Pengabdian Masyarakat- Pembuatan Jagung Herbal

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE Pelatihan Pembuatan Jagung Herbal di Desa Tangsi Duren Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang

Pelatihan Pembuatan Jagung Herbal di Desa Tangsi Duren Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang bertujuan untuk memberikan motivasi, pengetahuan dan ketrampilan/keahlian dasar dengan pengelolaan jagung menjadi jagung herbal sehingga dapat memiliki harga jual yang tinggi. Pada akhirnya hasil pelatihan ini dapat menjadikan ibu-ibu masyarakat desa Tangsi Duren mengelola jagung menjadi jagung herbal dan dapat meningkatkan penghasilan keluarga

Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 22 Oktober 2022 di desa Tangsi Duren Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang. Sasaran pelatihan pada pemberdayaan masyarakat ini adalah ibu-ibu Desa Tangsi Duren, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini berjudul “Pelatihan Pembuatan Jagung Herbal Bagi Masyarakat khususnya ibu-ibu di Desa Tangsi Duren, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang ”. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai desa Tangsi Duren pada pukul 16.00 – 18.00 WIB, dengan rangkaian acara sebagai berikut:

1.    Pembukaan

2.    Penyampaian materi

3.    Ice breaking dan peregangan

4.    Praktik langsung

5.    Foto bersama

6.    Penutup

Peserta yang datang pada acara ini adalah 15 orang. Kegiatan berjalan dengan sangat baik karena antusiasisme dari masyarakat desa Tangsi Duren khususnya para ibu-ibu desa Tangsi duren. Karena kegiatan pelatihan yang diberikan merupakan pelatihan yang sangat mereka butuhkan. Diketahui bahwasanya Kecamatan Kabawetan merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Kepahiang dengan destinasi wisata alam yang cukup banyak dan potensial untuk dikembangkan di perkenalakan kepada masyarakat luas. Salah satu media yang dapat digunakan untuk memperkenalkan potensi wisata yang ada dengan cepat adalah melalui digitalisasi. Kegiatan berlangsung selama kurang lebih 2 jam tanpa ada kendala yang berarti, diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab untuk menambah pemahan para ibu-ibu, sehingga hasil dari kegiatan pelatihan ini bisa langsung mereka aplikasikan untuk dapat meningkat perekonomian keluarga.

Pemberdayaan Masyarakat- Penguatan Kelompok Masyarakat Sadar Wisata

Pelatihan Penguatan Kelompok Masyarakat Sadar Wisata (POKDARWIS) Desa Tangsi Duren Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang

Pembentukan kelompok sadar wisata, sebagai wujud dari konsep pengembangan potensi pariwisata berbasis masyarakat mulai dilakukan pemerintah daerah.Pembentukan pokdarwis ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat disekitar lokasi pariwisata mengenai pentingnya keterlibatan warga secara langsung dalam menjaga serta mengembangkan objek wisata yang ada di masing-masing wilayah. Pembentukan 1kelompok sadar wisata mempunyai maksud mengembangkan kelompok masyarakat yang dapat berperan sebagai motivator,penggerak serta komunikator dalam upaya meningkatkan kesiapan dan kepedulian masyarakat disekitar destinasi pariwisata atau lokasi daya tarik wisata agar dapat berperan sebagai tuan rumah yang baik bagi berkembangnya kepariwisataan, serta memiliki kesadaran akan peluang dan nilai manfaat yang dapat dikembangkan dari kegiatan pariwisata untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Dimana tujuan pembentukan POKDARWIS adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatkan posisi dan peran masyarakat sebagai subjek atau pelaku penting dalampembangunan kepariwisataan,serta dapat bersinergi dan bermitra dengan pemangkukepentingan terkait dalam meningkatkan 1kualitas perkembagan kepariwisataan
  2. Membangun dan menumbuhkan sikap dan 1dukungan positif masyarakat sebagai tuanrumah melalui perwujudan nilai-nilai Sapta Pesona bagi tumbuh dan berkembangnyakepariwisatan didaerah dan manfaatnya bagi pembangunan daerah maupunkesejahteraan masyarakat.
  3. Memperkenalkan,melestarikan dan memanfaatkan potensi daya tarik wisata yangada dimasing-masing daerah (Tengah, 2020).

