan rekrutmen CPNS penempatan Dosen Program Studi Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu tahun 2021, maka dosen Prodi PNF bertambah menjadi 3 orang terdiri dari satu orang laki-laki dua orang perempuan. Hasil ini tentu saja sesuai dengan ajuan kebutuhan dosen yang Prodi PNF. Setelah melalui proses pemberkasan yang cukup, pada tanggal 7 Juni 2022 ketiga dosen CPNS tersebut secara simbolis resmi diserahkan dari pihak Fakultas KIP ke Program Studi Penempatan masing-masing. Untuk lebih dekat dengan para dosen baru, berikut sedikit profilnya:

  1. Ari Putra, S.Pd., M.Pd merupakan lulusan dari Pascasarjana (Magister) Program Studi Pendidikan Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI Bandung). Beliau juga merupakan alumni sarjana (S1) Pendidikan Luar Sekolah FKIP Universitas Bengkulu.
  2. Lenni Mantili Hutauruk, S.Pd., M.Ed merupakan lulusan dari Magister Jurusan Adult and Continuing Education di National Chung Cheng University Taiwan. Beliau juga merupakan alumni Sajana (S1) Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Medan (UNIMED).
  3. Dwi Ismawati, S.Pd., M.Pd merupakan lulusan dari Magister Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Beliau juga lulusan sarjana (S1) Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya (UNSRI).

Kurikukum

Lokakarya Kurikulum OBE Program Studi Pendidikan Nonformal FKIP UNIB

Kurikulum adalah Core Bussiness dalam institusi pendidikan disetiap jenjangnya, termasuk pada pendidikan tinggi . Hal ini sesuai dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 ayat 2 yang menegaskan bahwa kurikulum Pendidikan tinggi dikembangkan oleh setiap perguruan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) untuk setiap program studi yang mencangkup kecerdasan intelektual, akhlak mulia, dan keterampilan.

Langkah pertama program studi Pendidikan Nonformal (PNF) Universitas Bengkulu dalam mengambangkan kurikulum adalah dengan menddeskripsikan rasional pengembangan kurikulum. Kondisi rasional ini mencangkup kajian atau analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan ini berorientasi pada visi dan misi PNF, pengkajian kebutuhan kualifikasi kerja nasional dan internasional, karakteristik mahasiswa, kebutuhan masyarakat, stakeholder, dan perkembangan IPTEK.  Hasil analisis kebutuhan tersebut menjadi dasar dalam merumuskan profil lulusan program studi PNF. Analisis kebutuhan dilakukan melalui tracer study terhadap alumni, focus group discussion (FGD) dengan stakeholders, mengkaji berbagai perkembangan kebijakan dan IPTEK yang mendorong perlunya program studi melakukan perubahan, penyelarasan dan penetapan kurikulu, baru.

Beberapa masukan dari alumni dan mahasiswa PNF terhadap pengembangan kurikulum adalah:

1.      kurikulum mampu memfasilitasi pemahaman ilmu pendidikan nonformal, mendukung proses pembelajaran pada satuan Pendidikan Nonformal meliputi PAUD, PKBM, SKB, dan lain-lain. Serta mampu mendukung pekerjaan kepamongan dan mampu memperkenalkan dunia kerja sejak dini.

2.      Penyelenggaraan kurikulum sesuai kebutuhan Dunia Kerja. Jurusan Pendidikan Nonformal menghasilkan tenaga kependidikan akademik-profesional yang memiliki kemampuan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi di dalam pengelolaan lembaga dan program pendidikan, serta memberdayakan masyarakat di luar sistem pendidikan persekolahan, baik dalam kualitas maupun relevansinya dengan kebutuhan pembangunan.

3.      Pengelola Program pendidikan nonformal (PNF): merencanakan Program PNF, melaksanakan program PNF, mengevaluasi program PNF, menguasai substansi keilmuan yang terkait PNF, menguasai pengelolaan lembaga pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

4.      Pendidik PNF: memahami karakteristik dan kebutuhan warga belajar dalam menyelenggarakan program pembelajaran pada PNF, memahami model-model merancang pembelajaran PNF dan menerapkan strategi pembelajaran yang mendidik pada PNF

5.      Alumni PNF membutuhkan pekerjaan mengenai bidang Pendidikan

6.      Kurikulum yang digunakan baik sesuai dengan jurusan dan pengetahuan yang dibutuhkan di dunia pekerjaan.

SIEPEL

Sistem Evaluasi Pembelajaran (SIEPEL) Program Studi pendidikan Nonformal

Demi tetap menjaga mutu layanan pembelajaran di Program Studi Pendidikan Nonformal Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas bengkulu, Kami rutin melalukan evaluasi pembelajaran pada setiap semester. laporan evaluasi pembelajaran ini disusun dengan tujuan untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai berbagai aspek pembelajaran yang dijalani selama semester.  Melalui laporan ini, kami berharap dapat mengevaluasi efektifitas metode pembelajaran, responsif terhadapa kebutuhan mahasiswa, serta menyusun rekomendasi untuk meningkatkan mutu pembelajaran di masa mendatang. 