Pelatihan dilaksanakan tatap muka (nonvirtual) langsung dan mematuhi protokol kesehatan, dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2022. Sasaran pelatihan ini adalah pemuda karang taruna desa perangkat desa Tangsi Duren Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang, yang dihadiri 21 peserta. Tempat pertemuan di balai desa pukul 16:00 sampai 17:45 WIB. Bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pelatihan adalah gedung, meja, kursi, materi pemberdayaan, laptop, infokus, speaker, dan presensi. 

Peserta yang datang pada acara ini adalah 21 orang. Kegiatan berjalan dengan sangat baik karena antusiasisme dari masyarakat desa Tangsi Duren khususnya para Karang Taruna. Karena kegiatan pelatihan yang diberikan merupakan pelatihan yang sangat mereka butuhkan. Diketahui bahwasanya Kecamatan Kabawetan merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Kepahiang dengan destinasi wisata alam yang cukup banyak dan potensial untuk dikembangkan. Wisata alam yang indah apabila tidak dikelola dengan tepat maka akan menjadi sia-sia.  Kegiatan berlangsung selama 1 jam 45 menit tanpa ada kendala yang berarti, diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab untuk menambah pemahan para karang taruna, sehingga hasil dari kegiatan pelatihan ini bisa langsung mereka aplikasikan untuk mengembangkan beberapa wisata yang ada diDesa Tangsi Duren Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang.

Kegiatan Dosen di Luar Kampus

Aktivitas Dosen diluar Kampus Universitas Bengkulu

Nama

:

SOFINO

Perguruan Tinggi

:

Universitas Bengkulu

Program Studi

:

Pendidikan Nonformal

No

Kegiatan di Luar Kampus

Penyelenggara

Jabatan

Periode

1

Organisasi Olahraga

Persatuan Bola Voli Seluruh Provinsi Indonesia Bengkulu

Sekretaris

2020-2024

2

Organisasi Olahraga

PELTI Kota Bengkulu

Bidang Pembinaan

2022-2027

Nama

:

CITRA DWI PALENTI

Perguruan Tinggi

:

Universitas Bengkulu

Program Studi

:

Pendidikan Nonformal

No

Kegiatan di Luar Kampus

Penyelenggara

Jabatan

Periode

1

Kampus Merdeka

Ditjen Dikti

Pendamping Kampus Mengajar III (Tiga)

2022

Nama

:

ARI PUTRA

Perguruan Tinggi

:

Universitas Bengkulu

Program Studi

:

Pendidikan Nonformal

No

Kegiatan di Luar Kampus

Penyelenggara

Jabatan

Periode

1

Program Sekolah Penggerak

GTK Kemendikbud

Pelatih Ahli / Fasilitator Sekolah Penggerak

2022-2023

2

Penjamin Mutu Pendidikan

BAN PAUD dan PNF

Asesor Rumpun PAUD Provinsi Bengkulu

2019-2023

 

Profil Mahasiswa S1 Pendidikan Nonformal

PROFIL MAHASISWA S-1 PENDIDIKAN NONFORMAL FKIP UNIVERSITAS BENGKULU

Penerimaan mahasiswa baru mengacu pada Permendikbud No. 6 Tahun 2020 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana Pada Perguruan Tinggi Negeri. Sistem seleksi mahasiswa baru dilakukan melalui tiga jalur. Jalur tersebut meliputi (1) Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), (2) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan (3) Mandiri.

Sistem rekrutmen dan seleksi calon mahasiswa baru mengacu kepada Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 2 Tahun 2015 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri, sistem rekrutmen dan seleksi mahasiswa baru menganut prinsip adil, akuntabel serta transparan . berikut ini diagram daya tamping prodi PNF. Diagram daya tampung S-1  Pendidikan Nonformal. (Telampir)

Universitas Bengkulu memberikan kuota sebesar 35% untuk SNMPTN, 50% untuk SBMPTN, dan 15% untuk SMMPTN. Sejak tahun 2019, Program Studi Pendidikan Nonformal memiliki daya tampung sebanyak 80 orang. Jumlah ini disesuaikan dengan ratio dosen dan mahasiswa yaitu 1:18,5. Berdasarkan grafik di atas terlihat bahwa telah terjadi penurunan jumlah peminat yang memilih Program Studi Pendidikan Non Formal. Secara menyeluruh, kondisi ini juga berlaku bagi prodi lain selingkung Universitas Bengkulu.Profil mahasiswa Program Studi Pendidikan Nonformal dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1 Profil Mahasiswa

Indikator

Sub Indikator

Jumlah

Jenis kelamin

Laki-laki

22,1%

Perempuan

77,9%

Agama

Islam

92,79%

Protestan

5,41%

Katolik

1,35%

Hindu

0,45%

Budha

0%

Asal Daerah

Provinsi Bengkulu

86,94%

Luar Provinsi Bengkulu

13,06%

Setiap mahasiswa yang dinyatakan lulus program sarjana, berhak mendapatkan gelar akademik Sarjana Pendidikan (S.Pd.) dan ijazah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Data prestasi non akademik mahasiswa Program Studi Pendidikan Nonformal adalah juara 3 solo song dangdut pada diesnatalis UNIVERSITAS BENGKULU  yang ke 40, duta BKKBN finalis duta Kabupaten Musi Rawas.

Diagram di atas menunjukkan adanya trend positif yang terjadi pada jumlah prestasi mahasiswa dalam kategori non akademik di mana pada tahun 2021 terjadi peningkatan jumlah prestasi. Akan tetapi, untuk prestasi akademik, terjadi tren penurunan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Berikut ini tabel laporan dan target Program Studi PNF.

Tabel 2. Laporan Kemajuan dan Target Program Studi Pendidikan Non Formal

Indikator kemajuan

Capaian

Target

2019

2020

2021

2022

2024

Masa studi

4 tahun

4 tahun

4 tahun

3 tahun 8 bulan

3 tahun 6 bulan

Mahasiswa lulus tepat waktu (%)

58,97%%

33,33%

42,25%

60%

61%

Jumlah lulusan (orang/tahun)

46 orang

19 orang

30 orang

48 orang

50 orang

Lulusan predikat dengan pujian (%)

9 orang

6 orang

4 orang

9 orang

10 orang

Masa penyelesaian skripsi (bulan)

4 bulan

4 bulan

4 bulan

4 bulan

4 bulan

IPK minimum

3,06

2,92

3,42

3,43

3,45

IPK rata-rata

3,47

3,63

3,65

3,67

3,70

IPK maksimum

3,95

3,92

3,81

3,82

3,83

Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa mahasiswa S-1 Program Studi PNF dapat menyelesaikan studi tidak lebih dari 4 tahun atau 8 Semester.

 

 

Kurikulum S-1 Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu

Kurikulum Program Studi Pendidikan Nonformal memberikan peluang yang luas kepada mahasiswa dan mendorong mereka untuk memperoleh wawasan teoritik konseptual yang luas dan mendalam, sikap yang positif dan memadai terhadap pendidikan luar sekolah, serta keterampilan yang diperlukan untuk mampu mengkaji dan memecahkan masalah-masalah pendidikan nonformal dan pengembangan masyarakat dalam konteks pendidikan dalam masyarakat yang terus berkembang. Kurikulum disusun dengan berpegang pada hasil-hasil analisis kebutuhan, perubahan kondisi masyarakat, kebijakan pendidikan, perkembangan tantangan dan kebutuhan akan pendidikan yang lebih bermutu, kebutuhan akan tenaga-tenaga pendidik dan pengelola pendidikan nonformal, dan tenaga pengembangan masyarakat yang lebih profesional.