Untuk mengakses laporan evaluasi pembelajaran Program studi pendidikan Nonformal, silakan klik Tautan berikut

Pemahaman Visi Keilmuan Prodi PNF

Pemahaman Visi Keilmuan dan Tujuan Prodi Pendidikan Nonformal

Bengkulu, 11 Oktober 2020 — Gugus Kendali Mutu Program Studi Pendidikan Nonformal (PSPNF) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu (Unib), di bawah koordinasi Unit Penjaminan Mutu (UPPS), terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi rutin. Salah satu aspek yang dievaluasi adalah pemahaman sivitas akademika terhadap visi keilmuan dan tujuan program studi.

Dalam rangka evaluasi tersebut, survei disebarkan kepada 13 dosen, tenaga kependidikan (tendik), dan 85 mahasiswa. Survei ini dilakukan secara online melalui Google Form dan terdiri dari 15 item pertanyaan yang dapat diakses melalui tautan berikut: https://bit.ly/KuisionerPemahamanVMTSPSPNF.

Hasil survei menunjukkan tingkat pemahaman dosen, tendik, dan mahasiswa terhadap visi, tujuan, dan strategi program studi. Berikut adalah ringkasan hasil survei yang disajikan dalam bentuk diagram:

1. Pemahaman dosen terhadap visi keilmuan dan tujuan program studi

Semua dosen Program Studi Pendidikan Nonformal (PSPNF) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu (Unib) memiliki pemahaman mengenai visi keilmuan, tujuan, dan strategi program studi sebanyak 100%. Pemahaman dosen yang holistik dan mendalam mengenai visi keilmuan, tujuan, dan strategi PSPNF FKIP Unib menjadi fondasi penting dalam menunjang keberhasilan dan menjaga kualitas program studi.

Pemahaman ini tidak hanya sekedar pengetahuan, tetapi juga merupakan panduan yang strategis dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan akademik maupun non-akademik. Dengan pemahaman yang kuat, para dosen dapat menyelaraskan kegiatan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan visi dan tujuan program studi.

Pemahaman mendalam ini juga berfungsi sebagai kunci utama dalam memastikan bahwa program studi mampu mencapai standar keunggulan akademik yang telah ditetapkan. Lebih dari itu, pemahaman ini memungkinkan para dosen untuk berkontribusi secara signifikan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang kajian pendidikan nonformal.

2. Pemahaman tenaga kependidikan terhadap visi keilmuan dan tujuan PSPNF FKIP Unib 


Tenaga Kependidikan Program Studi Pendidikan Nonformal (PSPNF) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu (Unib) memiliki pemahaman yang sangat baik mengenai visi keilmuan, tujuan, dan strategi program studi sebanyak 100%. Pemahaman yang mendalam dan komprehensif dari tenaga kependidikan ini memungkinkan mereka untuk memberikan pelayanan yang maksimal dalam berbagai aspek urusan akademis.

Dengan pemahaman yang kuat, tenaga kependidikan dapat menjalankan tugas administratif dengan efisiensi dan ketepatan, serta memberikan dukungan yang optimal kepada dosen dan mahasiswa. Selain itu, mereka juga berperan penting dalam melakukan sosialisasi yang efektif kepada masyarakat mengenai program studi, sehingga dapat meningkatkan citra dan reputasi PSPNF di mata publik.

Pemahaman yang baik dari tenaga kependidikan tidak hanya berdampak pada kualitas pelayanan akademis internal, tetapi juga memperkuat hubungan antara program studi dengan masyarakat luas. Melalui interaksi yang positif dan informatif, tenaga kependidikan dapat membantu menjembatani komunikasi antara program studi dan berbagai pihak eksternal, termasuk calon mahasiswa, orang tua, dan stakeholder lainnya.

Dengan demikian, pemahaman yang baik dari tenaga kependidikan merupakan salah satu faktor kunci dalam mendukung keberhasilan dan pengembangan PSPNF FKIP Unib, serta memastikan bahwa program studi ini mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam dunia pendidikan nonformal.

3. Pemahaman mahasiswa terhadapa visi keilmuan dan tujuan Program Studi 


Sebagian besar mahasiswa Program Studi Pendidikan Nonformal (PSPNF) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu (Unib) memiliki pemahaman yang sangat baik mengenai visi keilmuan, tujuan, dan strategi program studi. Sebanyak 93% mahasiswa menunjukkan pemahaman yang sangat baik, sementara 7% lainnya menunjukkan pemahaman yang baik. Hal ini mengindikasikan bahwa mahasiswa memiliki kesadaran yang tinggi terhadap arah dan tujuan program studi, yang dapat membantu mereka dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan akademik serta mengoptimalkan proses pembelajaran.

Dengan pemahaman yang baik ini, mahasiswa diharapkan dapat lebih mudah beradaptasi dengan berbagai kegiatan akademik dan non-akademik yang dirancang untuk mendukung pencapaian visi, misi, dan strategi PSPNF FKIP Unib. Pemahaman yang mendalam mengenai tujuan program studi juga dapat memberikan kerangka kerja yang jelas bagi mahasiswa dalam mengikuti kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler, sehingga mereka dapat mencapai hasil yang optimal dalam studi mereka.

Selain itu, pemahaman yang baik mengenai visi dan tujuan program studi akan membantu mahasiswa dalam mengambil keputusan yang tepat terkait dengan pilihan karir dan pengembangan diri di masa depan. Dengan mengetahui arah dan tujuan yang diinginkan oleh program studi, mahasiswa dapat merencanakan langkah-langkah strategis yang sesuai dengan minat dan bakat mereka, serta mempersiapkan diri untuk berkontribusi secara signifikan di bidang pendidikan nonformal.

Kesadaran dan pemahaman yang tinggi ini diharapkan dapat menciptakan lulusan yang tidak hanya kompeten dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki visi yang jelas dan tujuan yang terarah, sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan yang positif di masyarakat.

PKKMB PRODI 2020

Hima Pendidikan Nonformal Menyelenggarakan

PKKMB PRODI (Pengenalan Kehidupan kampus Bagi Mahasiswa Baru ) DI TAHUN 2020

 

PKKMB (Pengenalan Kehidupan kampus Bagi Mahasiswa Baru) merupakan salah satu kegiatan wajib yang di lakukan setiap Prodi di Universitas Bengkulu Pertahunnya  Termasuk Prodi Pendidikan Nonformal .kegiatan ini Bersifat wajib untuk seluruh mahasiswa baru ,Kegiatan Pkkm prodi ini di laksanakan melalui Zoom metting di karenakan kondisi tahun lalu sangat tidak memungkin kan yang disebabkan adanya virus Covid19 Maka kegiatan PKKMB Prodi pendidikan Nonformal  tahun 2020 di selenggarakan secara online 11 agustus 2020 .

Sebelum kegiatan Kegiatan PKKMB Prodi di mulai dilakukan pembukan acara Yang di buka secara resmi oleh kordinator perodi Pendidikan non formal Drs.Sofino M.Pd, disertai bapak ibu dosen pendidikan Nonformal .pembukaan berlangsung dengan kata sambutan  dari ketua panitia acara PKKM prodi dan juga kata sambutan  yang disampaikan oleh kordinator prodi  PNF  yang sekaligus membuka acara PKKMB PRODI PNF 2020.

Setelah acara pembukaan ada rangkaian acara yang di adakan oleh panitia seperti Penyampaian materi tentang  Pengenalan Hima ( oleh ketua umum hima Pnf  yaitu memed mases )  organisasi /imadiklus ( oleh akbar )  , dan dunia perkuliahan .selanjutnya diadakan gme evaluasi meteri dari setiap materi yang di paparkan.

Selanjutnya setelah acara pemaparan materi selesai tibalah di penghujung acara yaitu penutupan dengan pembagian dorperais atau hadiah  sebagai apresiasi untuk peserta PKKM yang aktif selama kegiatan acara PKKM Prodi 2020 .dengan telah di lakukan PKKM prodi ini maka mahasiswa baru angkatan 2020 sudah sah secara resmi tergabung kedalam hima Pendidikan nonformal dan menjadi bagian keluarga yang baru di dalam jurusan Pendidikan nonformal .acara berlasung secara kondusif sampai akhir acara meski acara PKKMB prodi pada angkatan 2020 hanya di lakukan secara online .