Dalam rangka memenuhi tuntutan, arus perubahan dan kebutuhan akan link and match dengan dunia usaha dan dunia industri (DU/DI), dan untuk menyiapkan mahasiswadalam dunia kerja, Perguruan Tinggi dituntut agar dapat merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal. Kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka diharapkan dapat menjadi jawaban atas tuntutan tersebut. Kampus Merdeka merupakan wujud pembelajaran di perguruan tinggi yang otonom dan fleksibel sehingga tercipya kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka meliputi empat kebijakan utama yaitu: kemudahan pembukaan program studi baru, perubahan sistem akreditasi perguruan tinggi, kemudahan perguruan tinggi menjadi badan hukum, dan hak belajar tiga semester di luar program studi. Mahasiswa diberikan kebebasan mengambil SKS di luar program studi, tiga semester yang di maksud dapat diambil untuk pembelajaran di luar prodi dalam PT dan atau pembelajaran di Luar PT. Pengembangan kurikulum prodi PNF FKIP Universitas Bengkulu dimulai dari proses perumusan luaran capaian yang akan dikuasai oleh peserta didik sebagai calon pendidik dan tenaga kependidikan Pendidikan nonformal. Selain itu, lulusan juga dibekali dengan keterampilan-keterampilan yang berguna dalam pengembangan diri sebagai penyuluh Pendidikan di masyarakat, pendamping masyarakat dan kompetensi pendukung lainnya, seperti IT yang mumpuni. Tidak hanya itu, kurikulum prodi PNF juga harus mampu mempersiapkan lulusannya untuk siap bersaing malanjutkan studi magister di kampus-kampus terbaik di Indonesia khususnya dalam bidang Pendidikan nonformal.

Download Sebaran Mata Kuliah S-1 PNF (MBKM)

Download Sebaran Mata Kuliah S-1 PNF (2015)

 

HIMA PENDIDIKAN NON FORMAL MENYELENGGARAKAN PKKMB 2022

PKKMB PRODI PNF merupalan salah satu kegiatan wajib tahunan  yang dilakukan untuk menyambut kedatangan mahasiswa baru dan sekaligus memperkenalkan bagaimana kehidupan kampus serta mengenal apa saja seluk beluk yang ada di dalam prodi PNF ini. Pada tahun 2022 ini kegiatan yang dilakukan berlangsung normal , tidak seperti dua tahun sebelumnya dikarenakan adanya Covid-19 PKKMB dilaksanakan melalui sistem online. Sebelum dilaksanakannya PKKMB PRODI para mahasiswa baru sudah terlebih dahulu mengikuti PKKMB UNIVERSITAS dan FAKULTAS kegiatan tersebut berlangsung beberapa hari hingga pada saat hari ke empat pada tanggal 11 Agustus 2022  panitia  PKKMB FAKULTAS melakukan  penyerahan mahasiswa baru ke panitia PKKMB PRODI untuk mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.

Profil Program Studi S-1 Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu

Program Studi Pendidikan Nonformal sudah ada sejak tahun 2002. Awalnya bernama Program Studi Pendidikan Luar Sekolah yang ditandai dengan izin operasional nomor 775/D/T/2002 tertanggal 23 April 2002. Maka, pada tahun yang sama, program studi ini menerima mahasiswa angkatan pertama. Tahun 2014, berdasarkan surat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 2300/E3/2014. Sehubungan dengan Surat Keputusan Rektor Universitas Bengkulu Nomor 1944/UN30/HK/2017 tentang Penamaan Program Stdui dan penulisan Gelar Lulusan Program Studi Pendidikan Vokasi, Pendidikan Akademik, dan Pendidikan Profesi Selingkung Universitas Bengkulu dan Surat dari Direktur Pengembangan Kelembagaan Perguruan Tinggi No 4666/L4/KL/2018 maka nama program studi pendidikan luar sekolah mengalami penyesuaian nama menjadi program studi pendidikan nonformal tertanggal 17 Desember 2018.

VISI PROGRAM STUDI S-1 PENDIDIKAN

Menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan pendidik dan tenaga kependidikan, peneliti pemula/asisten peneliti, praktisi pendidikan nonformal, dan edupreneur di bidang pendidikan nonformal yang unggul, berbudaya dan berdaya saing internasional pada tahun 2032

TUJUAN PROGRAM STUDI S-1 PENDIDIKAN NONFORMAL

  1. Terselenggaranya pendidikan calon pendidik dan tenaga kependidikan, peneliti pemula/asisten peneliti, praktisi pendidikan nonformal, dan edupreneur Pendidikan Nonformal yang unggul dan kompeten
  2. Terselenggaranya penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkualitas untuk pendidikan nonformal, informal, dan pengembangan masyarakat
  3. Terselenggaranya pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas berbasis penelitian sesuai potensi lokal kewirausahaan sosial dan pengembangan masyarakat
  4. Terselenggaranya jejaring kemitraan dan kerjasama dengan lembaga pemerintahan dan non pemerintahan untuk pengembangan masyarakat;
  5. Terselenggaranya tata kelola Program Studi PNF berdasarkan pola dan sistem kepemimpinan transformasional dan berintergritas.
  6.  

STRATEGI PROGRAM S-1 STUDI PENDIDIKAN NONFORMAL


  1. Meningkatkan kualitas pembelajaran dengan mendesain kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan stakeholder, mengintegrasikan metode pembelajaran inovatif, penggunaan teknologi, pemanfaatan sumber daya lokal serta meningkatkan kemampuan tenaga pengajar dalam merancang, mengimplementasikan strategi pembelajaran yang efektif dan berorientasi pada hasil;
  2. Memberikan pembinaan karir dan pelatihan tambahan bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan khusus yang dibutuhkan dalam bidang pendidikan nonformal;
  3. Memfasilitasi kesempatan magang dan kerja sama dengan industri serta lembaga pemerintah dan non-pemerintah untuk memperluas pengalaman praktis mahasiswa.
  4. Melaksanakan kolaborasi strategis dengan stakeholder untuk meningkatkan akses lulusan agar memiliki peluang kerja dan pengembangan kompetensi.

Learning Outcomes Program Studi S-1 Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu

Program Studi Pendidikan Nonformal telah menyusun LO yang terdiri atas  aspek Knowledge and understanding, Skills, dan Autonomy and Responsibility.  LO Program Studi Pendidikan Nonformal ini memiliki keterkaitan terhadap capaian European Qualification Framework (EQF) pada level 6 dan Indonesia Qualification Framework (IQF) pada level 7.  Salah satu aspek skills mahasiswa Program Studi Pendidikan Nonformal adalah mampu melakukan pembinaan masyarakat dalam bentuk pendidikan non formal.

EQF

KKNI

Pendidikan Non Formal

Knowledge and understanding

Advanced knowledge of a field of work or study, involving a critical understanding of theories and principles

Menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan tertentu secara umum dan konsep teoritis bagian khusus dalam bidang pengetahuan tersebut secara mendalam, serta mampu memformulasikan penyelesaian masalah prosedural.

 

  1. Menguasai konsep dan prinsip pendidikan nonformal.
  2. Menguasai konsep pendidikan sepanjang hayat.
  3. Menguasai konsep pembelajaran orang dewasa.
  4. Menguasai konsep pembelajaran kesetaraan.
  5. Menguasai teknik pengelolaan (manajemen) lembaga pendidikan.
  6. Menguasi konsep pengembangan dan pembangunan masyarakat.
  7. Menguasai konsep dan teknik kewirausahaan.
  8. Menguasai konsep dan teknik evaluasi dan inovasi pendidikan.

Skills

Advanced skills, demonstrating mastery and innovation, required to solve complex and unpredictable problems in a specialised field of work or study

  1. Mampu mengambil keputusan strategis berdasarkan analisis informasi dan data, dan memberikan petunjuk dalam memilih berbagai alternatif solusi.
  2. Mampu memanfaatkan IPTEKS dalam bidang keahliannya, dan mampu beradaptasi terhadap situasi yang dihadapi dalam penyelesaian masalah.

 

  1. Mampu menunjukkan kinerja mandiri, terukur dan bermutu dalam PNF.
  2. Mampu menerepkan pemikiran logis, sistematis dan kritis serta inovatif sebagai pengelola lembaga PNF.
  3. Mampu menerapkan IPTEK sesuai dengan kaidah, norma dan etika dalam PNF.
  4. Mampu melakukan penelitian dan pengembangan dalam PNF.
  5. Mampu mengelola lembaga PNF dengan baik.
  6. Mampu melaksanakan dan mengembangkan kegiatan kewirausahaan dimasyarakat.
  7. Mampu bekerjasama dalam lembaga PNF dan jaringan eksternal kelembagaan PNF.
  8. Paparkan Ketepatan struktur kurikulum dalam pembentukan capaian pembelajaran.
  9. Paparkan Ketersediaan dokumen pemetaan capaian pembelajaran, bahan kajian dan matakuliah (atau dokumen sejenis lainnya).

Autonomy and responsibility

  1. Manage complex technical or professional activities or projects, taking responsibility for decision‐making in unpredictable work or study contexts
  2. Take responsibility for managing professional development of individuals and groups

Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab atas pencapaian hasil kerja organisasi.

 

Bertanggung jawab dalam bidang penyuluhan, pelatihan, pemberdayaan masyarakat, dan pendidikan nonformal dan informal atas pencapaian hasil kerja secara profes

Prestasi Dosen

Dosen Program Studi Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Bengkulu Penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia

Dosen Muda program Studi Pendidikan Nonformal Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu dinyatakan lulus seleksi Program Beasiswa S3 Pendidikan Indonesia.

Beliau bernama Bayu Pradikto, S.Pd., M.Pd. dinyatakan lulus pada Prodi S3 Pendidikan Masyarakat di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung,

Bayu Pradikto mengungkapkan dirinya sangat bersyukur bisa menjadi salah satu penerima beasiswa Pendidikan Indonesia Kemendikbudristek, karena memiliki kesempatan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

“Terima kasih kepada semua pihak atas dukungannya. Mohon doanya, semoga saya dapat menyelesaikan studi dengan baik dan kembali untuk berkontribusi dalam upaya memajukan institusi,”

Dukungan dari Pimpinan secara maksimal membuat saya semangat dalam mempersiapkan persyaratan yang dibutuhkan, butuh kerja keras dan harus bisa melihat peluang atas ketersediaan beasiswa Ujar Bayu.

Koordinator Program Studi Drs. Sofino, M.Pd  mengaku turut bangga atas prestasi yang ditorehkan oleh dosen Program Sudi Pendidikan Nonformal. “Ini sebuah prestasi dan kita patut bangga dosen” terangnya.

Drs, Sofino, M. Pd.  berharap agar dosen-dosen yang belum S3 bisa menyiapkan diri untuk melanjutkan studi khususnya yang sudah memenuhi syarat baik melalui beasiswa BI maupun beasiswa lainnya, selaku pimpinan akan mendukung penuh dosen-dosen untuk meraih pendidikan S3, dan semoga ini menjadi pemacu semangat dan dorongan bagi dosen dosen lain untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi. “Semoga diberikan kemudahan, kelancaran, dan keberkahan selama menjalani perkuliahan S-3 hingga meraih gelar doktor tepat waktu,”

#WY

Perwakilan Prodi PNF FKIP UNIB Menghadiri Munas IV Ikapenfi Di Semarang

Pada tanggal 23-25 Juni 2022, bertempat di Hotel Grand Candi Semarang Jawa Tengah telah berlangsung Musyawarah Nasional IV Ikatan Akademisi Pendidikan Nonformal dan Informal Indonesia (IKAPENFI). Pada Munas IV IKAPENFI kali ini, Universitas Negeri Semarang (UNNES) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Munas. Kegiatan Munas IV IKAPENFI ini dihadiri oleh beberapa universitas yang memiliki Program Studi/Departemen/Jurusan Pendidikan Luar, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Masyarakat yang ada di Indonesia. Adapun perwakilan universitas yang hadir, antara lain: Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Malang (UM), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Bengkulu (UNIB), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA), Universitas Siliwangi (UNSIL), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), Universitas Muhammadiyah Pare-Pare. “Kegiatan Munas IV IKAPENFI ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi akademisi Pendidikan Nonformal, Pendidikan Luar Sekolah dan Pendidikan Masyarakat untuk bersama-sama menyatukan pikiran, tenaga, untuk memajukan organisasi dan mampu memberikan dampak positif bagi pendidikan di Indonesia”, Tegas Bagus Kisworo (Ketua Panitia Munas). Kegiatan munas ini diawali dengan konvensi yang dilakukan pada hari Kamis, 23 Juni 2022 Pukul 19.30 – selesai. Hadir mengisi konvensi adalah Prof. Dr. Yoyon Suryono, MS (Guru Besar PLS UNY), Prof. Dr. Jamaris, M.Pd (Guru Besar PLS UNP), dan Prof. Dr. Supriyono, M.Pd (Guru Besar PLS UM). Pada sesi pertama, Prof. Yoyon Suryono menekankan pada transformasi sosial yang terjadi di masyarakat yang berkaitan pula dengan perkembangan PLS/PNF; ekosistem PLS/PNF; konteks PLS/PNF dan Fragsis PLS/PNF. Keempat hal tersebut harus berfokus pada solusi yang dapat diberikan bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. Pada sesi kedua, Prof. Jamaris, M.Pd menyampaikan materi tentang “Pendidikan tanpa sekat” seperti yang terjadi pada saat ini (masa pandemic covid-19). Pendidikan menjadi tidak terbatas oleh pemisah antara pendidikan formal, nonformal dan informal, semua seakan menjadi bisa terlaksana bersamaan dan agak sulit mengatakan apakah pola pembelajaran yang digunakan menganut jalur yang dikatakan pendidikan formal, nonformal atau informal. Maka kita sebagai akademisi bidang Pendidikan Luar Sekolah harus melihat fenomena ini sebagai peluang dalam mengembangkan pendidikan nonformal, pendidikan luar sekolah dan pendidikan masyarakat agar memberikan kontribusi bagi pendidikan di Indonesia. Pada sesi ketiga, Prof. Supriyono, M.Pd menyampaikan materi tentang pentingnya peran akademisi pendidikan nonformal dalam ambil bagian memberi masukan bagi RUU Sisdiknas yang saat ini masih menjadi perbincangan public. Harapannya bahwa pendidikan di Indonesia memiliki paying Undang-Undang yang benar-benar dapat membawa pendidikan menjadi lebih baik. Pada hari Jumat 24 Juni 2022 dilakukan kegiatan puncak munas IV IKAPENFI yang memilih kepengurusan baru untuk masa bakti 2022-2026. Maka terpilihlah ketua umum IKAPENFI perempuan pertama, yaitu Prof. Dr. Gunarti Dwi Lestari, M.Si dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Dalam kesempatan ini pula disepakati terdapat beberapa departeman yang akan mendukung kinerja pengurus IKAPENFI yang baru, antara lain: Bidang Organisasi, Bidang Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Bidang Pendidikan dan Pelatihan, Bidang Sistem Informasi dan TIK, Bidang Pengembangan Profesi, Bidang Hubungan Luar Negeri dan Bidang Kemitraan. Selain menyepakati adanya departemen, disepakti pula terdapat coordinator wilayah IKAPENFI, yang terbagi menjadi 6 wilayah: Sumatera, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten, Jawa Timur, Sulawasi, Bali dan Nusa Tenggara. Program Studi Pendidikan Nonformal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu dalam kegiatan ini diwakili oleh Koordinator Prodi PNF (Drs. Sofino, M.Pd) dan Ketua Lab. PNF (Bayu Pradikto, M.Pd). “Kegiatan Munas ini sangat bermanfaat bagi kita sebagai akademisi pendidikan nonformal untuk mengembangkan jaringan kemitraan Prodi PNF, mendapat masukan ilmu pengetahuan terbaru tentang kebijakan-kebijakan dan isu-isu strategis tentang pendidikan nonformal dan informal. Tak kalah pentingnya adalah dapat memberikan dampak besar bagi kemajuan Program Studi PNF khususnya bagi mahasiswa dan lulusan yang nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa dalam bidang yang mereka geluti. Seperti kita ketahui banyak hasil yang kita dapat dalam kegiatan ini, selain kepengurusan IKAPENFI yang baru (masa bakti 2022-2026) juga ada kesepakatan kerjasama antar perguruan tinggi,” ungkap Sofino.